Chlorpheniramine (CTM) : Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping

Chlorpheniramine (CTM) : Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping

Penulis: Emy | Editor: Atsa

Chlorpheniramine biasa disebut CTM adalah antihistamin yang digunakan untuk meredakan gejala alergi. Gejala tersebut antara lain ruam, mata berair, gatal, pilek dan bersin, yang disebabkan oleh makanan, bulu binatang, gigitan serangga, dan serbuk sari bunga.

Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja zat histamin yang dibuat tubuh Anda selama reaksi alergi. 

Seperti dijelaskan di atas, obat CTM ini hanya bekerja untuk meredakan gejala, bukan menyembuhkan flu atau batuk. Jadi, bijaklah dalam menggunakan obat sesuai petunjuk dibalik kemasan, atau sebaiknya gunakan obat ini sesuai anjuran dari dokter.

Jangan gunakan produk ini sebagai obat tidur, juga jangan berikan obat lain yang mungkin mengandung bahan yang sama atau tidak cocok digunakan bersamaan (lihat juga bagian Interaksi Obat).

Cara menggunakan CTM

Jika Anda menggunakan produk yang dijual bebas, baca semua petunjuk pada kemasan produk sebelum meminum obat ini. Jika dokter yang meresepkan obat ini, minumlah sesuai petunjuk yang diresepkan dokter. 

Dosis akan didasarkan pada usia Anda, kondisi medis, dan respon terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering dari yang direkomendasikan oleh dokter atau instruksi yang tertera pada kemasan tanpa persetujuan dokter Anda.

Obat ini harus diminum secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Untuk membantu Anda mengingat, ambillah pada waktu yang sama setiap hari.

Efek Samping

Efek samping mungkin bisa terjadi, seperti mengantuk, pusing, sembelit, sakit perut, penglihatan kabur, atau mulut kering. Untuk meredakan mulut kering, pastikan banyak meminum air putih. Jika salah satu dari efek samping tersebut terasa memburuk atau bertahan lama, segera konsultasikan dengan dokter. 

Banyak orang yang menggunakan obat ini tidak mendapatkan efek samping yang serius. Namun, jika Anda merasakan efek samping yang serius, seperti: perubahan mood (seperti gelisah atau kebingungan), kesulitan buang air kecil, gatal, pusing, sesak, detak jantung cepat atau tidak teratur, segera hentikan penggunaan obat dan periksakan diri ke dokter.

Peringatan

  • Jangan memberikan obat ini kepada bayi dan anak-anak di bawah usia satu tahun tanpa anjuran dari dokter.
  • Harap berhati-hati dalam mengonsumsi CTM jika memiliki penuakit seperti asma, gangguan pada saluran pernapasan, glaukoma, pembesaran kelenjar prostat, tukak lambung, dan infeksi kandung kemih.
  • Hindari mengendarai kendaraan saat menjalani pengobatan dengan chlorpheniramine, karena efek samping mudah mengantuk bisa terjadi.
  • Hentikan konsumsi minuman beralkohol selama mengonsumsi CTM.
  • Kunjungi dokter jika alergi tidak segera mereda setelah pemakaian obat lebih dari 5 hari.
  • Jika terjadi reaksi alergi yang lebih parah atau overdosis, segera temui dokter.

 

Sumber

WebMD. Chlorpheniramine Maleate. www.webmd.com

Drugs. Chlorpheniramine. www.drugs.com

MedlinePlus. Chlorpheniramine. www.medlineplus.gov