Pahami Penyebab dan Gejala Keputihan

Pahami Penyebab dan Gejala Keputihan

Penulis: Emy | Editor: Atsa

Keputihan adalah kondisi umum yang dihadapi banyak wanita di seluruh dunia. Hampir semua wanita pernah mengalami keputihan, yang berwarna putih dan tidak berbau, dan ini adalah fungsi alami tubuh untuk menjaga kesehatan vagina dan mengeluarkan mikro-organisme berbahaya.

Kondisi keputihan yang normal berfungsi untuk membantu menjaga jaringan vagina tetap sehat, memberikan lubrikasi, dan melindungi dari infeksi dan iritasi. Jumlah, warna dan konsistensi keputihan normal bervariasi – dari keputihan dan lengket hingga bening dan berair – tergantung pada tahap siklus menstruasi. Meski demikian, jumlah keputihan dapat meningkat karena infeksi vagina dan dapat datang dan pergi dari waktu ke waktu.

Penyebab Terjadinya Keputihan

Vagina memang mengandung bakteri. Pertumbuhan bakteri dikendalikan dan dipengaruhi oleh banyak faktor berbeda, seperti tingkat asam (pH) dan hormon. Apa pun yang mengganggu keseimbangan ini dapat meningkatkan risiko infeksi atau pertumbuhan berlebih dari salah satu bakteri normal atau oleh ragi.

Kondisi yang biasanya menyebabkan keputihan, diantaranya:

  • Perubahan hormon seperti saat kehamilan dan menjelang menstruasi.
  • Infeksi organ kelamin wanita, baik karena jamur,  bakteri (vaginosis bakterialis, gonore, chlamydia), atau parasit (trikomoniasis).
  • Iritasi di dalam atau sekitar vagina.
  • Stres dan kecemasan.
  • Kondisi medis atau menurunnya sistem kekebalan tubuh, seperti anemia, tuberkulosis, dan HIV.
  • Terlalu sering membersihkan area kewanitaan dengan pembersih yang mengandung pewangi.

Baca Juga: Penting! Ketahui 7 Penyebab Miss V Terasa Gatal

Gejala

Jika keputihan tergolong normal, maka cairan keputihan tidak berwarna atau berwarna putih, dan tidak mengeluarkan bau menyengat. Namun, keputihan yang tidak normal memiliki beragam tanda, diantaranya:

  • Area kewanitaan terasa gatal
  • Keputihan mengeluarkan warna, bau, atau tekstur yang berbeda dari biasanya.
  • Cairan keputihan akan keluar lebih banyak dari biasanya.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Terkadang bisa juga disertai rasa  nyeri di panggul atau ketika buang air kecil.

Baca Juga: 7 Cara Alami Atasi Keputihan

Meskipun biasanya tidak terlalu mengkhawatirkan, lebih baik konsultasikan dengan dokter untuk menghindari komplikasi. Dokter merekomendasikan pengobatan yang paling sesuai, menyarankan cara untuk mengobati sendiri di rumah, atau membantu Anda menghilangkan kemungkinan penyebab infeksi.

Beberapa tips berikut juga bisa Anda ikuti untuk mencegah terjadinya keputihan :

  • Jaga area kewanitaan selalu kering. Gunakan handuk lembut untuk mengeringkan daerah kewanitaan setelah mandi dan buang air.
  • Hindari pembersih kewanitaan tang menggunakan pewangi dan pH-nya tidak seimbang. Konsultasikan dengan dokter, produk apa yang aman untuk digunakan.
  • Pakai celana dalam berbahan katun, dan pastikan celana dalam tidak terlalu ketat.
  • Hindari penggunaan semprotan higienis,  bedak di area genital, atau wewangian untuk organ intim.

 

Baca Juga: Kenali Perbedaan dan Persamaan Tumor, Miom dan Kista

 

Sumber

Drugs. 2020. Vaginal Discharge. www.drugs.com

Madhav University. Leucorrhea. www.madhavuniversity.edu.in

Mayo Clinic. 2019.  Vaginal Discharge. www.mayoclinic.org