Batu Amandel: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Cara Mengatasinya

Batu Amandel: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Cara Mengatasinya

Penulis: Heldania | Editor: Opie

Ditinjau oleh: dr. Tommy

Terakhir ditinjau: 26 Maret 2023

 

Batu amandel merupakan kumpulan mineral atau serpihan kotoran yang memadat dan mengeras di permukaan amandel.

Ada banyak jenis kotoran, misalnya lendir, sel-sel mati, air liur, dan makanan yang dapat terperangkap di dalam amandel dan menumpuk sehingga membentuk batu amandel.

Kondisi ini memang tidak berbahaya, namun bisa membuat Anda merasa tidak nyaman karena dapat memicu bau mulut dan nyeri pada area mulut dan tenggorokan.

Biasanya, ukuran batu amandel sebesar kerikil dan warnanya putih kekuningan.

Baca Juga: Ketahui Gejala dan Penyebab Radang Amandel

Penyebab Batu Amandel

Amandel terdiri dari kripta tonsil, kantung atau lipatan yang terjadi secara alami pada amandel.

Kripta tonsil merupakan gumpalan jaringan lunak di setiap sisi tenggorokan yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Amandel orang dewasa rata-rata memiliki 10 hingga 20 kripta.

Kripta tonsil ini lah yang menjadi tempat bagi bakteri dan hal-hal lain, termasuk sel-sel mati dan lendir, bisa berkumpul dan membentuk batu amandel.

Potensi penyebab batu amandel meliputi:

  • Kebersihan gigi yang tidak terjaga dengan baik
  • Ukuran amandel besar
  • Masalah sinus kronis
  • Tonsilitis kronis (radang amandel)

Gejala Batu Amandel

Ukuran batu amandel bervariasi, mulai dari sekecil pecahan beras hingga sebesar sebuah anggur.

Kendati tidak selalu mudah dilihat secara kasat mata, biasanya batu amandel tetap menyebabkan beberapa gejala, di antaranya:

  • Bau mulut
  • Tenggorokan terasa sakit
  • Sulit menelan makanan atau minuman
  • Sakit telinga
  • Batuk terus-menerus
  • Amandel mengalami pembengkakan
  • Puing-puing putih atau kuning pada amandel

Jika ukuran batu amandel lebih kecil, Anda mungkin tidak akan merasakan gejala apa pun.

Diagnosis Batu Amandel

Batu amandel bisa didiagnosis menggunakan beberapa cara berikut ini:

  • Pemeriksaan fisik – Gunanya untuk memeriksa kondisi mulut bagian dalam dan tenggorokan.
  • Pemindaian pencitraan – Dilakukan jika batu amandel sulit dilihat dengan mata telanjang.
  • Pencitraan sinar-X Biasanya, untuk kasus di mana penderita batu amandel tidak menyadari kondisi ini karena tidak mengalami gejala apa pun, batu amandel baru diketahui saat penderita melakukan pencitraan sinar-X untuk masalah kesehatan lain.
  • Pemeriksaan gigi – Tidak jarang pula penderita batu amandel mungkin baru menyadari kondisi ini saat melakukan pemeriksaan gigi.

Baca Juga: Penyebab dan Pengobatan Radang Amandel

Cara Mengatasi Batu Amandel

Batu amandel bisa diatasi dengan dua cara, yaitu secara alami dan prosedur medis. Berikut ini beberapa cara mengatasi batu amandel yang bisa Anda coba:

  • Berkumur menggunakan air hangat yang dicampur garam

Anda bisa mencoba cara mengatasi batu amandel alami ini setidaknya dua kali sehari.

Berkumur dengan air garam menarik virus dan bakteri keluar dari tenggorokan.

Ini dapat meredakan ketidaknyamanan tenggorokan dan membantu mengeluarkan batu amandel.

Keadaan kimia di mulut juga bisa diubah oleh air garam sehingga menghilangkan bau mulut akibat batu amandel.

  • Jangan menahan batuk¬†

Sebaiknya Anda tidak menahan batuk karena batuk bisa membantu mengeluarkan batu amandel secara alami.

Jika malu didengar oleh orang lain saat batuk, coba menjauh dari keramaian dan batuk lah dengan nyaman.

  • Minum obat antibiotik¬†

Dokter bisa meresepkan obat antibiotik guna menurunkan jumlah bakteri biang batu amandel.

Walaupun mampu menurunkan jumlah bakteri penyebab berkembang dan tumbuhnya batu amandel, antibiotik tidak mampu mengobati penyebab mendasar batu amandel.

Anda juga tidak boleh mengonsumsi obat antibiotik dalam jangka panjang karena ada efek samping tersendiri.

  • Prosedur medis

Jika cara alami tidak berhasil, Anda bisa melakukan prosedur medis pengangkatan batu amandel dengan laser.

Batu amandel juga bisa diangkat dengan gelombang radio atau kriptolisis koblasi. Biasanya opsi operasi dilakukan jika batu amandel sudah parah.

Kondisi batu amandel memang cukup mengganggu. Meskipun begitu, pastikan Anda tidak mencoba untuk mengangkat batu amandel dengan sikat gigi atau benda lainnya.

Jika sembarangan mengangkat batu amandel secara manual, Anda mungkin akan mengalami pendarahan dan infeksi.

Lebih baik coba sejumlah cara menghilangkan batu amandel di atas yang lebih aman.

Komplikasi Batu Amandel

Komplikasi akibat batu amandel jarang terjadi. Tapi, masih ada kemungkinan komplikasi, seperti abses peritonsil pada level yang serius.

Abses peritonsil sendiri merupakan infeksi bakteri yang membuat nanah muncul di sekitar tonsil atau amandel.

Anda juga bisa mengalami rusak atau terganggunya jaringan amandel yang normal yang dipicu oleh besarnya ukuran batu amandel.

Kondisi ini memiliki efek yang bervariasi, mulai dari pembengkakan, peradangan, dan infeksi.

Baca Juga: Ketahui Prosedur Sebelum, Selama, dan Sesudah Operasi Amandel

Sumber

Healthline. (2018). Tonsil Stones: What They Are and How to Get Rid of Them. www.healthline.com

Cleveland Clinic. (2021). Tonsil Stones. my.clevelandclinic.org

WebMD. (2021). Tonsil Stones (Tonsilloliths). www.webmd.com

Everyday Health. (2019). What Doctors Suggest for Getting Rid of Tonsil Stones. www.everydayhealth.com