Waspada, Kenali Perbedaan Sesak Napas karena Maag dan Serangan Jantung

Waspada, Kenali Perbedaan Sesak Napas karena Maag dan Serangan Jantung

Penulis: Gradita | Editor: Alhasbi

Dispepsia atau yang lebih umum dikenal sebagai maag adalah kondisi yang tidak nyaman pada perut bagian atas, disertai dengan gejala rasa nyeri pada ulu hati, kembung, perut terasa penuh, dan sakit perut.

Adapun maag yang umumnya disebabkan oleh beberapa faktor pemicu, seperti:

  • Pola makan yang kurang baik.
  • Gangguan pankreas, seperti pankreatitis.
  • Penyakit lambung, seperti tukak lambung, radang lambung dan asam lambung (GERD).
  • Gangguan saluran empedu, seperti kolesistitis.
  • Gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok atau terlalu banyak mengonsumsi alkohol.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Stress berlebihan.

Ada kemungkinan Anda mengalami gejala sesak napas ketika Anda menderita maag. Namun, penderita serangan jantung juga bisa mengalami gejala sesak napas. Oleh karena itu, penting untuk Anda mengenali perbedaan sesak napas karena maag atau serangan jantung.

Mengenali gejala maag

Maag dapat menyerang siapa saja tanpa pandang usia. Terdapat beberapa gejala yang muncul ketika terlambat makan atau justru setelah makan. Gejala maag bisa muncul dengan gejala lain meliputi mual hingga muntah, nyeri hebat bagian perut, perut seperti tertekan, dan lebih sering bersendawa.

Saat Anda mengalami maag, Anda juga merasakan gejala sesak napas. Penyebabnya karena asam lambung naik ke kerongkongan, lalu ke tenggorokan hingga masuk ke paru-paru. Ini menyebabkan paru-paru membengkak dan Anda mengalami sesak napas.

Sebaiknya, segera berkonsultasi dengan dokter ketika Anda mengalami maag dengan gejala sesak napas. Adapun beberapa gejala lain yang perlu Anda waspadai saat mengalami maag. Gejala ini biasanya terjadi dengan intensitas waktu yang lama hingga mengganggu aktivitas Anda, seperti:

  • Keringat dingin.
  • Badan gemetar.
  • Tidak napsu makan.
  • Muntah darah.
  • Penurunan berat badan secara drastis.
  • Kulit dan mata berwarna kuning.
  • Fases berwarna gelap.

Beberapa gejala maag tidak jauh berbeda dengan serangan jantung. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebab sesak napas yang Anda alami.

Tips sederhana mengobati maag

Saat ingin mengobati maag, Anda perlu untuk mengetahui penyebab dan gejala yang muncul. Dengan begitu, pengobatan dapat Anda lakukan sesuai dan tepat.

Perlu untuk Anda konsultasikan ke dokter dan dilakukan pemeriksaan untuk menentukan diagnosis dan menemukan penyebab keluhan yang Anda alami.

Berikut tips sederhana mengobati maag yang bisa Anda lakukan ketika diagnosis maag.

1. Pola makan sehat

Menjalani pola makan sehat penting dilakukan, termasuk saat Anda ingin mengobati maag yang Anda alami. Makanlah dengan porsi yang sedikit, namun dengan intensitas yang lebih sering serta kunyahlah dengan baik agar tekstur makanan lebih halus ketika ditelan.

Hindari makanan berlemak, pedas, asam, minuman bersoda, minuman alkohol, minuman tinggi kafein, dan kebiasaan merokok.

2. Hindari berbaring setelah makan

Setelah makan, sebaiknya Anda duduk dan menghindari berbaring. Lambung membutuhkan waktu beberapa jam untuk mencerna makanan dan mengosongkannya.

3. Berolahraga secara teratur

Olahraga secara teratur memiliki banyak manfaat untuk tubuh, meliputi membantu kinerja organ pencernaan dan meningkatkan metabolisme tubuh.

4. Menjaga berat badan agar selalu ideal

Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan salah satu faktor pemicu maag, dokter akan menyarankan untuk menjaga berat badan agar selalu ideal dengan pola hidup yang sehat.

5. Hindari stress berlebihan

Stress berlebih juga merupakan salah faktor pemicu maag. Anda perlu mengelola pikiran agar stress dapat terkontrol dengan baik.

6. Mengonsumsi obat maag

Setelah Anda melakukan pemeriksaan ke dokter, maka dokter akan memberikan obat maag sesuai dosis yang sesuai untuk mengobati maag yang Anda alami.

Sesak napas karena serangan jantung

Banyak dari Anda yang sudah mengetahui bahwa penderita penyakit jantung akan lebih sering mengalami gejala sesak napas. Hal tersebut tentunya harus Anda waspadai karena sesak napas karena serangan jantung merupakan gejala yang bisa mengancam nyawa.

Umumnya, sesak napas karena serangan jantung muncul beserta dengan rasa nyeri yang sangat hebat di dada. Biasanya penderita akan merasakan dada terasa berat, tertindih, ataupun tertekan. Adapun rasa nyeri tersebut bisa menjalar ke bagian perut atas, punggung, bahu, leher, dan rahang.

Selain itu, rasa nyeri karena serangan jantung biasanya terjadi bersamaan dengan detak jantung yang tidak beraturan atau berdetak lebih cepat dari biasanya. Jangan anggap remeh jika Anda mengalami sesak napas, karena berisiko menyebabkan kematian.

Di masa seperti saat ini, Anda perlu waspada jika mengalami sesak napas. Selain karena maag atau serangan jantung, penyebab sesak napas bisa juga karena coronavirus disease atau COVID-19. Umumnya, gangguan muncul beserta dengan batuk dan demam. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, khususnya di masa pandemi.

Baca Juga : Tiba-tiba Sesak Napas? Bisa Jadi Ini Penyebabnya!

Sumber

Mayo Clinic. (2019). Indigestion. www.mayoclinic.org

Mayo Clinic. (2020). Shortness of breath. www.mayoclinic.org

Mayo Clinic. (2020). Heart attack. www.mayoclinic.org

Medical News Today. (2020). What to know about indigestion or dyspepsia. www.medicalnewstoday.com