Memahami Pemindaian dengan MRI : Pengertian, Prosedur, dan Risikonya

Memahami Pemindaian dengan MRI : Pengertian, Prosedur, dan Risikonya

Penulis: Mustika | Editor: Umi

Selain CT Scan, Anda tentu sering mendengar metode pemeriksaan medis lainnya yaitu MRI. Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah teknik pencitraan medis yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio yang dihasilkan komputer untuk membuat gambar rinci organ dan jaringan dalam tubuh Anda.

Pemindaian MRI biasanya digunakan untuk memeriksa kondisi otak dan sumsum tulang belakang, tulang dan sendi, payudara, organ internal (seperti hati, rahim atau kelenjar prostat), jantung dan pembuluh darah. Metode ini memungkinkan tim medis untuk melihat struktur internal tubuh Anda tanpa membuat sayatan melalui detail gambar beresolusi tinggi.

Bahkan mesin MRI dapat menghasilkan gambar 3D yang dapat dilihat dari berbagai sudut sehingga bisa digunakan untuk membantu mendiagnosis kondisi, merencanakan perawatan, dan menilai seberapa efektif perawatan sebelumnya. Mesin ini memiliki bentuk seperti tabung besar dengan lubang di kedua ujungnya.

Baca Juga : Melacak penyakit dengan CT Scan: Pengertian, Prosedur dan Manfaatnya

Prosedur Pemindaian MRI

Pada hari pemindaian MRI, Anda bisa makan dan minum seperti biasa. Kecuali dalam beberapa kasus, Anda mungkin diminta untuk tidak makan atau minum apapun (puasa) hingga 4 jam sebelum pemindaian, atau kadang-kadang Anda mungkin diminta untuk banyak minum air putih sebelumnya.

Sebelum melakukan pemindaian, biasanya Anda diminta untuk mengisi kuesioner tentang riwayat kesehatan Anda. Hal ini akan membantu petugas medis untuk memastikan Anda melakukan pemindaian dengan aman. Kemudian Anda akan melalui langkah selanjutnya, yaitu:

  • Anda akan diminta mengganti pakaian dengan baju khusus rumah sakit untuk menghindari hal-hal yang dapat memengaruhi pencitraan magnetik. Anda juga akan diminta untuk melepaskan benda logam, seperti perhiasan, jepit rambut, kacamata, rambut atau gigi palsu, serta alat bantu dengar.
  • Bahkan jika Anda memiliki tato atau kosmetik permanen, konsultasikan kepada dokter apakah hal itu dapat memengaruhi MRI Anda. Hal ini karena beberapa tinta berwarna lebih gelap mengandung logam.
  • Setelah itu, petugas medis akan membawa Anda ke ruang pemindaian. Anda mungkin akan diberikan suntikan pewarna (cairan kontras) ke dalam aliran darah Anda melalui infus yang disebut gadolinium. Cairan kontras ini digunakan untuk memperoleh gambar yang lebih rinci.
  • Dengan arahan petugas medis, Anda akan diminta berbaring di meja bergerak yang meluncur ke lubang tabung. Tali pengikat bisa digunakan untuk menahan Anda saat pemindaian. Tergantung pada bagian tubuh Anda yang sedang dipindai, tubuh Anda bisa sepenuhnya berada di dalam mesin atau sebagian tubuh Anda mungkin tetap berada di luar mesin.
  • Selama pemindaian, seorang ahli radiologi akan memonitor Anda dari ruangan berbeda untuk menjauhkannya dari medan magnet yang dihasilkan mesin MRI. Anda dapat berbicara dengan ahli radiologi melalui mikrofon. Setiap gambar yang dihasilkan menunjukkan irisan tipis tubuh Anda.
  • Saat di dalam mesin, Anda akan sesekali mendengar bunyi ketukan keras selama pemindaian. Bunyi tersebut berasal dari arus listrik yang dihasilkan oleh kumparan mesin pemindai. Oleh karena itu, Anda akan diberikan penutup telinga atau headphone untuk meredam suaranya.
  • Pemindaian MRI dapat bertahan selama 15 menit hingga lebih dari satu jam tergantung pada ukuran area yang sedang dipindai dan berapa banyak gambar yang diambil. Sangat penting untuk tetap diam selama pemindaian karena gerakan dapat mengaburkan gambar yang dihasilkan.
  • Setelah pemindaian selesai, ahli radiologi akan kembali ke ruangan dan menurunkan meja pemindai sehingga Anda bisa bangun. Anda biasanya harus menunggu selama 15 menit setelah pemindaian jika Anda mendapatkan infusan pewarna untuk berjaga-jaga apabila Anda merasa tidak enak badan.

Dalam pemeriksaan MRI fungsional (FMRI) untuk mengukur aktivitas otak, Anda mungkin diminta untuk melakukan sejumlah tugas kecil, seperti mengetuk ibu jari ke jari Anda, menggosok kertas amplas, atau menjawab pertanyaan sederhana. Cara ini membantu menunjukkan dengan tepat bagian otak yang mengontrol tindakan tersebut.

Hasil pemindaian MRI Anda perlu dianalisis oleh ahli radiologi (dokter yang terlatih dalam menafsirkan scan dan sinar-X) dan melaporkan temuannya ke dokter Anda. Dokter Anda akan mendiskusikan temuan penting dan langkah selanjutnya kepada Anda. Biasanya dibutuhkan 1-2 minggu untuk hasil pemindaian MRI.

Baca Juga : Sebelum Terlambat, Kenalilah Ciri-ciri Kanker Payudara Stadium 1

Kemungkinan Risiko

Tidak seperti CT scan yang mengandung radiasi, paparan medan magnet atau gelombang radio dari mesin MRI sangat aman digunakan dan prosedurnya tidak menyakitkan. Meskipun MRI umumnya aman selama kehamilan, tetapi sebagai tindakan pencegahan, ibu hamil biasanya tidak akan memiliki pemindaian selama 3 bulan pertama kehamilan.

Di samping itu, beberapa orang mungkin merasa sesak ketika mereka melakukan pemindaian MRI terutama jika Anda takut pada ruang tertutup (claustrophobia). Namun, dokter biasanya akan memberikan obat untuk membantu Anda rileks dan merasa mengantuk.

Selain itu, beberapa orang memiliki alergi terhadap cairan kontras sehingga ahli radiologi akan memeriksa terlebih dahulu tentang kondisi medis atau alergi yang Anda miliki. Anda juga mungkin mendapatkan memar kecil di sekitar area tempat dimasukkan infusan pewarna.

Bagi Anda penderita penyakit ginjal, terdapat risiko komplikasi yang jarang dari penggunaan cairan kontras. Maka dari itu, pasien dengan penyakit ginjal mungkin akan diminta untuk melakukan tes darah sebelum pemindaian MRI untuk memeriksa fungsi ginjal pasien.

Baca Juga : Kapan Waktu Terbaik untuk USG?

Sumber


Active Beat. Piercings, Pacemakers Pose Hazards During MRI Scans. www.activebeat.com
American Heart Association. 2015. Magnetic Resonance Imaging (MRI). www.heart.org
GB Health Watch. MRI Scans. www.gbhealthwatch.com
Medical News Today. 2018. What to know about MRI scans. www.medicalnewstoday.com
MRI Centers. Understanding MRI. www.mri-center.com
National Institute of Biomedical Imaging and Bioengineering. Magnetic Resonance Imaging (MRI). www.nibib.nih.gov
Stanford Health Care. Risks of Magnetic Resonance Imaging (MRI). stanfordhealthcare.org



Add Your Comment