Ketahui Milestone Perkembangan Motorik Halus Anak dan Kiat Mengasahnya!

Ketahui Milestone Perkembangan Motorik Halus Anak dan Kiat Mengasahnya!

Penulis: Ossy | Editor: Opie

Aktivitas fisik yang kita lakukan memerlukan keterampilan motorik kasar dan motorik halus.

Ketika berlari, melompat atau berjalan, Anda membutuhkan keterampilan motorik kasar.

Ketika menulis, melukis, atau mengancingkan baju, maka Anda memerlukan keterampilan motorik halus.

Baca Juga: Tak Hanya Menyenangkan, Simak 11 Manfaat Playdough bagi Anak

Poin Penting

  • Motorik halus mengandalkan keterampilan otot tangan yang lebih kecil untuk memegang, menggenggam, mengontrol apa yang dipegang.
  • Motorik halus juga membutuhkan kekuatan otot tangan, kontrol tangan, dan ketangkasan. Keterampilan ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas harian dan perkembangan anak di sekolah.
  • Karena itu, penting sekali bagi orang tua untuk menstimulasi motorik halus anak.

Aktivitas Harian yang Membutuhkan Keterampilan Motorik Halus

Berikut adalah beberapa kegiatan yang membutuhkan keterampilan motorik halus:

1. Aktivitas merawat diri

Aktivitas merawat diri adalah aktivitas sehari-hari yang kita lakukan untuk membersihkan dan merawat tubuh, seperti:

  • Membuka dan menutup resleting
  • Menyikat gigi
  • Mandi dan keterampilan menggunakan toilet
  • Berpakaian
  • Memutar kenop, mengunci pintu
  • Memakai kaos kaki dan menalikan sepatu
  • Memakai ikat pinggang
  • Mengancingkan baju

2. Aktivitas makan

Kegiatan makan dan minum membutuhkan keterampilan motorik halus dan koordinasi gerak mata-tangan yang baik.

Keterampilan motorik halus dibutuhkan dalam hal-hal berikut:

  • Mengambil makanan yang kecil seperti kacang atau kismis
  • Membuka kotak bekal
  • Makan dengan sendok, garpu, atau sumpit
  • Memotong makanan dengan pisau
  • Menggunting snack
  • Menuang minum atau saus
  • Mengupas sayur dan buah
  • Kegiatan memasak, seperti memotong, mengiris, mengaduk
  • Mencuci piring
  • Menabur bumbu, bubuk tabur

3. Keterampilan belajar

Anak-anak usia sekolah perlu memiliki dan mengembangkan keterampilan motorik halusnya.

Motorik halus yang baik akan mendukung mereka dalam melakukan aktivitas belajar, seperti:

  • Membalik halaman buku
  • Mewarnai
  • Menggambar dan melukis
  • Menulis
  • Memotong, menggunting dan menempel
  • Mengukur dengan penggaris atau alat ukur
  • Mengetik dan menggunakan mouse
  • Membuat kerajinan tangan dan memainkan alat musik

4. Keterampilan bermain

Tak hanya bagi kehidupan sehari-hari atau aktivitas belajar, motorik halus juga mendukung keterampilan bermain anak, seperti:

  • Menggoyang tamborin
  • Meronce manik-manik
  • Menumpuk balok
  • Memakaikan baju boneka
  • Bermain lego dan mainan konstruksi lain
  • Bermain mainan papan, misal melempar dadu, memindahkan mainan kecil-kecil
  • Memahat dan bermain tanah liat
  • Menyatukan rel kereta api atau mobil
  • Menggunakan joystick saat bermain video game

Seperti yang telah dicontohkan sebelumnya, motorik halus memiliki peran besar dalam menyelesaikan tugas sehari-hari.

Apabila seorang anak memiliki keterampilan motorik halus yang buruk, hal tersebut akan berpengaruh terhadap tugas-tugas perkembangan dan aktivitas bina dirinya.

Memiliki keterampilan halus yang kurang juga menyebabkan harga diri anak menurun, kesulitan bersosialisasi karena sulit menyesuaikan diri dalam permainan yang membutuhkan ketangkasan, serta menjadi kurang mandiri.

Baca Juga: Pentingnya Melatih Kemampuan Motorik Anak

Milestone perkembangan motorik halus

Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Namun, terdapat tonggak perkembangan atau milestone yang dapat dijadikan patokan orang tua apakah seorang anak telah berkembang sesuai dengan usia biologisnya.

Berikut adalah tonggak perkembangan bayi dan anak-anak:

1. Usia 0-12 bulan

Bayi yang baru lahir lebih sering mengepalkan tangan. Namun, seiring perkembangannya, ia akan lebih rileks dan membuka telapak tangannya.

Awal kehidupan, bayi mungkin mulai tertarik untuk meraih mainan yang digantung di atasnya.

Berikut adalah tonggak perkembangan motorik anak usia 0-12 bulan:

  • Saat usia 6 bulan, bayi sudah dapat memegang satu balok atau benda dengan dua tangan dan dapat menggoyangkan mainan.
  • Pada usia 9 bulan, tangan bayi mulai dapat menjepit dan menjumput. Bayi  telah dapat menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk mengambil barang-barang kecil.
  • Bayi usia 12 bulan dapat  gerakan menjumput dan mengambil barang kecilnya semakin baik. Bayi juga dapat membenturkan dua mainan, memasukkan barang ke kotak atau mengeluarkannya, atau memegang botol.

2. Usia 1-2 tahun

Pada usia 18 bulan, bayi telah dapat menumpuk dua hingga tiga cangkir, memasukkan makanan ke mulut, mencoret-coret menggunakan krayon dengan tangan yang masih mengepal.

Banyak bayi dapat memasukkan berbagai bentuk ke dalam mainan serta menumpuk dua hingga tiga cangkir.

Saat menginjak usia 2 tahun, balita biasanya dapat menyalin garis vertikal, memakai sendok, dan menumpuk enam cangkir.

Mereka juga mulai memiliki keterampilan memakai baju sendiri dengan bantuan orang tua.

3. Usia 2-3 tahun

Balita usia 2-3 tahun umumnya mulai dapat membuat lingkaran sembarang dan membuat atau menyalin garis horizontal.

Mereka bisa minum dari cangkir terbuka, memakai garpu dan sendok.

Anak di usia ini sudah dapat melepas baju sendiri, memakai baju dan celana tanpa kancing sendiri serta memakai kaos kaki dan sepatu.

4. Usia 3-4 tahun

Keterampilan menggambar anak usia 3-4 tahun umumnya semakin baik, dapat menyalin tanda silang dan menggambar orang dari bentuk lingkaran, segitiga, dan garis.

Mereka mulai belajar memegang gunting, bisa berpakaian sendiri, tetapi membutuhkan bantuan orang tua untuk mengancingkan baju.

5. Usia 4-5 tahun

Anak di usia ini umumnya mulai dapat menyalin gambar persegi, mulai dapat memegang pensil dengan posisi tripod untuk mencoret dan mewarnai.

Selain itu, si kecil juga mulai dapat mencuci tangan dan kaki secara mandiri dan menyeluruh.

Aktivitas melatih keterampilan motorik halus

Anda dapat mengasah dan menstimulasi motorik halus anak sedini mungkin.

Pastikan bahan dan mainan yang Anda gunakan sebagai alat stimulasi aman untuk si kecil.

Cobalah berbagai kegiatan dengan bahan yang mudah dan murah di rumah.

Berikut adalah aktivitas yang bisa Anda lakukan bersama si kecil di rumah:

  • Bermain adonan
  • Melukis dan mewarnai
  • Bermain dengan spons
  • Melukis dengan jari (Finger painting)
  • Kolase
  • Menggunting, kirigami
  • Meronce manik-manik
  • Bermain air
  • Melipat kertas (origami)
  • Berkebun
  • Membuat kerajinan
  • Menjumput dan menempel biji-bijian

Baca Juga: Ketahui Manfaat dan Jenis Permainan Sensorik pada Anak

Sumber

Very Well Family. (2021). Fine Motor Skills for Toddlers and Preschoolers . verywellfamily.com

WebMD. (2021). What Are Some Examples of Fine Motor Skills?. webmd.com

Healthline. (2018). How to Help Your Child Develop Fine Motor Skills. healthline.com

Understood. 6 fine motor skills activities for kids. www.understood.org