Pahami, Bahaya Menjilat Vagina

Pahami, Bahaya Menjilat Vagina

Penulis: Silvia | Editor: Alhasbi

Oral seks merupakan salah satu aktivitas seksual yang banyak disukai oleh pasangan suami istri. Namun tahukah Anda ada bahaya menjilat vagina yang perlu Anda waspadai?

Cunnilingus ialah aktivitas seksual yang menggunakan mulut, bibir, dan lidah untuk merangsang alat kelamin wanita. Meski terasa menyenangkan dan nikmat, tetapi perlu Anda ketahui bahwa menjilat vagina bisa mengancam kesehatan.

Sebab, ada berbagai potensi penyakit seksual yang bisa ditularkan melalui aktivitas seksual secara oral.

Seringkali cunnilingus dianggap sebagai aktivitas seksual yang paling aman daripada penetrasi atau anal. Padahal, ada banyak penyakit atau infeksi menular seksual yang bisa terjadi akibat kontak seksual secara oral.

Berikut beberapa bahaya menjilat vagina yang perlu Anda ketahui sehingga dapat berhati-hati dalam melakukan aktivitas seksual:

1. Herpes

Salah satu bahaya menjilat vagina yang perlu Anda waspadai ialah penyakit menular seksual benama herpes.

Ada dua jenis herpes yang bisa menular melalui aktivitas seksual. Jenis herpes yang pertama yaitu HSV-1 atau disebut juga sebagai herpes oral.

HSV-1 bisa menular melalui ciuman atau karena berbagai benda yang digunakan ke bagian mulut atau bibir seperti lipstik.

Jenis herpes lainnya ialah HSV-2 yang bisanya menular melalui hubungan seksual dengan penderita.

Penyakit menular seksual ini ditandai dengan adanya luka seperti lepuh pada sekitar alat kelamin. Bisa juga menyebar ke bagian tubuh lain seperti paha, bokong, hingga mulut.

Herpes sebenarnya tidak bisa sembuh, akan tetapi infeksi menular tersebut bisa diredakan gejalanya melalui konsumsi obat-obatan. Obat wajib untuk penderita guna mengurangi gejala ialah antivirus.

2. Gonorrhea

Bahaya menjilat vagina lain yang sebaiknya Anda ketahui ialah gonore. Ini merupakan infeksi menular seksual yang terjadi karena bakteri.

Gonore adalah penyakit yang sangat menular dan bisa menyebar melalui kontak seksual dengan vagina, penis, anus, atau mulut si penderitanya.

Anda atau pasangan memiliki risiko yang lebih tinggi ketika melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom.

Sayangnya, sebagian besar penderita tidak menyadari bahwa dirinya terkena gonore. Sebab, infeksi menular seksual ini bisa muncul tanpa gejala.

Jika gejalanya muncul, biasanya ditandai dengan keluarnya cairan seperti nanah dari penis, adanya pembengkakan pada lubang penis dan testis, hingga sakit tenggorokan.

Sementara pada wanita, gonore dapat muncul dengan gejala berupa keluarnya cairan berwarna kehijauan dari vagina, adanya rasa sakit saat BAK, nyeri ketika berhubungan seksual, hingga demam.

Ketika Anda atau pasangan terdiagnosis gonore, harus segera mendapat pengobatan. Biasanya, dokter akan meresepkan antibiotik untuk menghilangkan bakteri penyebab gonore.

Mengobati penyakit menular seksual ini harus segera, karena jika membiarkannya bisa menyebabkan komplikasi yang memengaruhi kesuburan.

Baca Juga : Ketahui Jenis-jenis Obat Kencing Nanah

3. Sipilis

Bahaya menjilat vagina selanjutnya adalah sifilis atau infeksi bakteri yang bisa menyebar melalui vagina, penis, atau secara oral.

Biasanya, penderita sifilis hanya memiliki luka kecil ketika mereka terinfeksi sehingga sering kali tidak sadar. Oleh karenanya, cara satu-satunya untuk mengetahui sipilis adalah dengan melakukan tes khusus.

Luka kecil pada penderita sifilis biasanya muncul tanpa rasa sakit di bagian alat kelamin, dubur, kulup penis, mulut, hingga bagian kulit lainnya.

Meski pada beberapa kasus luka sifilis ini bisa hilang dengan sendirinya, akan tetapi tetap perlu mendapatkan pengobatan.

Perawatan untuk mengatasi sifilis adalah dengan obat penisilin. Apabila tidak segera mengobatinya, penyakit sifilis bisa merusak organ-organ penting dalam tubuh.

4. Human Papillomavirus (HPV)

Potensi bahaya menjilat vagina lainnya ialah human papillomavirus (HPV). HPV yang menular melalui seks oral bisa menyebabkan kanker, baik pada pria maupun wanita sehingga Anda perlu berhati-hati.

Jenis kanker yang bisa muncul karena HPV adalah kanker mulut dan tenggorokan, kanker leher rahim, kanker vagina, hingga kanker anus.

Sampai saat ini, HPV belum bisa diobati. Namun, ada sejumlah obat-obatan yang bisa meredakan gejalanya. Ada juga cara pencegahan yang bisa Anda lakukan yaitu dengan melakukan vaksin HPV.

Baca Juga : Penyebab dan Risiko Kanker Serviks bagi Wanita

Pada dasarnya, tidak ada larangan untuk menjilat vagina selama aktivitas seksual. Anda bisa melakukannya asal tetap memperhatikan keamanannya.

Jika Anda ingin melakukan cunnilingus, pastikan untuk menggunakan pengaman agar bisa menghindari risiko penyakit menular seperti penjelasan di atas.

Jangan lupa juga untuk menjaga kesehatan organ intim dan melakukan pemeriksaan rutin sebagai bentuk pencegahan.

[Expand title=Sumber:]

Healthshots. (2020). Ladies, oral sex can give you STIs. Heres 5 ways to stay protected. healthshots.com

Medical News Today. (2018). What STIs can you get from oral sex?. medicalnewstoday.com

Verywell Health. (2022). Is Oral Sex Really Safer Sex?. verywellhealth.com

[/expand]