Acetylcysteine: Fungsi, Cara Pemakaian, dan Efek Samping

Acetylcysteine: Fungsi, Cara Pemakaian, dan Efek Samping

Penulis: Ratna

Acetylcysteine merupakan yang berfungsi untuk melancarkan pernafasan akibat dahak. Cara Kerjanya adalah dengan mengencerkan dahak yang menghambat saluran pernafasan. Umumnya obat ini diresepkan pada orang dengan kondisi paru-paru termasuk asma, emfisema, bronkitis, dan fibrosis kistik (penyakit bawaan yang menyebabkan masalah pada pernapasan, pencernaan, dan reproduksi).

Acetylcysteine digunakan dengan resep dokter. Obat ini terbagi dalam tiga bentuk: larutan inhalasi untuk dihirup, cairan suntik, dan tablet effervescent oral yang dapat dilarutkan dalam cairan.

Baca Juga: 9 Penyebab Napas Terasa Berat yang Perlu Anda Ketahui

Sebelum Penggunaan

Perhatikanlah hal-hal berikut untuk mencegah efek negatif sebelum Anda memutuskan mengonsumsi obat ini. Hal-hal tersebut, antara lain:

  • Anda tidak boleh minum obat ini jika Anda memiliki alergi terhadap obat ini atau bahan- bahan lain yang tercantum pada kemasan.
  • Beritahu dokter tentang obat resep yang sedang Anda konsumsi.  Konsultasikan juga jika Anda sedang atau berencana mengonsumsi vitamin, suplemen nutrisi dan produk herbal.
  • Beritahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita asma, tukak lambung, dan masalah usus.
  • Konsultasikan pada dokter jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil. Segera hubungi dokter Jika Anda hamil saat mengonsumsi obat ini.
  • Konsultasikan juga pada dokter jika Anda sedang menyusui.

Cara Pemakaian

Berikut ini cara penggunaan obat yang perlu Anda ketahui, antara lain:

  • Konsumsi obat sesuai dengan petunjuk dari dokter. Anda juga dapat mengikuti instruksi pada kemasan obat.
  • Jangan menambah atau mengurangi dosis obat yang sudah ditentukan. Hal tersebut untuk menghindari obat kurang berfungsi dengan baik atau menghindari overdosis.
  • Obat hirup biasanya digunakan 3 hingga 4 kali sehari. Bersihkan alat dengan benar setelah memakainya. Anda dapat bertanya pada dokter atau apoteker cara pemakaian dan pembersihan yang benar.
  • Takar obat cair secara tepat menggunakan sendok medis yang tersedia.
  • Asetilsistein dalam bentuk tablet effervescent (larutan) yang harus dicampur dengan air garam atau air steril dan digunakan dalam waktu satu jam.
  • Obat ini mungkin memiliki sedikit bau tidak sedap saat Anda menggunakannya.
  • Botol yang terbuka mungkin menyebabkan perubahan warna menjadi ungu muda sebagai akibat dari reaksi kimia. Namun, obat tetap bisa digunakan dan tidak mempengaruhi efektivitasnya.
  • Obat ini dapat mempengaruhi hasil tes laboratorium. Beritahu petugas medis jika Anda sedang menggunakan obat ini.
  • Jika Anda lupa meminum obat, segera minumlah saat Anda ingat. Namun, jika Anda melupakan minum obat hingga tiba waktu setelahnya maka Anda dapat melewatinya.

Baca Juga: Cara Alami Hilangkan Batuk Berdahak

Efek Samping

Berikut ini efek samping yang umumnya muncul saat penggunaan obat ini, antara lain:

  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Pilek
  • Pembengkakan pada bagian dalam mulut
  • Iritasi tenggorokan
  • Mengantuk
  • Dingin
  • Kulit terasa lembab
  • Hidung berair atau hidung tersumbat
  • Bau tidak sedap

Obat ini juga dapat menyebabkan efek samping yang parah. Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala seperti berikut, antara lain:

  • Sesak pada dada
  • Mengi
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Batuk berdarah
  • Gatal- gatal
  • Ruam
  • Peningkatan produksi dahak
  • Iritasi

Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini umumnya jarang terjadi. Namun, segera dapatkan pertolongan medis jika Anda mengalami gejala seperti ruam, gatal, bengkak (terutama pada wajah, lidah, atau tenggorokan), pusing, dan kesulitan bernafas.

Baca Juga: Fungsi Ambroxol, Cara Penggunaan, dan Efek Samping

Sumber

Healthline. 2018. Acetylcysteine. www.healthline.com

Medline Plus. 2017. Acetylcysteine. www.medlineplus.gov

Rxlist. 2020. Acetylcysteine. www.rxlist.com

WebMD. Acetylcysteine. www.webmd.com