Hernia Inguinalis: Faktor Penyebab dan Gejalanya

Hernia Inguinalis: Faktor Penyebab dan Gejalanya

Penulis: Ratna

Hernia inguinalis merupakan kondisi adanya bagian dari usus yang melapisi rongga perut dan muncul melalui titik lemah pada otot perut di sekitar area selangkangan. Hal tersebut mengakibatkan adanya benjolan pada bagian dinding perut bagian bawah yang menampung pembuluh darah dan saraf. Seseorang umumnya akan merasa nyeri, terutama saat batuk, membungkuk, atau mengangkat benda berat.

Inguinal hernia bisa menjadi masalah kesehatan yang serius apabila diabaikan. Segera dapatkan pengobatan medis apabila Anda mengalami gejalanya. Pemeriksaan fisik biasanya diperlukan untuk mendiagnosis masalah. Jika inguinal hernia cukup besar, Anda mungkin memerlukan pembedahan untuk memperbaikinya.

Baca Juga: Kenali Penyebab dan Gejala Hernia

Penyebab Inguinal Hernia

Titik lemah pada otot perut dan selangkangan umumnya dianggap sebagai penyebab utamanya. Tekanan yang berat pada area tubuh ini dapat menyebabkan hernia. Selain itu, faktor usia juga dapat menjadi penyebabnya. Bertambahnya usia menyebabkan otot-otot pada sekitar perut menjadi lebih lemah.

Berikut ini merupakan beberapa kondisi yang memiliki faktor risiko, antara lain:

  • Peningkatan tekanan pada perut
  • Mengejan saat buang air besar atau buang air kecil
  • Aktivitas berat
  • Kehamilan
  • Batuk atau bersin kronis
  • Keturunan
  • Memiliki riwayat hernia inguinalis sebelumnya
  • Umumnya lebih banyak kasus terjadi pada laki- laki
  • Lahir prematur
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Fibrosis kistik (penyakit keturunan yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket)
  • Batuk kronis
  • Sembelit kronis

Gejala Inguinal Hernia

Berikut ini merupakan gejala pada hernia inguinalis yang umumnya terjadi, antara lain:

  • Tonjolan pada area kedua sisi tulang kemaluan. Tonjolan akan lebih terlihat saat berdiri.
  • Sensasi terbakar atau nyeri pada tonjolan.
  • Nyeri atau terasa tidak nyaman pada area selangkangan, terutama saat membungkuk, batuk atau mengangkat beban.
  • Kadang-kadang, nyeri dan bengkak pada sekitar testis saat usus yang menonjol turun ke skrotum pada pria.
  • Terasa ada tekanan, kelemahan, atau sensasi terseret pada selangkangan.

Pada kondisi tertentu Anda mungkin akan mengalami gejala berikut, antara lain:

  • Mual, muntah atau keduanya
  • Demam
  • Rasa sakit tiba-tiba yang dengan cepat meningkat
  • Tonjolan hernia yang berubah menjadi merah, ungu, atau gelap
  • Kesulitan untuk buang air besar atau buang angin

Gejala tersebut dapat berbahaya bahkan menyebabkan kematian jika tidak segera mendapat pengobatan. Segeralah dapatkan pertolongan medis apabila Anda mengalami gejala tersebut.

Metode Pengobatan

Penyakit ini tidak dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga memerlukan penanganan medis untuk mengobatinya. Kondisinya akan semakin buruk apabila tidak mendapatkan pengobatan. Pembedahan adalah satu-satunya cara untuk memperbaiki hernia inguinalis. Dokter akan mendorong jaringan yang menonjol kembali ke dalam dan memperkuat dinding perut dengan jahitan.

Baca Juga: Proses Pemeriksaan dan Cara Mengobati Hernia

Ada dua jenis operasi hernia yang umum dilakukan, yaitu operasi bedah terbuka dan operasi laparoskopi. Berikut penjelasannya:

Operasi bedah terbuka

Pada prosedur ini, dokter akan melakukan anestesi lokal dan sedasi atau anestesi umum. Dokter bedah akan membuat sayatan pada selangkangan dan mendorong jaringan yang menonjol kembali ke perut. Setelah itu, dokter menjahit area yang lemah untuk memperkuatnya dengan jaring sintetis (hernioplasti). Bukaan tersebut kemudian ditutup dengan jahitan, staples atau lem bedah.

Laparoskopi

Prosedur ini umumnya membutuhkan anestesi umum. Dokter bedah akan melakukan operasi melalui beberapa sayatan kecil pada perut Anda. Dokter akan memasukkan laparoskopi yaitu alat yang dilengkapi dengan kamera dan lampu kecil dan Dengan alat tersebut, dokter akan memasukkan instrumen kecil melalui sayatan lain untuk memperbaiki hernia menggunakan jaring sintetis.

Tips Pencegahan

Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk menghindari hernia, antara lain:

  • Hindari merokok.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Hindari mengejan saat buang air besar atau saat buang air kecil.
  • Perbanyak makanan berserat tinggi yang cukup untuk mencegah sembelit.
  • Lakukan latihan yang membantu memperkuat otot perut.
  • Hindari mengangkat beban yang terlalu berat. Jika harus mengangkat sesuatu yang berat, mulailah dengan menekuk lutut bukan pinggang atau punggung.

Baca Juga: Waspadai Dampak Jika Hernia Dibiarkan

Sumber

Healthline. 2018. Inguinal hernia. www.healthline.com

Mayo Clinic. 2019. Inguinal hernia. www.mayoclinic.org

NHS. 2018. Inguinal hernia repair. www.nhs.uk

WebMD. 2020. Inguinal hernia. www.webmd.com