Waspada Konsumsi Obat Tidur

Penulis: Dita | Editor: Atsa

Ada banyak orang di dunia ini yang menggunakan obat tidur untuk mengatasi insomnia. Obat tidur dianggap sebagai jalan keluar dari masalah tidak bisa tidur hingga kualitas tidur yang buruk. Mengonsumsi obat tidur memang diakui mampu mengatasi masalah tidur dalam jangka pendek. Tapi sebelum memutuskan untuk menggunakannya, pertimbangkan untuk mengenal seluk-beluk obat tidur ini agar Anda tidak salah langkah.

Mengalami masalah tidur tidak lantas membuat Anda dibenarkan untuk mengonsumsi obat tidur. Jika mengalami insomnia, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani terapi. Kadang masalah tidur itu bukan berasal dari tidur itu sendiri melainkan ada faktor lain yang menyebabkannya. Alih-alih hanya fokus untuk membuat mata Anda bisa terpejam, mencari tahu penyebab utama dan mengobatinya jauh lebih baik.

Efek Samping Mengonsumsi Obat Tidur

Seperti halnya obat-obatan lain, obat tidur juga bisa menyebabkan efek samping. Anda mungkin tidak akan tahu efeknya sampai menggunakannya sendiri. Sebelum memberikan resep, dokter biasanya akan memperingatkan pada pasien mengenai kemungkinan efek samping yang muncul.

Obat tidur bisa mengganggu pernapasan normal sehingga berbahaya bagi orang dengan masalah paru-paru seperti asma, emfisema dan masalah pernapasan lainnya. Beberapa jenis obat tidur seperti Lunesta, Sonata, Rozerem dan sebagainya akan memberikan dampak seperti rasa terbakar atau kesemutan pada tangan, lengan dan kaki. Nafsu makan juga biasanya akan berubah diiringi sembelit atau diare. Pusing, kesulitan menjaga keseimbangan, mengantuk di siang hari, mulut kering, hingga kesulitan pemusatan perhatian juga bisa terjadi.

Beberapa pertimbangan lain yang harus Anda pikirkan sebelum mengonsumsi obat tidur adalah:

  • Konsumsi dalam jangka panjang mungkin akan membuat tubuh Anda meminta asupan lebih. Ini akan memaksa Anda menaikkan dosis agar bisa benar-benar tidur. Efek sampingnya tentu akan semakin berbahaya.
  • Terus menerus minum obat tidur bisa menyebabkan Anda ketergantungan. Saat konsumsi dihentikan, Anda akan merasa mual, tubuh menggigil dan berkeringat dingin.
  • Konsumsi obat tidur bisa memengaruhi jenis obat lain yang Anda konsumsi bersamaan baik itu obat demam, pusing atau flu. Kondisi ini bisa semakin parah jika Anda meminumnya berbarengan dengan obat penghilang rasa sakit dan obat penenang.

Bagaimana Konsumsi Obat Tidur yang Aman?

Kalau usaha alami yang Anda lakukan untuk tidur tetap gagal, meminta resep obat tidur pada dokter. Simak saran konsumsi obat tidur secara aman berikut ini:

  1. Lakukan pemeriksaan medis lebih dulu. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan saksama untuk menemukan penyebab spesifik dari masalah insomnia Anda. Jika sudah ditemukan, maka yang Anda butuhkan bukan lagi obat tidur tapi obat untuk menyembuhkan penyebab insomnia tersebut
  2. Gunakan obat sesuai resep dan petunjuk penggunaan. Setiap jenis obat yang digunakan tidak sesuai dengan aturannya pasti akan membawa efek negatif. Usahakan obat tidur yang Anda minum adalah obat yang diresepkan dokter
  3. Jangan meminum obat kecuali sebelum tidur. Mengonsumsi obat tidur saat Anda masih melakukan beragam aktivitas karena efeknya bisa mengurangi kewaspadaan
  4. Jangan minum obat tidur kecuali Anda punya cukup waktu untuk tidur. Minum obat tidur saat Anda hanya ingin terlelap singkat bisa memperparah masalah tidur Anda
  5. Perhatikan efek sampingnya. Jika di siang hari Anda merasa pusing atau tidak nyaman, cobalah untuk bicara dengan dokter. Anda mungkin butuh obat lain dengan dosis berbeda untuk menghindari efek sampingnya
  6. Hindari alkohol. Jangan coba-coba minum obat bersamaan dengan alkohol karena perpaduan keduanya bisa menambah efek sedatif pada obat. Akibatnya, Anda bisa mengalami pusing, kebingungan hingga pingsan.
  7. Berhentilah dengan hati-hati. Jika Anda ingin berhenti minum obat tidur, jangan lakukan itu sembarangan. Mintalah petunjuk dokter karena ada beberapa jenis obat yang tidak bisa serta merta dihentikan melainkan harus secara perlahan-lahan. Perlu diketahui bahwa suatu saat insomnia Anda akan kembali setelah Anda berhenti mengonsumsinya.

Mengonsumsi obat tidur tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada berbagai pertimbangan yang harus Anda perhatikan agar tidak membahayakan kesehatan. Sebelum meminum obat tidur, cobalah untuk mencari pengobatan dan terapi alami. Jika memang tidak bisa, barulah lakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Baca Juga: 5 Efek Insomnia Terhadap Kesehatan

 

Sumber:
Time (2019). Are Sleeping Pills Safe? Here’s What Research Says. www.time.com
Mayo Clinic (2018). Prescription Sleeping Pills: What’s Right For You? www.mayoclinic.org
Webmd (2018). Understanding the Side Effects of Sleeping Pills. www.webmd.com
Liputan 6 (2014). 7 Efek Buruk dari Konsumsi Obat Tidur. www.liputan6.com