Cara Mengatasi Flu Perut (Gastroenteritis)

Cara Mengatasi Flu Perut (Gastroenteritis)

Penulis: Dita | Editor: Umi

Flu perut atau gastroenteritis (di Indonesia lebih dikenal dengan nama muntaber) merupakan penyakit pada pencernaan yang disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Ketika Anda terserang salah satunya, usus hingga lambung akan mengalami inflamasi atau peradangan yang pada akhirnya akan memunculkan gejala berupa diare dan muntah. Pengobatan atau penanganan untuk flu perut tergantung pada penyebabnya.

Kasus gastroenteritis yang paling sering terjadi disebabkan oleh virus. Jenis yang paling umum menyerang adalah rotavirus dan norovirus. Rotavirus merupakan jenis virus yang paling banyak menyebabkan flu perut.

Meski kasusnya jarang terjadi, beberapa jenis bakteri seperti E.coli atau salmonella juga bisa menyebabkan flu perut. Bakteri salmonella dan campylobacter adalah bakteri penyebab gastroenteritis yang paling umum dan biasanya disebarkan oleh daging unggas yang kurang matang atau telurnya. Salmonella juga dapat ditularkan melalui hewan peliharaan.

Baca Juga : Disentri Bukan Diare Biasa, Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya

Langkah-langkah Mengatasi Flu Perut

Sebagian besar kasus flu perut akan mereda dengan sendirinya. Jika Anda mengalami flu perut yang diakibatkan oleh infeksi virus, tidak ada pengobatan khusus yang dibutuhkan. Anda hanya perlu menunggu sampai kemampuan virus yang menyerang mulai berkurang dan hilang.

Selain itu, langkah-langkah penanganan untuk para penderita flu perut yang dapat dilakukan di rumah adalah:

1. Cegah Dehidrasi

Flu perut membuat penderitanya kehilangan banyak cairan karena muntah maupun diare. Usahakan penderita untuk minum cairan sebanyak mungkin. Jangan minum dengan terburu-buru dalam jumlah banyak sekaligus. Minumlah sedikit demi sedikit dengan frekuensi yang sering. Minum terlalu cepat akan membuat pusing dan mual yang dialami oleh penderita semakin parah.

Selain air putih, oralit juga bisa membantu menambah cairan tubuh. Pada bayi yang mengalami flu perut, juga harus terus menyusui atau minum susu formula selain diberikan oralit. Jus, soda, minuman berkarbonasi, teh, dan minuman yang mengandung kafein sebaiknya tidak diberikan kepada bayi dan anak-anak. Minuman ini mungkin mengandung terlalu banyak gula, yang dapat memperburuk diare.

Namun jika anak mengalami diare yang parah, konsumsi produk susu (yang mengandung laktosa) mungkin harus dikurangi. Gastroenteritis yang parah dapat menurunkan kemampuan anak untuk menyerap laktosa, sehingga mengakibatkan diare semakin parah.

2. Istirahat

Baik orang dewasa maupun anak-anak yang menderita flu perut harus mendapatkan istirahat yang cukup. Ini karena tubuh membutuhkan energi sebanyak mungkin untuk melawan infeksi dan memperbaiki kerusakan sehingga memungkinkan sistem kekebalan untuk bekerja melawan virus dan membantu pemulihan secepat mungkin.

3. Berikan Makanan secara perlahan

Setelah anak Anda bisa minum cairan dan tidak memuntahkannya, Anda bisa mulai memberikan makanan. Berikan makanan yang mudah dicerna dan lembut (seperti sup atau biskuit). Jangan berikan anak Anda makanan yang digoreng, pedas, berlemak, atau mengandung banyak asam karena bisa memperburuk masalah perut.

4. Jangan Sembarangan Memberikan Obat ke Anak

Hal yang harus diperhatikan adalah jangan pernah memberikan anak Anda obat yang dijual bebas. Pemberian obat-obatan secara sembarangan bukan hanya tidak membantu, tetapi juga dapat memperburuk kondisi. Bahkan pemberian antibiotik tidak dapat melawan virus penyebab flu perut. Pastikan saja anak Anda tetap terhidrasi.

5. Berkonsultasi ke Dokter

Saat penderita mengalami muntah selama lebih dari satu hari disertai dengan diare parah, ada baiknya segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Begitu juga jika penderita memiliki masalah pada organ-organ, seperti hati, ginjal, atau jantung.

Bahkan dalam kasus dengan gejala ringan, jika kondisi anak Anda tak kunjung membaik dalam seminggu, maka ke dokter merupakan langkah pengobatan paling tepat. Dokter akan menanyakan tentang gejala dan riwayat penyakit untuk mengetahui dengan pasti apa yang menyebabkan flu perut.

Pengambilan sampel feses mungkin diperlukan untuk mengecek dengan pasti jenis virus atau bakteri penyebab inflamasi. Dengan mengetahui secara pasti penyebabnya, dokter bisa meresepkan obat yang tepat. Jika diperlukan penanganan lebih lanjut, dokter akan memasang infus dan memberikan obat anti mual.

Baca Juga : Waspada Flu Perut sering Menyerang Anak: Ketahui Penyebab dan Gejalanya

Pencegahan Flu Perut

Cara terbaik untuk mencegah penyebaran flu perut adalah dengan mengikuti tindakan pencegahan berikut:

  • Lakukan vaksinasi. Vaksin dapat melawan gastroenteritis yang disebabkan oleh rotavirus dan tersedia di beberapa negara, termasuk Indonesia.
  • Ajari anak Anda untuk mencuci tangan dengan benar beberapa kali sehari, terutama setelah menggunakan kamar mandi dan sebelum makan.
  • Ajari juga untuk menutupi mulut dan hidungnya dengan tisu atau bagian dalam siku mereka saat bersin dan batuk.
  • Beri tahu anak Anda untuk tidak berbagi botol minuman, sendok, dan peralatan makan lainnya.
  • Bersihkan permukaan benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu, meja, atau remote tv dengan cairan disinfektan.
  • Cuci mainan anak Anda dengan air hangat dan sabun secara teratur, terutama jika flu perut atau virus lain sedang menyebar.
  • Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang terkena virus, jika memungkinkan.

Meski biasanya bisa sembuh dalam beberapa hari, tapi dalam beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, komplikasi dari gastroenteritis mungkin terjadi. Komplikasi ini bernama sindrom uremik hemolitik.

Sindrom ini mengakibatkan rusaknya sel darah merah dan trombosit karena infeksi bakteri E.coli. Komplikasi ini rentan terjadi pada anak yang usianya di bawah 10 tahun. Jika setelah beberapa hari kondisi penderita tidak membaik, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga : Kenali Penyebab dan Gejala Radang Usus pada Anak

 

Sumber

Healthline (2018). Bacterial Gastroenteritis. www.healthline.com
Medicine Net (2020). Stomach Flu: Types, Symptoms and Treatment. www.medicinenet.com
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (2018). Treatment of Viral Gastroenteritis (“Stomach Flu”). www.niddk.nih.gov
Verywell Health (2020). How the Stomach Flu Is Treated. www.verywellhealth.com
Webmd (2019). Gastroenteritis Treatment. www.webmd.com



Add Your Comment