5 Manfaat Sarapan Rendah Karbohidrat

Image : www.leseclaireuses.com

Penulis : Nia Happy | Editor : Atsa

Sarapan sangat penting bagi tubuh untuk menjaga tubuh berenergi sepanjang hari, dan meningkatkan metabolisme. Namun, tidak semua makanan baik dikonsumsi saat sarapan.

Karbohidrat memang sangat diperlukan bagi tubuh. Namun, jika Anda mengonsumsi karbohidrat berlebih bisa memicu Anda terkena penyakit kolesterol, diabetes, obesitas dan masalah kesehatan lainnya.

Beberapa makanan rendah karbohidrat yaitu roti gandum, oatmeal, dada ayam, susu rendah lemak, brokoli dan masih banyak jenis lainnya. Sarapan rendah karbohidrat memiliki banyak sekali manfaat, lho. Berikut 5 alasan Anda harus mengganti sarapan rendah karbohidrat.

Baca Juga7 Menu Sarapan untuk Kenyang Lebih Lama

1. Membantu Menurunkan Berat Badan

Jika Anda mengkonsumsi karbohidrat terlalu banyak, namun tidak melakukan olahraga, hal tersebut bisa menyebabkan obesitas karena adanya penumpukan lemak dalam tubuh.

Diet rendah karbohidrat dan tinggi protein bisa membantu untuk lebih cepat menurunkan berat badan lho.  Karena dengan memilih makanan rendah karbohidrat untuk dikonsumsi, Anda secara langsung juga mengurangi asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh. Nah, bagi Anda yang menginginkan bentuk tubuh yang ideal mulailah merubah asupan makanan Anda mulai dari sarapan rendah karbohidrat ya.

Baca Juga5 Cara Efektif Disiplin Diet

2. Melawan Kanker

Dengan mengurangi sedikit karbohidrat atau mengonsumsi makanan rendah karbohidrat tubuh Anda secara alami menurunkan kadar insulin dalam tubuh dan memperlambat pertumbuhan kanker yang ada pada dalam tubuh lho.

Tapi tidak cukup hanya dengan mengurangi karbohidrat Anda juga harus melihat nutrisi yang masuk dan menjalani gaya hidup yang sehat.

3. Membantu Mengontrol Diabetes

Bagi penderita diabetes, mengurangi karbohidrat dinilai sebagai salah satu jenis diet yang sesuai dalam membantu mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh. Bahkan, Diet rendah karbohidrat menjadi terapi bagi penderita diabetes untuk menurunkan gula darah. Nah, bagi penderita diabetes atau memiliki keturunan diabetes, ganti sarapan Anda dengan sarapan rendah karbohidrat.

4. Menjaga Rasa Lapar

Mengganti sarapan rendah karbohidrat dapat menjaga Anda dari rasa lapar. Konsumsi sayuran seperti brokoli, bayam, terong, dada ayam, ikan, dan yoghurt bisa mengendalikan membuat perut kenyang lebih lama. Dengan begitu, nafsu makan akan terjaga, dan membuat Anda makan lebih sedikit saat jam makan siang tiba.

Baca JugaCara Efektif Mengurangi Kebiasaan Ngemil

5. Meningkatkan Massa Otot

Riset dari Journal of Human Kinetics menemukan bahwa, seseorang yang melakukan diet rendah karbohidrat atau tinggi lemak mengalami peningkatan kinerja. Secara khusus, otot bisa menyimpan energi dan membakar lemak lebih.

Nah, bagi Anda yang memiliki jadwal yang padat hingga sore hari sarapan rendah karbohidrat akan membuat Anda lebih bersemangat, dan tidak mudah kantuk. Yuk, mulai ganti sarapan Anda dengan makan yang rendah karbohidrat.

6. Tidak Mudah Mengantuk

Makanan tinggi karbohidrat juga mempengaruhi kenaikan gula darah, lho. Sarapan tinggi karbohidrat setelah perut kosong semalaman akan mengakibatkan gula darah naik tiba-tiba. Keadaan inilah yang bikin seseorang mudah mengantuk setelah sarapan atau makan kenyang tinggi karbohidrat.

Kalau Anda sering mengantuk di pagi hari saat bekerja, ganti sarapan Anda dengan sarapan yang rendah karbohidrat dan tinggi protein. Dada ayam dan ikan bisa jadi pilihan supaya tetap berenergi saat bekerja tanpa mengantuk, karena protein pada dada Ayam dan Ikan membantu dalam membuat perut kenyang lebih lama.

Baca JugaMengenal Whey Protein dan Manfaatnya

 

Sumber :
Stylecraze (2018). 5 Amazing Benefits High Protein Low Carb. www.stylecraze.com
Eatingwell. 6 Reasons You Should Be Eating Carbs. www.eatingwell.com
Dietdoctor. Low Carbs Breakfast. www.dietdoctor.com
Healthline. A Guide to Healthy Low-Carb Diet For Diabetes. www.healthline.com
J Langford. (2001). The Effect of Low Carbohydrate Diet on the Pattern of Hormonal Changes During Incremental. www.journals.humankinetics.com