6 Jenis Imunisasi Wajib bagi Bayi

Image : Heatlhline.com

Penulis: Helen | Edito : Nia Happy

Selain makanan sehat, cara untuk membuat tubuh anak Anda kebal, salah satunya dengan pemberian imunisasi secara rutin. Nah, arti imunisasi itu sebenarnya apa sih? Imunisasi adalah proses untuk membuat imun tubuh bayi Anda naik, sehingga bisa kebal dari penyakit. Proses imunisasi itu sendiri adalah dengan memberikan vaksin yang sudah terkandung antibodi untuk kekebalan tubuh.  Imunisasi sendiri bisa dilakukan di Rumah Sakit, Puskesmas, Posyandu, atau juga di sekolah, yang sudah bekerja sama dengan lembaga kesehatan yang terpercaya.

Namun, tidak semua imunisasi cocok bagi anak-anak Anda, lho. Lantas, kira-kira imunisasi apa saja yang cocok serta dibutuhkan untuk perkembangan kesehatan anak? Mari cari tahu, lewat penjelasan dibawah ini:

Baca Juga : Pentingnya Vaksin Imunisasi bagi Anak

1. Hepatitis B

Hepatitis sangat identik dengan penyakit hati, dan para orang tua pasti tidak ingin anaknya sudah terkena infeksi hati di usia dini. Tapi, Anda tidak perlu khawatir, karena Anda bisa mencegahnya dari awal. Caranya, jangan lupa untuk memberikan imunisasi Hepatitis B, ketika anak Anda berusia 2, 3, dan 4 bulan.

Di era saat ini, para dokter kandungan yang menangani proses melahirkan, tidak jarang mengingatkan para ibu-ibu baru, untuk memberikan imunisasi ini, dalam waktu 12 jam setelah bayi lahir. Sehingga, anak-anak sudah terlindung sejak awal. Vaksin ini memiliki efek samping, seperti demam serta lemas, namun gejala ini tidak akan berlangsung lama

2. Polio

Polio dikenal dengan nama lain yaitu penyakit lumpuh layu. Penyebab dari penyakit ini dikarenakan adanya virus yang ada di dalam saluran pencernaan dan tenggorokkan, sehingga kaki, tangan, otot pernafasan bisa menjadi lumpuh. Bahkan, bisa menyebabkan kematian.

Tentu saja, para orang tua tidak ingin anak Anda seperti itu kan? Jadi, pastikan anak-anak Anda, sudah dilindungi dengan imunisasi Polio. Kapan anak-anak diberikan imunisasi ini? Vaksin ini diberikan sebanyak 4 kali, sebelum bayi berumur 6 bulan yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan jangan lupa untuk diberikan kembali, di usia 18 bulan dan 5 tahun, ya.

3. BCG

Manfaat dari vaksin BCG sendiri untuk mencegah perkembangan penyakit infeksi serius yang menyerang paru-paru. Vaksin BCG hanya diberikan satu kali, ketika bayi baru dilahirkan, hingga usia 2 bulan. Lalu, bagaimana jika Anda lupa memberikan vaksin ini ketika usia anak sudah lewat dari 2 bulan?

Tidak perlu khawatir, dokter yang sudah berpengalaman akan melakukan tes, untuk melihat apakah bayi sudah terinfeksi Tuberkolosis (TB) atau belum, nah jika belum, maka akan diberikan imunisasi. Efek samping dari imunisasi ini adalah, adanya bisul pada bekas suntikan setelah periode 2-6 minggu setelah imunisasi. Bisul tersebut akan pecah dan meninggalkan bekas.

4. Campak

Vaksin Campak merupakan imunisasi yang penting dan harus diberikan pada anak di usia 9 bulan. Sesuai dengan namanya, imunisasi ini diberikan untuk mencegah penyakit campak.Namun Anda harus tetap beerhati-hati sebab, meski anak Anda sudah diberikan vaksin ini, masih ada kemungkinan kecil terkena campak. Untuk itu disarankan ketika anak Anda sudah berusia 6 tahun, jangan lupa diberikan kembali.

Jika Anda terlanjur lupa, jangan khawatir, Anda masih bisa memberikan kepada anak melalui vaksin yang dikenal dengan Vaksin MR (Measles dan Rubella), dimana vaksin ini juga memiliki manfaat untuk mencegah virus campak dan rubella. Alasannya, mengapa anak Anda harus diberikan vaksin ini tepat waktu? Agar anak Anda terhindar dari penyakit campak yang efeknya bisa mengalami kecacatan hingga kematian.

5. DPT

Vaksin DPT adalah gabungan dari beberapa vaksin dasar yang fungsinya untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus. Apa itu Difteri? Difteri adalah suatu kondisi serius, yang dapat mengakibatkan sesak napas, paru-paru basah, gangguan jantung, bahkan kematian. Sedangkan, Pertusis adalah penyakit batuk yang tingkatannya sudah parah dan sangat mengganggu pernafasan seseorang, efeknya bisa menjadi bronkitis, kerusakan otak dan jika tidak terobati dengan baik, batuk ini juga bisa menjadi pemicu kematian. Apakah itu Tetanus?

Salah satu penyakit yang berbahaya yang membuat kejang, kakunya otot dan kematian juga. Kapan vaksin ini diberikan? Vaksin ini sendiri idealnya harus dilakukan sebanyak empat kali, ketika anak menginjak usia 2,3, dan 4 bulan. Pemberian vaksin lanjutan, ketika anak sudah berusia 18 bulan dan 5 tahun, sebagai penguatan, dan terakhir ketika usia 10-12 tahun dan 18 tahun. Setiap vaksin pasti ada efek sampingnya, dan vaksin ini memiliki efek samping yaitu radang, nyeri, tubuh menjadi kaku dan infeksi.

6. Cacar Air

Cacar air menjadi salah satu penyakit menular yang mudah dialami dan menimbulkan kondisi yang berbahaya untuk anak, seperti infeksi kulit, gangguan pernafasan, kerusakan otak bahkan kematian. Para orang tua pasti tidak ingin anaknya mengalami kondisi tersebut. Solusinya adalah, jangan lupa berikan imunisasi ini untuk anak Anda di usia 12 bulan atau kondisi terbaiknya, sebelum anak Anda memasuki Sekolah Dasar. Efek samping yang muncul adalah, rasa sakit di sekitar lengan area vaksin, demam ringan. Jika mengalami kejang segera bawa ke rumah sakit agar ditangani secara medis.

Yuk, jangan lupa bawa anak Anda ke posyandu dan divaksin. Tapi, untuk hasil terbaik, tetap konsultasikan ke dokter anak terlebih dahulu ya! Selamat memberikan imunisasi terbaik untuk buah hati Anda.

Baca Juga : 9 Cara Menjaga Kesehatan Mata Anak

Sumber:
Skata(2018). 5 Imunisasi Wajib untuk Bayi. www.skata.info
Orami(2018). 11 Jenis Imunisasi yang Disarankan untuk Bayi 0-12 bulan dan jadwal pemberiannya. www.orami.co.id
Kidshealth(2018). Your Child’s Immunizations. Kidshealth.org
Family Doctor(2019). Childhood Vaccines : What They Are and Why Your Child Needs them. www.Familydoctor.org