7 Menu Sarapan untuk Kenyang Lebih Lama

Image : www.cbc.ca

Tidak sedikit orang yang merasakan ngantuk setelah sarapan. Hal tersebut membuat sebagian orang juga memilih untuk melewatkan sarapan karena takut mengantuk saat bekerja atau aktivitas penting lainnya. Tapi, apa benar sarapan menyebabkan mengantuk?

Rasa mengantuk yang datang setelah sarapan sebenarnya disebabkan kesalahan dalam memilih menu. Beberapa jenis makanan dan minuman memiliki indeks glikemik yang tinggi. Indeks glikemik menentukan seberapa cepat dan banyak karbohidrat menaikkan kadar gula darah. Nah, naiknya kadar gula dalam darah inilah yang menyebabkan timbulnya rasa kantuk.

Memilih menu sarapan dengan nilai indeks glikemik yang lebih rendah dan sedang akan membuat gula darah stabil setelah makan, sehingga nggak bikin kantuk. Makanan akan dicerna tubuh secara perlahan dan menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara bertahap. Jadi selain nggak mudah ngantuk setelah makan, perut juga jadi kenyang lebih lama. Berikut ini 7 menu sarapan yang bisa dicoba!

1. Roti Gandum, Alpukat, dan Telur

Roti gandum dan alpukat memiliki indeks glikemik yang rendah dan kaya serat. Jika ditambah lemak yang baik dari alpukat maka akan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Apalagi ditambah telur yang merupakan sumber protein penting bagi metabolisme dan sel-sel tubuh, termasuk otak, akan membantu tetap fokus dan segar di pagi hari. Menu sarapan ini juga sangat populer di Eropa, lho.

2. Oatmeal Tradisional

Pernah dengar kalau bubur oat bisa jadi menu sarapan sehat? Hal tersebut memang benar, tapi untuk oatmeal tradisional yang memerlukan proses memasak, ya.

Bubur oat yang baik adalah yang berasal dari oat mentah yang memang memerlukan waktu memasak cukup lama. Oatmeal tradisional memiliki kandungan indeks glikemik rendah yang dapat menghindari lonjakan gula darah. Sementara oatmeal instan cenderung memiliki indeks glikemik yang tinggi, jadi bisa bikin ngantuk.

3. Granola atau Corn Flakes dengan Susu

Meski granola dan corn flakes termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi, mencampurkannya dengan susu sebagai menu sarapan masih tetap aman dari pemicu kantuk. Susu yang memiliki indeks glikemik tinggi dapat menurunkan indeks glikemik pada granola dan corn flakes jika dimakan bersamaan.

4. Pasta

Memilih menu sarapan dengan pasta juga bisa jadi pilihan, lho. Pasta seperti spaghetti, Fettuccine, dan Fusilli memiliki indeks glikemik yang rendah. Tapi, masak pasta tersebut dengan waktu yang pas, ya. Memasak pasta terlalu lama justru akan meningkatkan indeks glikemik pada pasta.

5. Nasi Merah dan Sayuran

Nah, menu yang satu ini memang selera masyarakat Indonesia banget! Sarapan nasi merah dan sayuran memang paling aman buat lidah Indonesia, dan indeks glikemiknya rendah. Makin nikmat ditambah telur dan tempe. Telur dan tempe juga memiliki indeks glikemik yang rendah, lho.

6. Buah

Yang paling praktis untuk yang terburu-buru bekerja, sarapan buah memang paling cocok. Ada banyak sekali buah-buahan dengan indeks glikemik rendah seperti apel, pisang, pepaya, dan jeruk.

7. Omelet Sayur

Menu simpel yang mudah sekali dibuat di rumah untuk sarapan yaitu omelet sayur. Masukan saja sayur-sayuran yang disuka ke dalam adonan telur, tambahkan bawang bombay, lalu buat omelet.

Tujuh menu di atas bisa dijadikan menu sarapan secara bergantian supaya nggak bosan. Aktivitas harian kini jauh dari rasa kantuk, deh.

Baca Juga : 5 Cara Efektif Disiplin Diet

 

Sumber :
Anna O’Rourke. 7 low-GI breakfasts that will keep you fuller for longer. www.her.ie
Jo Lewin. Spotlight on low-GI. BBC Good Food. www.bbcgoodfood.com
Tropicana Slim. (2010). Diet dan Indeks Glikemik. www.tropicanaslim.com