Batuk Berdarah (Hemoptisis): Penyebab dan Pengobatan

Batuk Berdarah (Hemoptisis): Penyebab dan Pengobatan

Penulis: Dita | Editor: Umi

Mengeluarkan darah ketika Anda batuk baik dalam jumlah sedikit atau banyak, sebaiknya menjadi perhatian. Sebab, batuk darah bisa menjadi pertanda dari suatu penyakit.

Dalam istilah medis, batuk berdarah dikenal dengan hemoptisis. Kondisi ini terjadi ketika Anda batuk dan mengeluarkan darah yang berasal dari paru-paru. Darah yang keluar umumnya berwarna merah cerah dan tampak berbusa karena telah bercampur dengan udara serta lendir di paru-paru.

Hemoptisis bisa menjadi pertanda kondisi medis yang serius karena bisa disebabkan oleh infeksi, kanker, atau masalah pada pembuluh darah di paru-paru. Karena itu, seseorang yang mengalami batuk berdarah harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Baca Juga : Jenis Obat Batuk Bayi yang Aman Dikonsumsi

Penyebab Batuk Berdarah

Hemoptisis mengacu pada batuk darah yang berasal dari paru-paru. Namun, kasusnya tidak selalu sama. Ada juga beberapa orang yang batuk berdarah, tetapi darahnya berasal dari saluran pencernaan. Karena itu, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan lokasi perdarahan dan penyebabnya.

Penyebab batuk berdarah paling umum di seluruh dunia, terutama Indonesia adalah tuberkulosis (TBC). Kondisi ini merupakan infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri menular. Selain batuk terus-menerus disertai bercak darah, gejala yang muncul berupa demam, nyeri dada, hingga nyeri saat bernapas atau batuk.

Selain itu, penyebab lain juga bisa memicu batuk berdarah antara lain:

  • PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)
  • Kanker paru-paru
  • Rusaknya saluran udara di paru-paru atau bronkiektasis, terutama disebabkan oleh fibrosis kistik
  • Pneumonia
  • Bronkitis kronis
  • Gagal jantung kongestif
  • Masuknya benda asing ke saluran udara
  • Terjadi inflamasi karena kondisi autoimun, seperti lupus
  • Abses pada paru-paru
  • Tumor paru non-kanker
  • Infeksi parasit
  • Emboli paru

Beberapa penyebab lain, seperti cedera akibat kecelakaan mobil atau luka tembak, endometriosis hingga penggunaan antikoagulan (pengencer darah) juga bisa menyebabkan Anda mengalami batuk darah. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin tidak akan bisa menemukan penyebab pastinya. Namun, hemoptisis umumnya akan mereda dalam 6 bulan.

Baca Juga : Batuk Terus-menerus dan Tak Kunjung Sembuh? Ketahui 9 Penyebabnya

Pengobatan Batuk Berdarah

Batuk berdarah bisa diobati dengan beberapa cara, tergantung penyebabnya. Jika pasien hanya mengalami iritasi tenggorokan karena batuk berlebihan, obat pelega tenggorokan yang dijual bebas dapat mengatasi masalah ini.

Namun jika kasusnya lebih rumit, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan dada dan paru-paru. Biasanya pemeriksaan diawali dengan rontgen dada. Selain itu, ada beberapa pengujian dan pemeriksaan yang mungkin dilakukan:

  • Bronkoskopi (melihat ke dalam paru-paru dengan alat khusus yang dilengkapi kamera).
  • CT scan dada untuk memberikan gambaran kondisi paru-paru secara melintang.
  • Pemeriksaan darah untuk menemukan penyakit lain yang mungkin menjadi penyebab.
  • Biopsi paru (mengangkat sebagian kecil jaringan paru-paru untuk diperiksa).
  • Kultur dahak (untuk menemukan organisme penyebab infeksi).
  • Oksimetri nadi (untuk memeriksa kadar oksigen di dalam darah).

Dengan tes ini, dokter bisa mengidentifikasi penyakit atau kondisi tertentu yang menyebabkan Anda batuk darah. Ini akan memudahkan tenaga kesehatan menentukan langkah lanjutan untuk pengobatan.

Tujuan utama dari pengobatan biasanya berfokus untuk menghentikan perdarahan yang terjadi, terutama jika darah yang keluar dalam jumlah banyak. Jika penyebabnya adalah infeksi, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengatasinya.

Dalam kasus perdarahan hebat, pasien mungkin harus segera dirujuk ke rumah sakit. Dokter mungkin saja akan merekomendasikan prosedur embolisasi endovaskular untuk menghentikan perdarahan. Prosedur atau pembedahan lain mungkin diperlukan, tergantung pada penyebab batuk darah yang dialami.

Kapan Harus ke Dokter?

Batuk darah bisa menjadi pertanda dari kondisi medis yang serius. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami salah satu atau beberapa dari gejala berikut:

  • Batuk darah lebih dari seminggu dan semakin parah seiring waktu
  • Mengalami batuk darah setelah terjatuh atau cedera pada dada
  • Darah yang keluar saat batuk lebih dari sendok teh darah
  • Sakit di bagian dada saat batuk dan bernapas
  • Penurunan berat badan
  • Berkeringat dingin di malam hari
  • Demam
  • Napas menjadi pendek, tidak seperti biasanya

Selain itu, penting juga untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika darah berwarna gelap dan disertai munculnya potongan makanan, segera ke rumah sakit. Kondisi ini bisa menunjukkan kondisi serius yang berasal dari saluran pencernaan.

Baca Juga : Ketahui Perbedaan Batuk Biasa dengan Batuk TBC

 

Sumber

Health Direct (2019). Hemoptysis (Coughing up Blood). www.healthdirect.gov.au
Healthline (2019). Why Am I Coughing Up Blood? www.healthline.com
Mayo Clinic (2018). Coughing Up Blood. www.mayoclinic.org
Webmd (2020). Hemoptysis (Coughing Up Blood). www.webmd.com
Verywell Health (2020). When Is Coughing up Blood an Emergency?. www.verywellhealth.com