7 Jenis Gangguan Sistem Pencernaan Paling Umum

7 Jenis Gangguan Sistem Pencernaan Paling Umum

Penulis: Dita | Editor: Umi

Sistem pencernaan merupakan salah satu bagian tubuh yang rentan mengalami gangguan. Namun, karena beberapa gejala yang muncul kerap dianggap sebagai sesuatu yang memalukan, tidak banyak orang yang membicarakannya dengan dokter. Terlebih beberapa gejala dari gangguan sistem pencernaan terlihat sama sehingga membingungkan bagi pasien untuk mengetahui penyebab pastinya.

Beberapa gejala paling umum dari masalah sistem pencernaan mulai dari mual, muntah, diare hingga kembung dan perdarahan. Untuk mengetahui penyebab pastinya, Anda memerlukan diagnosis dari dokter yang didapat setelah melakukan pemeriksaan fisik dan melakukan pengecekan riwayat kesehatan.

Baca Juga : Waspadai Infeksi Bakteri Escherichia Coli (E. Coli) Pada Pencernaan

Di antara begitu banyak masalah gangguan sistem pencernaan yang ada, ada beberapa yang paling umum dan sering terjadi. Apa saja?

1. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD merupakan salah satu gangguan sistem pencernaan yang umum diderita. Kondisi ini terjadi ketika stingfer esofagus yang berada di bagian bawah menjadi lemah atau relaks di saat yang tidak seharusnya. Akibatnya, asam lambung bisa naik dan kembali ke kerongkongan.

GERD biasanya memicu mulas, menyebabkan sensasi terbakar di dada hingga rasa asam di mulut. Gejala GERD lainnya berupa mengi, sakit tenggorokan, sulit menelan, dan batuk kronis.

2. Wasir (Hemorhoid)

Jika Anda pernah buang air besar dan menemukan darah segar yang keluar bersama dengan feses Anda, maka ini adalah pertanda Anda mengalami wasir atau ambeien.

Wasir merupakan peradangan pembuluh darah di ujung saluran pencernaan yang bisa menyebabkan rasa nyeri dan gatal. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan wasir antara lain sembelit kronis, diare, mengejan terlalu keras saat buang air besar, dan kekurangan serat (fiber) dalam makanan Anda.

3. Flu Perut (Gastroenteritis)

Flu perut atau yang dikenal dengan istilah medis gastroenteritis adalah infeksi yang terjadi di lambung dan bagian atas usus kecil. Beberapa gejala yang biasanya muncul adalah sakit perut, diare, kram, dan muntah. Rotavirus dan norovirus merupakan dua jenis virus yang menyebabkan seseorang mengalami flu perut.

Flu perut biasanya bisa sembuh dengan sendirinya, tapi Anda mungkin akan kehilangan banyak cairan karena diare dan muntah. Untuk mencegah dehidrasi, pastikan Anda minum cukup banyak air dan minuman elektrolit.

4. Penyakit Celiac

Penyakit Celiac (celiac disease) merupakan kondisi di mana seseorang memiliki reaksi kekebalan terhadap gluten dan protein yang ditemukan dalam gandum, gandum hitam, dan barley. Meskipun kasusnya sangat langka, tetapi gejala celiac mirip dengan gangguan sistem pencernaan yang lain seperti perut kembung, diare, dan sakit perut.

Penyakit celiac sendiri sebenarnya merupakan gangguan autoimun. Mereka yang mengidap celiac disease tidak boleh mengonsumsi gluten karena bisa menyebabkan kerusakan selaput usus halus.

Baca Juga : 9 Gejala Sensitivitas Terhadap Gluten yang Jarang Diketahui

5. Penyakit Crohn

Penyakit Crohn merupakan salah satu jenis penyakit radang usus (Inflammatory Bowel Disease/IBD) yang bisa memengaruhi berbagai bagian dari saluran pencernaan. Namun, bagian yang paling umum terdampak adalah ileum terminal (bagian yang menghubungkan ujung usus halus dengan usus besar.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa yang bisa menyebabkan seseorang menderita penyakit Crohn. Beberapa peneliti memperkirakan bahwa faktor genetik dan riwayat kesehatan keluarga mungkin berperan. Gejala Crohn yang paling umum meliputi sakit perut, diare, pendarahan rektal, penurunan berat badan, dan demam.

Selain memberikan obat dan melakukan pembedahan, penderita Crohn sebaiknya menghindari berbagai makanan pemicu, seperti produk olahan susu, minuman berkarbonasi, alkohol, kopi, buah dan sayuran mentah, makanan berlemak, digoreng dan pedas.

6. Kolitis Ulseratif

Kolitis ulseratif merupakan radang usus yang umum terjadi. Gejalanya sekilas mirip dengan Crohn, tetapi hanya menyerang usus besar saja.

Ketika sistem kekebalan tubuh Anda salah mengenali makanan sebagai material asing, akan muncul luka atau bisul di lapisan usus besar. Beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain sering buang air besar, nyeri disertai dengan diare, kram perut hingga darah pada feses.

Kolitis ulseratif bisa diatasi dengan mengonsumsi obat dan menghindari makanan yang bisa menyebabkan perut menjadi tidak nyaman. Dalam kasus yang parah, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan operasi pengangkatan usus besar sebagai bagian dari terapi.

7. Tukak Lambung

Tukak lambung merupakan luka yang berkembang di lapisan perut atau bagian atas usus kecil. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, merokok, atau sebagai efek samping dari mengonsumsi obat pereda nyeri secara berlebihan (seperti aspirin atau ibuprofen).

Itulah beberapa contoh penyakit gangguan pencernaan yang umum terjadi. Karena gejalanya yang mirip, beberapa penyakit mungkin sulit dibedakan satu sama lain. Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, konsultasikan kondisi kesehatan sistem pencernaan Anda pada dokter.

Baca Juga : Ketahui Anatomi Sistem Pencernaan Manusia

 

Sumber

Active Beat (2018). Most Common Digestive Disease and Disorders. www.activebeat.com
Everyday Health (2020). 9 Common Digestive Condition from Top to Bottom. www.everydayhealth.com
Health Grades (2020). 10 Common Digestive Disorder. www.healthgrade.com
John Hopkins Medicine (2020). Digestive Disorder. www.hopkinsmedicine.org