Kenali Fungsi dan Jenis Tes Darah

Kenali Fungsi dan Jenis Tes Darah

Penulis: Dea | Editor: Umi

Tes darah merupakan tes yang sering dianjurkan oleh dokter untuk mendiagnosis berbagai masalah kesehatan atau kondisi medis tertentu. Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, tes darah juga menjadi bagian dari check up rutin untuk memeriksa seberapa efektif pengobatan yang telah dilakukan dan mendiagnosa segala kondisi yang bisa menyebabkan komplikasi yang dapat dicegah.

Terdapat beberapa jenis tes darah yang umum dilakukan. Berikut ini penjelasan mengenai jenis dan fungsi dari tes-tes darah tersebut.

Baca Juga : Jenis Cek Gula Darah dan Cara Membaca Hasil Tesnya

1. Tes Hitung Darah Lengkap

Tes hitung darah lengkap dilakukan untuk mengukur ukuran, jumlah, dan kematangan sel darah yang berbeda dari komponen darah tertentu. Di dalam darah terdapat 3 jenis komponen utama darah dengan fungsi yang beragam, yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Fungsi dari tes darah ini sendiri untuk membantu mendeteksi penyakit dan gangguan yang berhubungan dengan darah, seperti anemia, gangguan pembekuan darah, kanker darah, dan gangguan sistem imun.

2. Panel Metabolisme Dasar (BMP)

Panel metabolisme dasar dilakukan untuk mengukur kadar senyawa yang terdapat di dalam plasma darah. Tes ini bertujuan memberikan informasi kepada dokter mengenai otot, tulang, dan beberapa organ tubuh Anda (seperti ginjal dan hati).

Jenis-jenis tes BMP sendiri meliputi tes glukosa, tes elektrolit, tes untuk mengukur fungsi ginjal, dan tes kadar kalsium. Pada jenis tes BMP tertentu yaitu tes glukosa, dokter akan menyarankan Anda untuk berpuasa sebelum melakukan tes.

3. Tes Enzim Darah

Tes enzim darah dilakukan untuk mengukur kadar enzim tertentu dalam tubuh Anda. Enzim adalah protein yang membantu tubuh Anda mencapai proses kimia tertentu, seperti memecah makanan dan membekukan darah. Zat ini digunakan di seluruh tubuh untuk banyak fungsi vital.

Tes darah enzim dapat membantu dokter mengidentifikasi masalah kesehatan tertentu, termasuk serangan jantung. Jika seseorang dicurigai mengalami serangan jantung, maka dokter akan memeriksa kadar enzim troponin jantung pasien, yang dilepaskan jantung ketika terluka.

4. Tes Pembekuan Darah

Tes pembekuan darah atau koagulasi panel adalah tes darah yang dilakukan dengan memeriksa kadar protein di dalam tubuh Anda yang berpengaruh terhadap proses pembekuan darah. Hasil dari tes pembekuan darah ini dapat digunakan untuk mendiagnosis leukemia myeloid akut, perdarahan yang berlebihan (hemofilia), trombosis, kondisi hati, dan defisiensi vitamin K.

5. Tes Kolesterol dan Lipid

Tes kolesterol atau dalam istilah medis disebut Lipoprotein panel adalah tes darah yang dilakukan untuk mengetahui apakah Anda berisiko tinggi terkena penyakit jantung dan stroke. Menurut Department of Health and Human Services, seseorang harus berpuasa selama 8-12 jam sebelum mengambil tes kolesterol.

Tes ini akan memberikan informasi mengenai tingkat kolesterol jahat (LDL), tingkat kolesterol baik (HDL), kadar kolesterol total, dan kadar trigliserida dalam darah Anda. Jika hasil tes menunjukkan kadar abnormal kolesterol atau trigliserida, hal tersebut bisa menunjukkan bahwa Anda berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.

Baca Juga : Ragam Jenis Tes Pemeriksaan Jantung

6. Tes Fungsi Tiroid

Tes fungsi tiroid dilakukan untuk memeriksa seberapa baik tiroid Anda memproduksi dan bereaksi terhadap hormon tertentu. Tes biasanya termasuk tiroid stimulating hormone (TSH), T4, dan T3. Kadar TSH, T3 dan T4 semuanya dapat diuji dalam darah Anda. Dokter mungkin akan menguji TSH terlebih dahulu, lalu T3 dan T4 jika TSH abnormal. Tes juga dapat digunakan untuk mengukur antibodi untuk mendiagnosis penyakit tiroid autoimun.

7. Tes C-reaktif Protein (CRP)

Tes C-reactive protein (CRP) adalah tes darah yang memeriksa infeksi atau peradangan dalam tubuh. Tes ini digunakan untuk mendeteksi keparahan peradangan atau apakah tubuh Anda merespons pengobatan.

Anda mungkin memerlukan tes ini jika dokter mencurigai Anda memiliki infeksi atau penyakit yang berhubungan dengan peradangan (seperti rheumatoid arthritis atau penyakit radang usus). Tes CRP dapat membantu mengonfirmasi diagnosis dan menilai seberapa baik pengobatan untuk penyakit-penyakit tersebut.

8. Tes Golongan Darah

Tes darah ini dilakukan untuk mengetahui jenis darah seseorang. Penting untuk mengetahui golongan darah Anda karena tidak semua golongan darah kompatibel (cocok satu sama lain). Menerima darah yang tidak sesuai dengan golongan darah Anda dapat memicu respons kekebalan yang berbahaya.

Itulah berbagai jenis tes darah yang umum dilakukan dan beserta fungsinya. Sebelum melakukan tes darah, biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani puasa selama 8-12 jam. Ini karena dalam makanan dan minuman yang Anda konsumsi mengandung banyak vitamin, protein, dan nutrisi lainnya yang dapat menyebabkan naik-turunnya sementara kadar darah.

Puasa ini bertujuan untuk memastikan hasil tes darah yang Anda lakukan terbebas dari variabel-variabel tersebut, dengan begitu hasil tes darah yang diperoleh akan akurat. Selain itu, bicaralah dengan dokter untuk mengetahui apakah ada tes lain yang mungkin Anda perlukan untuk memastikan kesehatan optimal Anda.

Baca Juga : Mengapa Tes Golongan Darah itu Penting?

Sumber


Activebeat. 2018. Most Common Blood Tests (And What They’re Used For). www.activebeat.com
Healthline. All About Blood Tests. www.healthline.com
Medical News Today. 2020. Blood Tests: Types, Routine, Testing, Results, and More. www.medicalnewstoday.com
National Heart, Lung, and Blood Institute. Blood Tests. www.nhlbi.nih.gov
Stanford Health Care. Types of Blood Tests. www.stanfordhealthcare.org



Add Your Comment