Selain Penyebab, Pahami juga tentang Obat BAB Berdarah

Selain Penyebab, Pahami juga tentang Obat BAB Berdarah

Penulis: Ossy | Editor: Opie

Pernahkah Anda mendapati buang air besar yang berdarah? Anda mungkin menemukan darah pada kloset atau pada tinja yang Anda lihat langsung.

Darah pada tinja seringkali menakutkan dan membuat Anda cemas. Darah pada tinja dapat menunjukkan adanya sebab yang serius, tetapi kadang kala juga disebabkan oleh sebab yang tidak berbahaya.

Baca Juga: Anus Berdarah: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab BAB Berdarah

Darah pada tinja dapat disebabkan beberapa hal. Darah pada tinja dapat dipicu atau diperparah karena anak minum kafein atau alkohol berlebih, makan makanan tertentu, atau terlalu keras saat mengejan.

Jika pendarahan pada tinja terjadi berikut beberapa sebab yang berkaitan dengan munculnya darah pada tinja.

  • Divertikulitis

Jika bagian divertikula mengalami masalah, maka dapat muncul darah atau infeksi.

Adanya radang atau infeksi pada divertikula (kantung-kantung yang terbentuk di sepanjang saluran pencernaan) disebut dengan divertikulitis.

Gejala lain penyakit ini adalah kembung, sembelit dan sakit perut.

  • Gastroenteritis

Gastroenteritis mengacu pada infeksi virus, jamur, atau parasit yang mempengaruhi lambung dan usus.

Ini menyebabkan sakit perut, mual, muntah, diare, dan pada kasus yang jarang menyebabkan diare berdarah.

Infeksi ini dapat disebabkan karena:

    • Mengkonsumsi makanan dan minuman dari sumber yang terkontaminasi
    • Tangan yang tidak bersih saat makan
    • kontak dengan orang yang memiliki infeksi sejenis
    • Mengkonsumsi makanan basi sehingga keracunan makanan
  • Fisura anal 

Fisura anal adalah robekan kecil pada lapisan anus. Kadangkala berdarah dan menyebabkan rasa sakit saat buang air besar.

Beberapa penyebabnya yakni radang usus, trauma, tumor, atau mengejan terlalu kencang saat buang air.

  • Fistula anal

Merupakan terowongan kecil yang terbentuk antara ujung usus dan kulit di dekat anus Anda. Fistula juga dapat dimulai di usus besar dan mengarah ke organ lain atau permukaan kulit.

Fistula kolon dan anal jarang terjadi tetapi dapat terjadi sebagai komplikasi dari operasi, diverticulitis, penyakit Crohn, kanker dan infeksi.

Ketika infeksi terjadi, nanah akan terkumpul di jaringan anus dan menyebabkan buang air besar berdarah.

  • Wasir

Pembengkakan pembuluh darah pada bagian rektum bagian bawah dikenal dengan wasir.

Mengejan atau buang air besar yang keras dapat merusak pembuluh darah  yang berakibat pada buang air besar berdarah.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko wasir seperti sembelit, diare, duduk atau berdiri terlalu lama, kegemukan, angkat beban terlalu berat, atau kehamilan.

  • Tukak lambung (Peptic ulcers)

Ulkus peptikum atau tukak lambung adalah luka terbuka yang berkembang di lapisan lambung.

Luka yang terbentuk pada pembuluh darah dapat menyebabkan perdarahan sehingga Anda mengalami BAB berdarah.

Baca Juga: Kondisi yang Dapat Menyebabkan Hematochezia (Feses Berdarah)

  • Penyakit radang usus

Tinja berdarah dapat disebabkan adanya penyakit yang terjadi radang usus.

Beberapa penyakit seperti Crohn dan kolitis ulserativa, dapat menyebabkan tinja berdarah.

Selain pendarahan dubur atau darah dalam tinja, gejalanya meliputi sakit perut, diare, turunnya berat badan dan kelelahan.

Segera hubungi dokter apabila selepas Anda mengonsumsi obat pengencer darah, ditemukan tinja dalam darah.

  • Polip usus besar

Polip usus besar dapat menyebabkan tinja berdarah. Pertumbuhan polip  mungkin saja jinak atau bisa menjadi awal mula kanker.

Beberapa gejala polip seperti garis-garis merah di tinja, tinja berdarah, pendarahan pada rektum, darah di celana dalam, serta kelelahan karena anemia.

  • kanker

Kanker terkadang tidak menunjukkan gejala-gejala tertentu dan kerap tidak disadari. Tumor kanker pada saluran pencernaan dapat melemahkan lapisan jaringan dan menyebabkan pendarahan.

Tinja berdarah juga kerap terjadi pada bayi dan anak-anak. Beberapa sebab tinja berdarah pada anak diantaranya alergi makanan serta Enterokolitis nekrotikans atau peradangan usus besar yang menyerang bayi baru lahir.

Pengobatan BAB Berdarah

Pengobatan buang air besar berdarah bergantung pada penyebab mengapa tinja Anda berdarah. Selain itu, pengobatan BAB berdarah sebaiknya dilakukan oleh dokter, terutama jika disertai dengan gejala-gejala lainnya.

Beberapa hal yang mungkin dilakukan dokter adalah sebagai berikut.

  • Dokter mungkin akan melakukan teknik untuk menghentikan pendarahan akut. Dokter mungkin melakukan endoskopi untuk menyuntikkan obat atau bahan kimia ke tempat pendarahan dengan laser, atau memasang klip untuk menutup pembuluh darah. Namun, jika endoskopi tidak berhasil, angiografi mungkin dilakukan untuk menyuntik obat ke dalam pembuluh darah.
  • Perawatan BAB berdarah bergantung pada penyebab. Beberapa obat-obatan yang digunakan seperti antibiotik, obat untuk menekan asam lambung, obat anti-inflamasi untuk mengobati kolitis, obat khusus wasir, atau obat untuk kanker.
  • Pembedahan mungkin dilakukan jika BAB berdarah disebabkan karena usus besar yang rusak, pengangkatan polip, tumor, atau kanker.

Anda dapat mencegah BAB berdarah dengan menjaga kesehatan organ pencernaan, makan makanan kaya serat dan rajin minum air putih.

Baca Juga: Waspadai Penyebab BAB Berdarah

Sumber

Medical News Today. (2022). What does it mean when there is blood in stool?.  www.medicalnewstoday.com

WebMd. (2021). Blood in Stool.www.webmd.com

Mayo clinic. Symptom Checker: Blood in stool in adults. www.mayoclinic.org