Pahami Akromegali, Kondisi yang Terjadi Karena Kelebihan Hormon Pertumbuhan

Pahami Akromegali, Kondisi yang Terjadi Karena Kelebihan Hormon Pertumbuhan

Penulis: Heldania | Editor: Opie

Ditinjau oleh: dr. Tommy

Terakhir ditinjau: 3 April 2023

 

Akromegali merupakan kondisi gangguan hormonal yang muncul karena tubuh orang dewasa memproduksi hormon pertumbuhan (growth hormone) secara berlebihan.

Tubuh yang memiliki terlalu banyak growth hormone menyebabkan pertumbuhan secara berlebihan di berbagai organ serta jaringan otot dan tulang, khususnya pada kaki, tangan, dan wajah.

Di masa kanak-kanak, kelebihan growth hormone menyebabkan peningkatan tinggi badan (gigantisme). Namun pada orang dewasa, bukan perubahan tinggi badan yang terjadi, melainkan peningkatan ukuran tulang terbatas pada tulang tangan, kaki, dan wajah (akromegali).

Kendati bisa dialami oleh orang pada usia berapa pun, biasanya akromegali terjadi pada usia 30-50 tahun.

Baca Juga: Fungsi Hormon Progesteron pada Pria dan Wanita

Gejala Akromegali

Gejala umum akromegali adalah tangan dan kaki yang membesar. Misalnya, Anda tidak dapat mengenakan cincin yang dulunya pas atau ukuran sepatu Anda semakin membesar.

Akromegali juga bisa menyebabkan perubahan bertahap pada bentuk wajah, seperti rahang bawah dan tulang alis yang menonjol, hidung yang membesar, bibir yang menebal, dan jarak antar gigi yang lebih lebar.

Perkembangan akromegali cenderung lambat, akibatnya tanda-tanda awal mungkin tidak terlihat selama bertahun-tahun.

Anda mungkin baru menyadari perubahan fisik yang Anda alami dengan membandingkan foto lama dengan foto baru.

Secara keseluruhan, gejala akromegali cenderung bervariasi tergantung masing-masing orang, namun biasanya meliputi:

  • Tangan dan kaki membesar
  • Kulit kasar, berminyak, menebal
  • Penyumbatan saluran napas bagian atas yang menyebabkan mendengkur parah
  • Keringat berlebihan dan bau badan
  • Pertumbuhan kecil jaringan kulit (skin tag)
  • Kelelahan dan kelemahan sendi atau otot
  • Nyeri dan mobilitas sendi terbatas
  • Sakit kepala yang mungkin persisten atau parah
  • Ketidakteraturan siklus menstruasi pada wanita
  • Disfungsi ereksi pada pria
  • Kehilangan minat pada seks

Penyebab Akromegali

Penyebab akromegali adalah kondisi kelenjar pituitari yang menghasilkan terlalu banyak hormon pertumbuhan atau growth hormone (GH) dalam jangka waktu yang lama.

Kelenjar pituitari adalah kelenjar kecil di dasar otak, tepatnya di belakang batang hidung. Kelenjar ini menghasilkan GH dan sejumlah hormon lainnya. GH memainkan peran penting dalam mengelola pertumbuhan fisik Anda.

Saat kelenjar pituitari melepaskan GH ke dalam aliran darah, hati akan memproduksi hormon yang disebut insulin-like growth factor-1 (IGF-1). IGF-1 inilah yang menyebabkan tulang dan jaringan lain di dalam tubuh mengalami pertumbuhan. Namun, terlalu banyak GH menyebabkan terlalu banyak IGF-1 yang dapat menyebabkan gejala dan komplikasi akromegali.

Pada orang dewasa, tumor adalah penyebab paling umum dari produksi GH yang terlalu banyak. Berikut jenis tumor yang biasanya menyebabkan produksi GH berlebih:

  • Tumor Hipofisis – Kebanyakan kasus akromegali disebabkan oleh tumor jinak di kelenjar hipofisis (pituitary). Tumor ini menghasilkan hormon pertumbuhan dalam jumlah berlebihan yang menyebabkan banyak gejala akromegali.

Beberapa gejala akromegali, seperti sakit kepala dan gangguan penglihatan, disebabkan oleh tumor yang menekan jaringan otak di dekatnya.

  • Tumor Nonhipofisis – Sebagian penderita akromegali disebabkan oleh tumor di bagian lain dari tubuh, seperti paru-paru atau pankreas karena terkadang tumor ini mengeluarkan GH.

Dalam kasus lain, tumor tersebut menghasilkan hormon yang disebut hormon pelepas hormon pertumbuhan (GH-RH) yang memberi sinyal pada kelenjar pituitari untuk memproduksi lebih banyak GH.

Komplikasi Akromegali

Kondisi akromegali yang tidak disadari selama bertahun-tahun dapat membahayakan tubuh dan kesehatan karena Anda berpotensi mengalami sejumlah komplikasi penyakit akibat kondisi ini.

Berikut beberapa komplikasi yang bisa Anda alami akibat akromegali:

  • Hipertensi – Hipertensi atau tekanan darah tinggi muncul saat tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi. Kondisi ini bisa dialami oleh hampir semua orang. Namun, pengidap akromegali sebaiknya menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat agar menghindari komplikasi tekanan darah tinggi.
  • Penyakit Kardiovaskular – Penyakit jantung ini merupakan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung.
  • Osteoarthritis – Pertumbuhan hormon yang berlebih pada pengidap akromegali dapat menyerang tulang, akibatnya menyebabkan osteoarthritis (kondisi rusaknya tulang rawan secara perlahan sehingga menyebabkan persendian terasa nyeri atau kaku).
  • Suara Serak – Pengidap akromegali¬† dapat mengalami suara serak karena adanya pelebaran pita suara dan kondisi sinus.
  • Gangguan Penglihatan – Sebagian besar pengidap akromegali juga mengalami gangguan penglihatan jika kondisi ini tidak ditangani dengan tepat.

Cara Mengobati Akromegali

Anda bisa mengobati akromegali berdasarkan penyebabnya.

Fokus pengobatan adalah mengurangi tingkat keparahan gejala, mengatur kadar hormon pertumbuhan berlebih, dan mengatasi gangguan di kelenjar hipofisis.

Berikut pengobatan untuk mengatasi akromegali:

  • Konsumsi Obat-Obatan

Berikut beberapa jenis obat-obatan yang bisa dikonsumsi untuk mengobati akromegali:

    • Dopamine agonist – Dopamine agonist adalah obat yang dikonsumsi untuk menekan produksi GH dan IGH-I (bromocriptine termasuk dalam jenis obat ini).
    • Analog somatostatin – Jenis obat-obatan seperti octreotide biasa dikonsumsi untuk mengontrol produksi dan aliran hormon pertumbuhan, serta mengecilkan ukuran tumor.
    • Antagonis hormon pertumbuhan – Penderita akromegali bisa mengonsumsi obat ini, seperti pegvisomant, untuk memblokir efek hormon pertumbuhan pada jaringan tubuh.
  • Operasi

Dokter pada umumnya akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat tumor dari hipofisis yang menekan saraf dan memicu produksi GH berlebih.

Teknik endoskopi akan digunakan, yaitu memasukkan alat melalui hidung atau bibir atas untuk mengangkat tumor.

Jika tumor tidak bisa terangkat sepenuhnya dengan prosedur operasi dan obat-obatan, maka radioterapi umumnya akan disarankan oleh dokter.

Fungsi terapi ini adalah menghancurkan sel tumor yang masih tersisa dan menekan kadar hormon pertumbuhan secara perlahan.

Baca Juga: Mengenal Fungsi Hormon Androgen bagi Pria dan Wanita

Sumber

Healthline. (2017). Acromegaly. www.healthline.com

Cleveland Clinic. (2018). Acromegaly. www.clevelandclinic.org

NHS. (2020). Acromegaly. www.nhs.uk

Mayo Clinic. (2021). Acromegaly. www.mayoclinic.org