Ketahui Berbagai Macam Penyakit Kardiovaskular

Ketahui Berbagai Macam Penyakit Kardiovaskular

Penulis: Fajar | Editor: Ratna

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut bahwa penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. WHO mencatat sekitar 31% kematian akibat oleh penyakit tersebut.

Dari jumlah kematian tersebut, 85% diantaranya akibat oleh serangan jantung dan stroke, dan hal tersebut sering terjadi di negara berkembang.

Artikel ini akan menjelaskan berbagai macam penyakit kardiovaskular serta masing-masing penyebab dan gejalanya.

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner adalah situasi ketika arteri koroner menyempit. Arteri koroner sendiri merupakan pembuluh darah yang memasok oksigen dan darah ke jantung manusia.

Hal tersebut umumnya akibat penumpukan kolesterol pada dinding arteri. Kolesterol menjadi plak yang menyempitkan saluran darah ke jantung. Penyempitan tersebut bisa memicu serangan jantung.

Baca Juga: Ketahui Faktor Risiko Penyebab Serangan Jantung

Gejala Penyakit Jantung Koroner

Beberapa gangguan kesehatan yang mungkin sebagai gejalanya, antara lain:

  • Dada seperti tertekan atau terasa sesak
  • Dada seperti terbakar
  • Nyeri dada tersebar ke leher, rahang, dan sekitarnya
  • Gangguan pencernaan
  • Maag
  • Keringat dingin
  • Mual
  • Keram
  • Sesak napas

Serangan jantung terjadi ketika otot jantung tak memiliki cukup darah yang beroksigen. Rasa sakit yang timbul biasanya teratur datang dan pergi. Hal tersebut bisa berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam.

Pengobatan Penyakit Jantung Koroner

Tak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit jantung koroner. Namun, sejumlah hal bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi yang timbul akibat penyakit ini.

Biasanya dokter menggunakan obat beta-blocker, yang berfungsi untuk mengurangi tekanan darah dan ritme detak jantung. Dokter juga mungkin memberi seseorang Nitrogliserin untuk melebarkan arteri serta mengurangi permintaan darah dari jantung.

Sebelumnya Aspirin sering disebut sebagai obat yang bisa digunakan untuk mengatasi penyakit jantung koroner, tapi kini dunia kedokteran hanya menggunakan obat tersebut untuk orang dengan risiko tinggi.

Operasi juga bisa Anda pilih sebagai salah satu cara mengobati. Operasi dilakukan untuk membuka dan mengganti arteri yang tersumbat. Selain itu, operasi bypass koroner juga bisa saja dilakukan, dengan mencangkok arteri dari bagian tubuh lain.

Baca Juga: Tips Mencegah Jantung Koroner dan Cara Merawatnya

Stroke (Cerebrovascular)

Cerebrovascular merupakan istilah medis dari stroke. Stroke adalah kondisi ketika aliran darah ke otak terhenti, baik akibat dari penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

Stroke harus mendapat penanganan secepat-cepatnya. Sebab jika terlambat mendapatkan penanganan, seseorang dapat mengalami kerusakan otak permanen. Maka dari itu, penting untuk mengetahui secara detail gejala stroke.

Gejala Stroke

Semakin cepat terdiagnosis, semakin cepat pula mendapatkan penanganan, dan semakin kecil kemungkinan stroke menyebabkan kerusakan permanen. Berikut antara lain:

  • Sulit berjalan
  • Pusing
  • Hilang keseimbangan dan konsentrasi
  • Sulit bicara dan memahami orang lain bicara
  • Mati rasa pada wajah, kaki, dan tangan. Mati rasa umumnya terjadi pada satu sisi tubuh.
  • Pengelihatan kabur atau gelap

Gejala stroke antar individu bisa berbeda-beda, tingkat keparahannya pun bisa saja berkembang. Ketika ada gejala, sebaiknya secepat mungkin hubungi dokter.

Baca Juga: 7 Penyebab Utama & Faktor Penyakit Stroke

Pengobatan Stroke

Pengobatan atau perawatan pasien stroke berbeda-beda sesuai dengan jenis strokenya, terbagi dua stroke iskemik dan stroke hemoragik. Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhannya.

Untuk pasien stroke iskemik, dokter mungkin akan memberi obat pelarut gumpalan darah, atau pengencer darah. Untuk mencegah stroke lanjutan, dokter juga mungkin memberikan aspirin.

Sementara itu, untuk stroke hemoragik, dokter akan memberikan obat untuk menurunkan tekanan pada otak sebagai akibat dari pendarahan. Jika pendarahan parah, mungkin dokter akan memilih cara operasi.

Penyakit Arteri Pirifer

Penyakit ini merupakan masalah peredaran darah, dimana kondisi arteri menyempit dan mengurangi aliran darah ke seluruh anggota tubuh. Hal tersebut bisa menyebabkan sejumlah gangguan, seperti nyeri kaki saat berjalan.

Penyakit ini mengindikasikan penumpukan timbunan lemak pada arteri seseorang. Pada dasarnya penyakit ini merupakan penyakit dengan gejala ringan, namun sejumlah kasus terdapat gejala berat.

Gejala Penyakit Arteri Perifer

Meski tak berat, namun baiknya kita mengenali sejumlah gejala penyakit arteri perifer sebagai berikut:

  • Kram
  • Kaki mati rasa atau lemas
  • Rasa dingin pada kaki bagian bawah
  • Rambut rontok
  • Pertumbuhan kuku yang lambat
  • Disfungsi ereksi (pada pria)

Saat gejala menjadi lebih parah, mungkin rasa nyaman bisa meliputi seluruh bagian tubuh sehingga penderitanya mengalami sulit tidur. Biasanya penyakit ini akan sembuh dengan terapi fisik, baik berolahraga maupun dengan fisioterapi di rumah sakit.

Itulah sejumlah penyakit kardiovaskular. Untuk mencegahnya, seseorang harus memperbaiki gaya hidup, seperti konsumsi makanan dan minuman sehat, serta mengurangi kebiasaan merokok.

Baca Juga: Kolesterol Tinggi Pemicu Stroke dan Serangan Jantung

Sumber

Healthline. 2018. Cerebrovascular Accident. www.healthline.com

Mayo Clinic. 2021. Peripheral artery disease (PAD). www.mayoclinic.org

Medical News Today. 2020. Everything you need to know about stroke. www.medicalnewstoday.com

Medical News Today. 2019. What to know about coronary heart disease. www.medicalnewstoday.com

WHO. (2017). Cardiovascular diseases (CVDs). www.who.int