Kenali Penyebab dan Gejala Hernia

Image: Baby Center

Penulis: Dita | Editor: Atsa

Hernia dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istilah turun berok. Secara medis, hernia merujuk pada kondisi dimana organ dalam keluar melalui bukaan otot atau lapisan yang seharusnya jadi tempat organ tersebut menempel. Contohnya saja ketika usus lepas karena melemahnya area di dinding perut.

Hernia banyak terjadi di area perut, tapi juga bisa muncul di bagian atas paha, pusar dan daerah selangkangan. Kebanyakan kasus hernia tidak sampai membahayakan jiwa, tapi tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Kadang diperlukan tindakan operasi untuk mencegah munculnya komplikasi yang membahayakan.

Berdasarkan letaknya, hernia terbagi ke dalam beberapa tipe antara lain:

  • Hernia femoralis. Hernia yang sering dialami wanita ini berupa tonjolan yang muncul di bawah pangkal paha
  • Hernia inguinalis. Hernia jenis ini lebih sering terjadi pada pria. Bentuknya adalah tonjolan di pangkal paha yang dapat mencapai skrotum atau kantung pembungkus buah zakar
  • Hernia hiatal. Hernia hiatal terjadi akibat bagian atas lambung yang terdorong keluar dari rongga perut dan masuk ke rongga dada melalui diafragma
  • Hernia umbilikalis. Dihasilkan oleh sebuah tonjolan di area pusat
  • Hernia akibat bekas luka bedah. Operasi perut yang pernah dilakukan dapat menyebabkan hernia insisional akibat bekas luka yang ditimbulkan.

Apa yang Menyebabkan Hernia?

Hernia biasanya muncul karena kombinasi antara kelemahan dan ketegangan yang terjadi pada otot. Hernia bisa berkembang dengan cepat atau lambat, tergantung penyebab utamanya.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan lemahnya otot antara lain:

  • Kegagalan dinding perut menutup dengan sempurna saat masih di dalam rahim. Ini biasanya adalah cacat bawaan
  • Usia. Hernia umbilikalis misalnya, banyak terjadi pada anak-anak yang usianya di bawah 6 tahun. Sementara hernia hiatal banyak menyerang orang-orang pada usia di atas 50 tahun
  • Batuk kronis
  • Kerusakan akibat cedera atau operasi.

Adapun faktor ketegangan yang dapat menyebabkan hernia, terutama jika otot Anda dalam kondisi lemah antara lain:

  • Kehamilan. Tekanan yang diberikan janin pada perut dapat menyebabkan munculnya hernia
  • Sembelit yang dapat mengakibatkan Anda menegangkan otot saat buang air besar
  • Mengangkat beban berat
  • Asites atau banyaknya cairan di dalam perut
  • Bertambah berat badan secara tiba-tiba
  • Operasi
  • Batuk dan bersin terus menerus.

Selain beberapa penyebab di atas, gizi buruk dan kebiasaan merokok juga bisa melemahkan otot-otot tertentu dari tubuh dan meningkatkan risiko munculnya hernia.

Apa Saja Gejala Hernia?

Dalam mayoritas kasus yang terjadi, hernia tidak menimbulkan gejala  lain kecuali pembengkakan tanpa rasa sakit. Ini bahkan tidak terasa mengganggu dan tidak memerlukan penanganan medis segera. Namun untuk kondisi yang parah, hernia dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang kadang menyakitkan. Rasa sakit akan semakin parah ketika penderita berdiri, mengejan atau mengangkat benda-benda berat.

Banyak penderita yang merasakan sakit semakin parah dan akhirnya memutuskan untuk ke dokter dan berobat. Dalam beberapa kasus, hernia memerlukan pembedahan secepatnya. Misalnya ketika ada bagian dari usus yang tersumbat akibat tekanan dari hernia. Untuk hernia inguinalis, penderita sebaiknya segera menemui dokter jika menemukan gejala seperti:

  • Rasa sakit atau tidak nyaman di area yang terdampak hernia (biasanya di bagian bawah perut), terutama ketika sedang membungkuk, batuk atau mengangkat benda berat
  • Mual
  • Muntah
  • Merasa lemah, tertekan atau berat di area perut

Untuk kasus hernia hiatal, ada beberapa gejala lain yang muncul seperti refluks asam atau naiknya cairan asam dari dalam perut ke kerongkongan (menyebabkan reaksi seperti terbakar), sakit dada hingga kesulitan menelan.

Kebanyakan kasus hernia tidak menunjukkan gejala khusus. Anda mungkin tidak sadar punya hernia sampai melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Jika mulai menemukan rasa tidak nyaman seperti gejala di atas, ada baiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Proses Pemeriksaan dan Cara Mengobati Hernia

 

Sumber:
Healthline (2017).  Hernia. www.healthline.com
Medical News Today (2017). Types and Treatments for Hernia. www.medicalnewstoday.com
Medtronic (2017). About Your Hernia. www.medtronic.com
Webmd (2017). Understanding Hernia, The Basics. www.webmd.com