Kenali Berbagai Penyebab Panu di Wajah

Kenali Berbagai Penyebab Panu di Wajah

Penulis: Ossy | Editor: Opie

Pernahkah Anda mengalami panu, atau pernahkah ada panu di wajah Anda? Tentunya memiliki panu terasa begitu mengganggu.

Selain membuat percaya diri berkurang, efek samping seperti gatal pun membuat tidak nyaman. Namun, sebenarnya apa itu panu?

Baca Juga: 7 Pilihan Obat Panu yang Bisa Anda Peroleh di Apotek

Memahami Panu

Panu dalam istilah medis disebut pityriasis versicolor atau tinea versicolor. Panu adalah infeksi jamur pada lapisan kulit yang disebabkan jamur Malassezia.

Jamur ini terdapat di permukaan kulit dan tidak menimbulkan masalah kesehatan, namun pertumbuhan jamur Malassezia seringkali di luar kendali dan mempengaruhi warna atau pigmentasi alami kulit Anda.

Tak heran ketika seseorang terkena panu, hal yang paling mudah disadari adalah kemunculan bercak, bintik, atau ruam di kulit.

Infeksi jamur Malassezia ini seringkali muncul di wajah, leher, badan, lengan atas, ketiak, lipatan paha hingga paha.

Penyebab Panu di Wajah 

Panu diketahui lebih sering terjadi di daerah yang hangat dan lembap. Prevalensi terjadinya panu adalah sebesar 50% di negara tropis.

Jakarta menempati urutan pertama sebagai daerah yang penduduknya rentan terkena panu. Kota lain seperti Padang, Bandung Surabaya, Semarang serta Manado pun tak jauh berbeda.

Hal ini karena cuaca yang panas dan lembap sangat rentan terhadap adanya jamur. Selain cuaca, berikut adalah beberapa penyebab panu:

  • Iklim tropis, cuaca panas dan lembap
  • Memiliki keringat berlebih
  • Kulit yang berminyak
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun, semakin lemah semakin mudah jamur berkembang biak
  • Perubahan hormon

Selain itu, panu lebih sering terjadi pada remaja dan dewasa muda dibandingkan usia lain.

Gejala Panu di Wajah

Panu memiliki gejala berupa adanya bercak, titik, atau ruam yang muncul di berbagai bagian kulit termasuk wajah.

Bercak antara satu orang dengan orang lainnya dapat berbeda. Berikut beberapa gejala panu yang harus Anda waspadai:

  • Bercak umumnya berwarna lebih terang atau lebih gelap dari kulit di sekitar
  • Bercak dapat berwarna merah muda, merah, atau kecokelatan
  • Bercak terasa kering dan bersisik
  • Bercak terasa gatal
  • Bercak atau bintik muncul lebih jelas saat terkena sinar matahari
  • Bercak dapat muncul di mana saja, seperti wajah leher, dada, punggung, lengan, paha, dan area lipatan
  • Bercak dapat hilang ketika cuaca dingin dan timbul kembali ketika cuaca panas dan lembap.

Cara mengatasi Panu di Wajah 

Jika panu menyerang wajah atau mungkin daerah tubuh lain, berikut adalah hal yang dapat Anda lakukan:

1. Penggunaan antijamur topikal

Anda dapat mengoleskan krim, salep, sabun mandi, atau lotion pada area yang terkena panu.

Berikut beberapa kandungan salep yang dijual bebas yang bisa Anda coba:

  • Klotrimazol
  • Mikonazol
  • Selenium sulfida
  • Terbinafin
  • Ciclopirox
  • Ketoconazole

2. Meminum obat antijamur

Jika panu yang Anda alami cukup parah, dokter biasanya akan meresepkan obat untuk diminum.

Obat yang mungkin digunakan dokter biasanya yang mengandung flukonazol, itrakonazol, atau ketokonazol.

Berkonsultasilah dengan dokter sebelum meminum obat antijamur

Pengobatan panu biasanya dilakukan dengan menghilangkan infeksi jamur. Pengobatan ini mungkin akan memerlukan waktu beberapa bulan, terlebih untuk mengembalikan warna kulit seperti semula.

Cara Mencegah Panu 

Tinggal di daerah tropis sudah tentu membuat masyarakat Indonesia rentan terhadap jamur dan panu.

Nah, berikut adalah beberapa kiat yang dapat Anda lakukan untuk mencegah panu:

  • Kenakan tabir surya dengan SPF minimal 30 ddan urangi waktu di bawah sinar matahari. Jika Anda harus berada di bawah sinar matahari, gunakan topi atau payung untuk menghindari wajah dari paparan matarai.
  • Hindari menggunakan produk yang membuat kulit berminyak.
  • Gunakan sampo antijamur dan antiketombe, terutama yang mengandung selenium sulfida . Rambut yang bersih sangat berpengaruh pada kesehatan wajah.
  • Kenakan pakaian yang tidak ketat dan nyaman digunakan.
  • Pilihlah kain yang menyerap keringat.
  • Hindari keringat berlebih. Anda dapat menyeka keringat dengan handuk atau tisu, dan mengganti baju dan membersihkan wajah dan badan selepas berkeringat.

Segera temui dokter jika panu yang Anda alami tidak kunjung membaik dan ruam semakin meluas setelah Anda mencoba pengobatan kembali.

Baca Juga: Penyebab Munculnya Panu, Gejala dan Cara Mengobatinya

Sumber

Healthline. (2019). Tinea Versicolor.  www.healthline.com

Mayo Clinic. (2020). Tinea versicolor. www.mayoclinic.org

Soleha, T. U. (2016). Pitiriasis versicolor ditinjau dari aspek klinis dan mikrobiologis. JK Unila Edisi Khusus PEPKI VIII, 1(2), 432-435. repository.lppm.unila.ac.id

WebMD. (2020). Tinea Versicolor.  www.webmd.com