Pentingnya Pemberian Vaksin Tetanus pada Anak

Pentingnya Pemberian Vaksin Tetanus pada Anak

Penulis: Emy | Editor: Atsa

Infeksi dari tetanus seringkali berakibat fatal, bahkan menyebabkan cacat fisik hingga kematian. Oleh sebab itu, pencegahan risiko terkena tetanus menjadi sangat penting. Dua cara utama untuk mencegah tetanus adalah pemberian vaksin sejak anak-anak dan perawatan luka yang baik.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menganjurkan vaksin tetanus untuk diberikan secara rutin kepada anak hingga dewasa. Anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih belum sempurna. Risiko yang lebih berbahaya mudah terjadi jika anak-anak terkena bakteri Clostridium tetani atau tetanus, itulah mengapa mereka sangat dianjurkan melakukan vaksin tetanus sejak bayi, dan booster yang dilakukan setiap periode tertentu. 

Baca Juga: Pentingnya Vaksin Imunisasi bagi Anak

Vaksin tetanus dapat mencegah infeksi menjadi semakin parah. Ada empat jenis vaksin yang saat ini digunakan untuk melindungi diri dari tetanus, yaitu:

  • Vaksin Difteri, Tetanus, dan Pertusis (DTaP/DPT/DTP) – Vaksin DTaP/DPT/DTP merupakan vaksin kombinasi yang digunakan untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, dan pertusis. Vaksin ini diberikan sebanyak 5 kali. Tiga dosis awal diberikan saat anak berusia 2, 3, dan 4 bulan, lalu dilanjutkan dengan pemberian vaksin ulangan atau booster saat berusia 18 bulan dan 5 tahun.
  • Vaksin Tetanus dan Difteri (Td) – Vaksin TD (tetanus dan difteri) diberikan sebagai dosis keenam dan ketujuh, pada anak yang sebelumnya rutin menerima vaksin DPT. Pemberiannya dilakukan saat anak berusia 10–12 tahun dan 18 tahun. Vaksin ini juga dapat diberikan pada anak di atas usia 10 tahun dan orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin tetanus sebelumnya. Vaksin TD diberikan 1 kali dengan booster ulang setiap 10 tahun.
  • Vaksin Tetanus, dan Pertusis (Tdap) – DTaP adalah vaksin yang membantu anak-anak di bawah usia 7 tahun menjaga kekebalan terhadap tiga penyakit mematikan yang disebabkan oleh bakteri: difteri, tetanus, dan pertusis. Tdap adalah booster vaksin yang diberikan pada usia 11 tahun sebagai perlindungan berkelanjutan dari penyakit-penyakit tersebut untuk anak-anak dan orang dewasa.

Baca Juga: 6 Jenis Imunisasi Wajub bagi Bayi

Vaksin tetanus juga tersedia dalam kombinasi 5 vaksin, yaitu vaksin DPT-HIB-HB. Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap penyakit difteri, pertusis, tetanus, infeksi Haemophilus influenza type B, dan hepatitis B. Jadwal pemberian vaksin ini juga sama dengan vaksin DPT.

Ketika anak atau orang dewasa terkena luka yang berisiko tetanus, pastikan luka segera dibersihkan terlebih dahulu. Risiko tidak akan menjadi fatal jika sudah pernah vaksin tetanus secara rutin, termasuk booster. Namun, jika belum mendapatkan booster tetanus dalam 10 tahun terakhir, maka dokter akan merekomendasikan booster tetanus. 

Baca Juga: Cegah Kegemukan pada Anak, Alasan dan Solusinya

 

Sumber

WebMD. DTaP and Tdap Vaccines. www.webmd.com

WebMD. 2019. Understanding Tetanus – Prevention. www.webmd.com

Kids Health. 2018. Tetanus. www.kidshealth.org

 



Add Your Comment