Ketahui Jenis Tes Antibodi dan Fungsinya

Ketahui Jenis Tes Antibodi dan Fungsinya

Penulis: Ratna

Tes antibodi merupakan tes yang bertujuan untuk mengukur tingkat antibodi dalam tubuh. Antibodi atau yang dikenal juga sebagai imunoglobulin adalah sebuah protein yang dibuat oleh sistem kekebalan untuk melawan antigen penyebab penyakit, seperti bakteri, virus, dan racun.

Antibodi yang terbentuk berbeda-beda untuk melawan antigen yang berbeda-beda pula. Cara kerja antibodi yaitu dengan menempel pada antigen baik bakteri, virus, atau zat lain yang dianggap berbahaya oleh sistem kekebalan tubuh.

Jenis Antibodi

Ada beberapa jenis antibodi yang masing-masing berfungsi untuk melawan antigen yang berbeda-beda. Berikut ini merupakan jenis-jenis antibodi atau immunoglobulin, antara lain:

Imunoglobulin A

Imunoglobulin A (IgA) terdapat pada lapisan saluran pernapasan dan sistem pencernaan, serta pada air liur (ludah), air mata, dan ASI.

IgA berperan sebagai sistem pertahanan tubuh untuk melawan infeksi. Antibodi ini tidak hanya mengikat patogen untuk menandai dan melawannya tetapi juga mencegah mereka menempel pada lapisan jaringan, yang disebut epitel.

Imunoglobulin E

Immunoglobulin E (IgE) adalah antibodi yang berperan untuk melawan alergi yang banyak terdapat pada paru-paru, kulit, dan selaput lendir. Umumnya antibodi ini berjumlah sedikit, namun jumlahnya akan meningkat jika terjadi reaksi alergi.

Jika IgE berikatan dengan alergen, hal ini akan memicu peristiwa sel darah putih akan melepaskan senyawa histamin yang berperan untuk melawan alergi.

Imunoglobulin G

Terdapat sekitar 75% Immunoglobulin G (IgG) dari semua antibodi dalam tubuh manusia. IgG diproduksi oleh sel darah putih yang disebut sel B yang berasal dari sumsum tulang. IgG melindungi tubuh manusia dengan menandai atau mengingat patogen atau organisme penyebab penyakit. Sehingga jika patogen itu kembali, sistem kekebalan tubuh akan mengenali dan menyerangnya.

Imunoglobulin M

Imunoglobulin M (IgM) merupakan pertahanan pertama saat tubuh mengalami reaksi infeksi. Jumlahnya akan meningkat dan memacu antibodi lain untuk bekerja. Kemudian jumlahnya akan menurun dan tergantikan oleh antibodi lain.

Fungsi Tes Antibodi

Tes darah imunoglobulin berfungsi untuk membantu mendiagnosis berbagai kondisi berikut ini, antara lain:

  • Infeksi bakteri atau virus.
  • Kekurangan imun, suatu kondisi ketika tubuh mempunyai kemampuan yang kurang untuk melawan infeksi dan penyakit lainnya.
  • Gangguan autoimun, seperti rheumatoid arthritis atau lupus. Gangguan autoimun dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat, jaringan, atau organ secara tidak sengaja.
  • Mendiagnosis berbagai macam penyakit menular seperti HIV, influenza, penyakit gondok, polio, rubella, sifilis, tetanus, dan lain-lain.
  • Jenis kanker tertentu, seperti multiple myeloma yaitu kanker yang menyerang sel plasma pada sumsum tulang.
  • Infeksi pada bayi baru lahir.

Baca Juga: Gejala Autoimun dan Cara Mendeteksinya

Kapan Memerlukan Tes

Umumnya dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan tes ini jika Anda mengalami beberapa infeksi, terutama infeksi pada sinus, paru-paru, perut, atau usus. Selain itu, Anda mungkin perlu melakukan hal ini jika mengalami kondisi berikut ini:

  • Diare yang tidak kunjung sembuh
  • Penurunan berat badan yang signifikan dan secara tiba-tiba
  • Demam yang tidak diketahui penyebabnya
  • Ruam kulit
  • Alergi
  • Sakit setelah bepergian
  • HIV / AIDS atau multiple myeloma (sejenis kanker), atau kondisi lain yang perlu pemantauan.

Baca Juga: Kenali Fungsi dan Jenis Tes Darah

Sumber

Healthline. 2018. Mumps. www.healthline.com

KidsHealth. 2020. Blood Test: Immunoglobulins. www.kidshealth.com

Medline Plus. 2018. Immunoglobulins Blood Test. www.medlineplus.gov

Very Well Health. 2020. What Are the 5 Types of Antibodies?. www.verywellhealth.com

WebMD. 2019. What Is an Immunoglobulin Test?. www.webmd.com