Pentingnya Vaksin Imunisasi bagi Anak

image : choc.org

Penulis : Ardien | Editor : Atsa

Ada beberapa kebingungan dan kesalahpahaman tentang vaksin. Banyaknya pro dan kontra soal imunisasi di luar sana membuat sebagian orang tua ragu untuk memberikan vaksin atau imunisasi kepada anaknya. Ada berbagai macam alasan mereka tidak yakin dengan imunisasi, salah satunya adalah kandungan dalam vaksin tersebut.

Tetapi, vaksinasi adalah bagian yang sangat penting dari kesehatan keluarga dan masyarakat. Vaksin membangun kekebalan tubuh dan mencegah penyebaran penyakit menular, berbahaya, dan bahkan mematikan.

Apa Itu Imunisasi?

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa vaksin (Imunisasi) merupakan zat dari produk biologi yang berasal dari virus, bakteri atau kombinasi keduanya yang dilemahkan. Vaksin diberikan pada individu yang sehat guna merangsang antibodi atau kekebalan tubuh guna mencegah dari infeksi penyakit tertentu.

Jadi yang perlu digarisbawahi yaitu imunisasi akan memberikan perlindungan kekebalan tubuh terhadap penyakit secara spesifik. Hal tersebut tergantung pada jenis vaksin yang diberikan. Misalkan vaksin DPT bekerja untuk mencegah difteri, pertusis, dan tetanus. Bukan berarti semua jenis penyakit bisa dilawan hanya dengan satu jenis imunisasi saja.

Beberapa virus ringan, misalkan flu, mungkin tidak menyebabkan banyak masalah. Tetapi beberapa virus yang lebih berbahaya, seperti cacar atau polio, bisa berisiko fatal pada tubuh bahkan menyebabkan kematian.

Bagaimana Kerja Vaksin Imunisasi pada Tubuh?

Tubuh membangun sistem pertahanan untuk melawan bakteri asing yang bisa membuat terserang penyakit. Untuk membangun sistem kekebalan tubuh, tubuh harus terkena berbagai kuman. Ketika tubuh Anda terkena kuman untuk pertama kalinya, ia mulai memproduksi antibodi untuk melawannya.

Tapi itu butuh waktu. Anak Anda biasanya mengalami sakit ringan sebelum antibodi terbentuk, umumnya demam. Hal tersebut merupakan efek ringan dari proses pembangunan antibodi. Antibodi yang dibangun tersebut akan tetap ada di tubuh. Jadi lain kali jika terkena virus atau bakteri tersebut, antibodi akan melawannya sehingga mencegah penyakit tersebut mengenai anak Anda, atau setidaknya tidak berisiko fatal.

Mengapa Imunisasi Penting?

Seorang anak yang tidak diberikan imunisasi dasar lengkap memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat rendah untuk melawan penyakit. Ketika bakteri dan virus masuk dalam tubuh, maka tubuh tidak mampu melawannya karena tidak punya pertahanan. Sehingga, anak rawan sakit bahkan meninggal.

Baca Juga : Bermain Sambil Belajar untuk Stimulasi Kecerdasan dan Kreativitas Anak

Apakah Anak yang Diimunisasi Tidak Bisa Terkena Penyakit?

Anak yang diberikan imunisasi masih bisa terkena penyakit, tetapi jauh lebih ringan dari anak yang tidak diimunisasi. Imunisasi tidak melindungi 100% anak masih bisa terkena penyakit, tetapi jauh lebih ringan dan tentunya tidak berbahaya karena imunitas tubuhnya terjaga.

Dalam penelitian epidemiologi di Indonesia anak yang sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap saat ada wabah campak dan difteri mereka sangat jarang tertular, bila tertular biasanya hanya ringan saja. Berbeda dengan anak yang tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap mereka lebih mudah tertular dan menyebabkan kematian dan kecacatan karena penyakit tersebut.

Apakah Vaksin Imunisasi Memiliki Efek Samping?

Setelah diimunisasi kadang muncul “kejadian ikutan pasca imunisasi” atau biasa disebut KIPI yaitu demam ringan sampai tinggi, bengkak, anak menjadi rewel. Itu adalah reaksi umum yang terjasi setelah anak diimunisasi. Biasanya gejala tersebut akan hilang dalam 3-4 hari atau lebih.
Apabila anak mengalami demam kompres dengan air hangat, jangan menggunakan pakaian yang terlalu tebal dan selimut yang berlapis, sering minum ASI atau susu. Bila tidak ada perbaikan dan turunnya berat badan segera kontrol ke dokter.

Dimana Vaksin Imunisasi bisa Diperoleh?

Imunisasi bisa didapatkan di posyandu, puskesmas, rumah sakit, tempat praktek dokter anak ataupun bidan. Khusus posyandu dan puskesmas, keduanya memberikan fasilitas imunisasi dasar gratis.

Namun selain imunisasi dasar seperti rotavirus, influenza, varicella, PCV, atau hepatitis A bisa didapatkan di rumah sakit atau praktek dokter anak dengan biaya pribadi. Tidak hanya memberikan imunisasi saja, orang tua juga wajib tahu apa saja jenis imunisasi yang diberikan saat itu.

Baca Juga : Pengertian DHA & EPA, Apa Manfaatnya bagi Perkembangan Anak?

 

Sumber :
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Vaksin untuk Pencegahan, Serum untuk Pengobatan. www.depkes.co.id
Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2013). Imunisasi Penting untuk Mencegah Penyakit Berbahaya. www.idai.or.id
American Academy of Family Physicians Foundation. (2017). The Importance of Vaccinations. familydoctor.org
Department of Health and Human Services USA. (2018). Five Important Reasons to Vaccinate Your Child. www.vaccines.gov