Memahami Lebih Jauh Tentang Kolik Pada Bayi

Memahami Lebih Jauh Tentang Kolik Pada Bayi

Penulis: Dea | Editor: Umi

Kolik merupakan kondisi tangisan berkepanjangan atau kerewelan pada bayi yang sehat. Biasanya kolik muncul beberapa minggu setelah bayi lahir hingga bayi berusia berusia sekitar tiga hingga empat bulan.

Sering kali kolik terjadi di malam hari. Kondisi ini memang tidak berbahaya, tetapi cukup membuat para orang tua kerepotan, karena terjadi secara tiba-tiba dan tanpa alasan yang jelas.

Kolik bukan termasuk penyakit, melainkan gabungan dari perilaku yang membingungkan. Kolik merupakan masalah yang umum pada bayi, dan terjadi pada sekitar 1 dari 5 bayi.

Terdapat perbedaan pada tangisan bayi yang mengalami kolik dengan tangisan bayi yang normal, yaitu tangisan pada kolik lebih nyaring, lebih intens, dan bernada lebih tinggi dibandingkan dengan tangisan bayi yang normal. Bahkan terkadang tangisannya mirip seperti jeritan.

Baca Juga: Mengenal Tes Apgar Score untuk Cek Kondisi Bayi Baru Lahir

Penyebab Kolik

Sayangnya, dokter belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi pemicu munculnya kolik. Namun, terdapat beberapa teori yang melatarbelakanginya, seperti:

  • Sistem pencernaan yang belum berkembang sepenuhnya
  • Paparan rokok
  • Hormon yang mengakibatkan sakit perut atau kembung
  • Sensitivitas terhadap cahaya, suara bising, dan lain-lain
  • Rangsangan yang terlalu banyak
  • Berkembangnya sistem saraf
  • Gejala awal migrain pada masa kanak-kanak
  • Makan berlebihan, kurang makan, atau jarang bersendawa
  • Rasa takut, frustrasi, atau gembira.

Gejala Kolik

Berikut ini adalah gejala kolik yang sering muncul pada bayi yang sehat, yaitu:

1. Tangisan Terus-menerus

Bayi menangis dengan keras secara tiba-tiba dan tanpa alasan yang jelas. Para orang tua biasanya tidak bisa berbuat banyak untuk menghibur mereka. Tangisan tersebut membuat wajah bayi tampak memerah, dan cenderung terjadi pada waktu yang sama setiap harinya, yaitu pada sore atau malam hari.

2. Perubahan pada Postur Tubuh

Ketika bayi mengalami kolik, biasanya postur tubuhnya juga mengalami perubahan, seperti tangan yang mengepal, perut menegang, lengan kaku, dan punggung melengkung. Selain itu, ditemukan juga perubahan pada wajahnya, seperti tampak kemerahan dan kulit di sekitar mulut menjadi lebih pucat.

3. Terganggunya Makan dan Tidur

Bayi panik saat mencari puting untuk menyusu, tetapi ketika mendapatkannya mereka justru menolaknya, atau mereka tidur hanya beberapa saat kemudian terbangun sambil menjerit.

4. Sering Buang Angin

Adanya peningkatan aktivitas usus membuat bayi lebih sering untuk buang angin.

Baca Juga: Panduan Singkat Memahami Arti Warna Feses Bayi Anda

Perawatan Kolik 

Tujuan utama dalam perawatan kolik adalah menenangkan anak sebanyak mungkin dengan menggunakan berbagai metode dan membuktikan bahwa orang tua telah menerima dukungan yang mereka butuhkan untuk mengatasi kolik.

Strategi untuk Menenangkan Bayi yang Mengalami Kolik

Beberapa strategi yang bisa Anda gunakan untuk menenangkan bayi Anda meliputi:

  • Gendong atau peluk bayi ketika mereka menangis terus-menerus.
  • Duduk atau gendong bayi dalam posisi tegak ketika bayi sedang menyusu.
  • Cium bayi Anda setelah menyusu.
  • Baringkan bayi secara tengkurap.
  • Goyangkan bayi dengan lembut di atas bahu Anda.
  • Goyangkan bayi Anda dengan lembut di dalam keranjang mereka, atau dorong mereka menggunakan kereta dorong bayi.
  • Mandikan bayi Anda di air hangat.
  • Terkadang suara pada TV, radio, mesin cuci, dan vacuum cleaner bisa membantu menenangkan mereka.
  • Tetap menyusui bayi Anda seperti biasa.
  • Menggunakan empeng.
  • Memijat bayi menggunakan minyak esensial.
  • Menempatkan bayi di ruangan santai yang memiliki suhu yang tidak terlalu panas, terlalu dingin, dan memiliki pencahayaan yang lembut.
  • Ajak bayi Anda untuk naik mobil atau berjalan-jalan menggunakan kereta dorong.

Teknik untuk Memberikan Makanan Pada Bayi yang Mengalami Kolik

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam memberikan makanan pada bayi dengan kolik:

  • Berikan susu botol pada bayi Anda dalam posisi tegak, dan rangsang bayi Anda untuk bersendawa selama dan setelah menyusu.
  • Gunakanlah botol melengkung untuk mempermudah pemberian asi dengan posisi tegak.

Tips Bagi Orang Tua dalam Menangani Kolik

Mendengarkan jeritan bayi akibat kolik tentu membuat para orang tua sedih, dan cemas. Untuk menangani masalah tersebut, cobalah untuk melakukan cara-cara seperti:

  • Beristirahat: Anda bisa beristirahat 10 hingga 15 menit untuk membantu Anda dalam menghadapi bayi Anda yang mengalami kolik.
  • Ekspresikan perasaan Anda: Wajar sebagai orang tua merasakan ketidakberdayaan, bersalah, dan tertekan. Anda perlu berbagi cerita kepada anggota keluarga, teman, dan dokter anak Anda.
  • Jangan menghakimi diri Anda sendiri: Jangan menilai kesuksesan Anda sebagai orang tua berdasarkan dengan seberapa sering bayi Anda menangis, karena kolik muncul bukan dari dampak pola asuh yang buruk. Tangisan pada kolik biasanya tidak dapat Anda hibur, tetapi perlu Anda ingat bahwa hal tersebut bukan menjadi pertanda bayi Anda menolak Anda.
  • Jaga kesehatan Anda: Anda perlu makan makanan yang bergizi, meluangkan waktu untuk berolahraga, misalnya dengan jalan cepat setiap harinya. Bila memungkinkan tidurlah saat bayi Anda sedang tertidur. Jangan lupa juga untuk selalu menghindari konsumsi alkohol dan obat-obatan lainnya.

Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi Agar Tidak Bertambah Parah

Sumber

Healthline. (2015). 14 Remedies to Try for Colic. www.healthline.com

Mayo Clinic. (2020). Colic. www.mayoclinic.org

Medical News Today. (2017). Everything You Need to Know About Colic. www.medicalnewstoday.com

NHS. (2018). Colic. www.nhs.uk

What to Expect. (2020). Colic in Babies: Signs, Causes and Tips for Parents. www.whattoexpect.com

WebMD. (2020). Colic in Babies. www.webmd.com