Vaksin untuk Kehamilan dan Manfaatnya

Vaksin untuk Kehamilan dan Manfaatnya

Penulis: Emy | Editor: Atsa

Banyak wanita mungkin tidak menyadari bahwa mereka dan janinnya rentan terhadap penyakit yang bisa jadi membahayakan. Oleh sebab itu, vaksin inaktif yang mengandung virus tidak aktif sangat direkomendasikan untuk diberikan selama kehamilan. Vaksin akan melindungi ibu hamil dan janin dari penyakit. Vaksin yang mengandung virus hidup tidak dianjurkan untuk wanita hamil, seperti varicella (cacar air), vaksin influenza aktif, dan MMR (Measles, Mups, Rubella).

Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mengetahui vaksin apa yang perlu jalani saat masa kehamilan. Berikut beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan secara rutin selama kehamilan:

1. Vaksin Influenza

Vaksin influenza direkomendasikan untuk wanita yang hamil, terutama saat musim flu. Suntikan vaksin influenza ini dibuat dari virus yang tidak aktif, sehingga aman untuk Anda dan bayi Anda. Bahkan, vaksin ini akan melindungi bayi dari influenza selama beberapa bulan pertama setelah bayi dilahirkan. 

2. Vaksin Difteri, Tetanus, dan Pertusis (Tdap)

Vaksin Tdap direkomendasikan saat kehamilan untuk perlindungan terhadap difteri, tetanus, dan batuk rejan, termasuk melindungi bayi baru lahir. 

Bayi yang baru lahir juga tidak lepas dari risiko terkena tetanus, hal ini dapat terjadi jika persalinan menggunakan alat-alat yang kurang steril. Oleh sebab itu, penting untuk mendapatkan vaksin tetanus selama kehamilan. Idealnya, vaksin harus diberikan antara 27 dan 36 minggu kehamilan.

Baca Juga: Ketahui 7 Risiko Kehamilan di atas usia 35 tahun

Apakah aman vaksin selama kehamilan?

Vaksin inaktif yang direkomendasikan dokter selama kehamilan tentu aman. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa vaksin Tdap dan Flu membantu memberikan perlindungan dari penyakit berbahaya bagi wanita hamil. 

Seperti halnya obat apa pun, vaksin dapat memiliki efek samping. Tetapi efek samping ini biasanya ringan dan akan hilang dengan sendirinya. Efek samping dari vaksin influenza dan Tdap yaitu:

  • Kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan diberikan
  • Nyeri otot
  • Merasa lelah
  • Demam

Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil

Dokter akan merekomendasikan untuk menghindari vaksin yang mengandung virus hidup selama kehamilan karena bisa membahayakan janin. Vaksin-vaksin yang harus dihindari selama kehamilan antara lain:

  • Vaksin cacar air (varisela)
  • Vaksin campak, gondok dan rubela (MMR)
  • Vaksin herpes zoster
  • Vaksin polio (kecuali dalam kondisi khusus)
  • Vaksin pneumococcal
  • Vaksin Hepatitis A

Supaya lebih aman, jika Anda sedang merencanakan kehamilan, konsultasikan dengan dokter tentang vaksin yang mungkin Anda butuhkan sebelum dan selama masa kehamilan. Pastikan juga jenis vaksin yang Anda gunakan aman untuk ibu hamil dan janin.

Baca Juga: Pentingnya Vaksin Imunisasi bagi Anak

 

Sumber

MayoClinic. 2018. Healthy Pregnancy. www.mayoclinic.org

Vaccines for Pregnant Women. 2020. Vaccines for Pregnant Women. www.vaccines.gov

WebMD. Is It Safe to Get Vaccinations During Pregnancy?. www.webmd.com

WHO. 2014. Safety of Immunization during Pregnancy. www.who.int



Add Your Comment