Spondylolisthesis: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Diagnosisnya

Spondylolisthesis: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Diagnosisnya

Penulis: Heldania | Editor: Opie

Spondylolisthesis merupakan kondisi ketika tulang belakang mengalami pergeseran dari posisi normal.

Biasanya, spondylolisthesis terjadi di dasar tulang belakang. Bisa juga terjadi pada semua bagian tulang punggung, mulai dari tulang punggung bagian atas, tengah, dan bawah.

Bergesernya kondisi tulang belakang akan memberi tekanan pada saraf, sehingga Anda mungkin merasakan sakit di punggung bagian bawah atau pada area kaki.

Baca Juga: Kelainan Pada Tulang Belakang

Kaitan Spondylolisthesis dengan Kondisi Saraf Terjepit

Spondylolisthesis tidak sama dengan HNP (hernia nukleus pulposus) atau saraf terjepit.

Di mana pada kondisi saraf terjepit, pergeseran hanya terjadi pada bantalan yang terletak di antara ruas tulang belakang dan menekan saraf yang ada di tulang belakang.

Gejala Spondylolisthesis

Ada banyak kasus di mana penderita spondylolisthesis tidak menyadari dirinya mengalami kondisi ini.

Jika mengalami spondylolisthesis, berikut ini beberapa gejala yang mungkin akan Anda alami:

  • Bokong terasa sakit
  • Rasa sakit pada punggung bagian bawah
  • Otot yang mengalami ketegangan dan kekakuan
  • Nyeri yang semakin parah saat beraktivitas
  • Paha belakang terasa kencang
  • Rasa nyeri yang menyebar ke bawah kaki (akibat tekanan pada akar saraf)
  • Mengalami kesulitan untuk berdiri atau berjalan

Penyebab Spondylolisthesis

Berdasarkan penyebabnya, ada enam jenis utama spondylolisthesis, yaitu:

  • Spondylolisthesis kongenital – Kondisi rusaknya vertebra (serangkaian tulang-tulang kecil pada tulang belakang) sejak lahir.
  • Spondylolisthesis istmik – Jenis spondylolisthesis ini disebabkan oleh kondisi lain yang disebut spondylolysis. Pada spondylolysis, patah tulang atau retakan di bagian tipis tulang belakang dapat menyebabkan tulang belakang tergelincir ke belakang, ke depan, atau di atas tulang di bawahnya.
  • Spondylolisthesis degeneratif – Seiring waktu, atau disk yang menjadi bantalan tulang rawan di antara ruas tulang belakang mengering dan menjadi lebih tipis. Penipisan ini membuat tulang belakang lebih mudah terlepas dari tempatnya.
  • Spondylolisthesis traumatis – Cedera atau trauma juga dapat menyebabkan tulang belakang terlepas dari tempatnya.
  • Spondylolisthesis patologis – Penyebab spondylolisthesis jenis ini adalah osteoporosis atau kanker.
  • Spondylolisthesis pasca operasi – Kondisi tulang belakang terlepas dari tempatnya ini terjadi setelah operasi tulang belakang.

Faktor Risiko Spondylolisthesis

Anda akan lebih mungkin mengalami spondylolisthesis jika mempunyai beberapa faktor risiko berikut ini:

  • Atlet – Spondylolisthesis sangat umum menyerang anak-anak yang melakukan senam atau bermain sepak bola.
  • Kondisi saat lahir – Dilahirkan dengan area tulang belakang yang lebih tipis sehingga rentan patah dan tergelincir.
  • Usia – Berisiko lebih besar terjadi pada seseorang yang lebih tua.
  • Masalah tulang belakang – Misalnya memiliki kondisi tulang belakang degeneratif.

Baca Juga: Cedera Saraf Tulang Belakang: Dampak, Pengobatan, dan Pencegahan

Diagnosis Spondylolisthesis

Langkah pertama dalam mendiagnosis spondylolisthesis adalah melakukan pemeriksaan fisik.

Jika dokter mencurigai bahwa Anda mungkin menderita spondylolisthesis, dokter akan bertanya tentang gejala yang Anda rasakan dan menjalankan tes pencitraan untuk melihat apakah tulang belakang Anda tidak pada tempatnya.

Tes pencitraan yang mungkin dilakukan termasuk:

  • X-ray
  • CT scan
  • Pemindaian MRI

Jika Anda menderita spondylolisthesis, Anda mungkin mengalami kesulitan mengangkat kaki lurus ke depan selama latihan sederhana.

X-ray tulang belakang bagian bawah penting dilakukan untuk menentukan apakah tulang belakang tidak pada tempatnya.

Dokter mungkin juga mencari kemungkinan patah tulang pada gambar X-ray.

CT scan yang lebih rinci juga bisa dilakukan jika tulang yang salah tempat menekan saraf Anda.

Cara Mengatasi Spondylolisthesis

Perawatan untuk mengatasi spondylolisthesis tergantung pada tingkat keparahan nyeri dan pergeseran tulang belakang yang Anda alami.

Perawatan nonbedah dapat membantu meringankan rasa sakit dan mendorong tulang untuk kembali ke tempatnya.

Penting untuk menghindari olahraga selama proses penyembuhan.

Berikut beberapa metode perawatan nonbedah yang paling umum dilakukan untuk mengatasi spondylolisthesis:

  • Memakai penyangga punggung
  • Melakukan latihan terapi fisik
  • Menggunakan suntikan steroid epidural
  • Konsumsi obat antiinflamasi yang dijual bebas atau dengan resep dokter untuk mengurangi rasa sakit

Sebaiknya Anda mencoba perawatan nonbedah terlebih dahulu.

Namunmjika kasus spondylolisthesis yang diderita parah, Anda mungkin perlu menjalani operasi fusi tulang belakang.

Koreksi bedah dari vertebra yang salah tempat diperlukan saat tulang telah bergeser begitu jauh ke bawah sehingga tulang belakang Anda tidak merespons terapi nonbedah.

Pembedahan juga diperlukan jika tulang belakang menekan saraf.

Dokter akan berusaha menstabilkan tulang belakang Anda dengan menggunakan cangkok tulang dan batang logam.

Dokter mungkin juga akan memasukkan penyangga internal untuk membantu menopang tulang belakang saat sembuh.

Setelah fusi tulang belakang selesai, dibutuhkan waktu sekitar 4-8 bulan bagi tulang untuk menyatu sepenuhnya.

Operasi sendiri memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi untuk mengatasi spondylolisthesis.

Baca Juga: Waspadai Penyebab dan Gejala Cedera Saraf Tulang Belakang

Sumber

Cleveland. (2020). Spondylolisthesis. My.clevelandclinic.org

Healthline. (2018). Spondylolisthesis. www.healthline.com

NHS. (2019). Spondylolisthesis. www.nhs.uk

WebMD. (2020). Spondylolisthesis. www.webmd.com