Imunisasi DPT : Manfaat dan Efek Samping Imunisasi

Imunisasi DPT : Manfaat dan Efek Samping Imunisasi

Penulis: Emy | Editor: Atsa

Imunisasi DPT diperlukan untuk melindungi tubuh dari penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus yang bisa berakibat fatal pada bayi dan anak.

Difteri merupakan penyakit tenggorokan berat yang dapat menyebar ke jantung dan sistem saraf sehingga menimbulkan kematian.

Imunisasi DPT mengandung kuman difteri yang sudah dihilangkan sifat racunnya, namun masih dapat merangsang pembentukan zat anti (toksoid).

Baca Juga: 6 Jenis Imunisasi Dasar Wajib untuk Bayi

Efek Samping

Seperti halnya obat apapun, pemberian imunisasi DPT sendiri bisa memberikan efek ringan maupun berat. Efek ringan seperti nyeri pada bagian yang disuntik, pembengkakan, dan demam. Efek yang lebih berat seperti kesakitan selama kurang lebih empat jam, anak rewel atau menangis hebat, kejang, kesadaran menurun, ensafalopati, dan syok.

Meski demikian, efek serius dari imunisasi ini sangat jarang terjadi. Untuk mengantisipasi efek tersebut, ketahui cara atasi demam anak setelah imunisasi

Manfaat

Meski demikian, melewatkan imunisasi DPT berisiko tinggi anak tertular penyakit berbahaya. Sebaliknya, melakukan imunisasi DPT diperlukan untuk melindungi tubuh dari penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus yang bisa berakibat fatal pada bayi dan anak.

Penyakit difteri bisa menyebar melalui partikel di udara, benda yang terkontaminasi, serta jika menyentuh luka orang yang terinfeksi kuman difteri. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphteriae, yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Penyakit menular ini tergolong infeksi serius yang bisa berisiko pada kematian.

Pertusis atau batuk rejan merupakan infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan. Penyakit ini bisa berakibat fatal, khususnya pada anak yang tidak mendapatkan vaksin pertusis.

Bakteri tetanus sering kali masuk ke tubuh melalui luka terbuka karena terkena benda asing, misalkan paku, yang menyebabkan tubuh kaku dan tegang akibat infeksi kuman. Infeksi ini rawan terjadi pada siapapun dan membutuhkan tindakan serius. Untuk mencegahnya imunisasi.DPT memang sangat diperlukan.

Jadwal Imunisasi DPT Dasar

Imunisasi.DPT dasar diberikan tiga kali, yaitu :

  • Imunisasi.DPT 1 saat anak berumur 2 bulan
  • Imunisasi.DPT 2 saat anak berumur 3 bulan
  • Imunisasi.DPT 3 saat anak berumur 4 bulan

Jadwal Imunisasi DPT Ulang / Booster

  • Imunisasi.DPT ulang 1, satu tahun setelah  imunisasi.DPT 3
  • Imunisasi.DPT ulang2, saat anak berusia 5 tahun

Baca Juga: Risiko pada Anak yang Tidak Imunisasi

Sumber

  1. Suririnah. 2009. Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan. Jakarta. Gramedia

Aziz Alimul Hidayat. 2008. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta. Salemba Medika

Aziz Alimul Hidayat. 2007. Siapa Bilang Anak Sehat Pasti Cerdas. Jakarta. Elex Media Komputindo

 



Add Your Comment