Imunisasi BCG : Manfaat dan Efek Samping Imunisasi

Imunisasi BCG : Manfaat dan Efek Samping Imunisasi

Penulis: Emy | Editor: Atsa

Vaksin BCG telah digunakan sejak tahun 1921 untuk mencegah tuberkulosis (TB) dan dianggap sebagai vaksin yang paling banyak digunakan di dunia. Imunisasi BCG juga diwajibkan pemerintah, dan WHO sendiri menyarankan agar anak menerima imunisasi ini maksimal sebelum 2 bulan. 

Biasanya vaksin ini diberikan saat bayi lahir hingga usia dua bulan. Namun, bisa juga diberikan pada anak usia 1 – 15 tahun yang belum mendapatkan vaksinasi.

Vaksin BCG dibuat dari bakteri tuberkulosis yang sudah dilemahkan terlebih dahulu dan tidak akan menyebabkan penerima vaksin terserang penyakit TB. 

Vaksin diberikan tepat di bawah kulit (intradermal), biasanya di lengan kiri atas. Bekas luka kecil yang tersisa setelah vaksinasi dapat dengan mudah ditemukan di masa depan sebagai tanda telah melakukan imunisasi BCG sebelumnya.

Baca Juga: Atasi Demam Anak setelah Imunisasi

Manfaat Imunisasi BCG

Manfaat dari imunisasi BCG adalah untuk mecegah penyakit TBC yang berat, seperti TBC pada selaput otak, TBC milier pada paru, atau TBC pada tulang. Imunisasi ini sangat penting bagi anak, khususnya di negara berkembang  karena terkait erat dengan faktor kebersihan lingkungan.

Pemberian imunisasi BCG pada anak diketahui dapat memberikan proteksi yang bervariasi antara 50-80 persen terhadap tuberkulusis. Proteksi diberikan vaksin ini dengan cara memicu sistem imun untuk menghasilkan sel-sel yang dapat melindungi tubuh dari bakteri tuberkulosis.

Efek Samping

Seperti penggunaan obat pada umumnya, imunisasi pun bisa menimbulkan efek samping seperti ruam kemerahan dan bengkak di sekitar tempat yang disuntik, bayi rewel, nyeri, sakit kepala, demam, dan mual.

Meski demikian, jangan pernah lewatkan imunisasi dasar pada anak Anda, karena risiko yang datang jika tidak imunisasi akan lebih berbahaya.

Baca Juga: Pentingnya Vaksin Imunisasi pada Anak

Tips Meredakan Efek Samping Imunisasi

Karena imunisasi ini diberikan pada bayi, ibu dapat mencegah efek samping tersebut dengan pemberian ASI.

Pemberian ASI membuat anak lebih tenang dan membantu suhu tubuh bayi cepat turun jika terjadi demam. ASI yang diberikan pasca imunisasi usahakan lebih banyak dari biasanya, supaya imun anak lebih kuat, selain itu ASI juga mengandung anti inflamasi untuk mencegah berbagai efek samping imunisasi.

Namun, jika terjadi demam yang tak kunjung menurun atau semakin tinggi lebih dari 40 derajat celcius, segera periksakan ke dokter spesialis anak untuk menghindari risiko berbahaya yang mungkin terjadi.

Berikan juga pakaian yang nyaman untuk dikenakan anak. Ajak anak untuk beristirahat setelah imunisasi. Selain itu, atur juga suhu ruangan kamar anak senyaman mungkin.

Baca Juga: Tips agar Anak Tidak Takut Divaksin

 

Sumber

Aziz Alimul H. 2008. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika

NHS. 2019. BCG tuberculosis (TB) vaccine overview. www.nhs.uk

Oxford Vaccine Group. 2019. BCG Vaccine (TB vaccine). www.vk.ovg.ox.ac.uk



Add Your Comment