5 Alternatif Pemanis Alami & Buatan Pengganti Gula

Image: heart.org

Gula sering dianggap sebagai penyebab obesitas, masalah gigi dan penyakit degeneratif seperti kanker, penyakit jantung dan diabetes. Sebenarnya konsumsi gula boleh saja, namun sesuai takaran yang dianjurkan.

Menurut Kemenkes, batasan konsumsi gula adalah 4 sendok makan per hari atau setara dengan 50 gram saja. Pembatasan ini sangat perlu, sebab gula bersifat adiktif (candu) yang buat anda ketagihan ingin terus memakannya.

Ada beberapa alternatif pemanis pengganti gula pasir, baik alami maupun buatan. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Cermati sebelum memilih, ya!

Madu

Manfaat madu sudah terkenal secara umum, terutama kandungan vitamin E dan C yang berperan sebagai antioksidan. Antioksidan penting untuk tangkal radikal bebas penyebab penyakit.

Berdasarkan fungsinya sebagai antioksidan, madu mampu turunkan level CRP (C-reactive protein) yaitu salah satu tanda peradangan. Kadar homosistein (zat yang jika berlebihan dapat tingkatkan resiko penyumbatan pembuluh darah) pun menurun dengan konsumsi madu.

Tidak hanya itu, penelitian lain tunjukan bahwa madu dapat kurangi kadar LDL dan trigliserida secara signifikan pada pasien diabetes (setelah rutin selama 8 minggu). Madu juga tingkatkan kadar HDL, kolesterol baik dalam tubuh.

Hanya saja segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk madu. Saat berlebihan, madu dapat tingkatkan HbA1c, yaitu komponen dalam pemeriksaan gula darah.

Walaupun dari segi efek terhadap level gula darah, madu terbukti lebih aman daripada gula biasa. Namun harus tetap hati-hati dan batasi konsumsi untuk tidak berlebihan.

Baca Juga: Apa Bedanya? Diabetes 1 vs Diabetes 2?

Stevia

Kepopuleran stevia semakin meningkat. Stevia dikenal sebagai pemanis tanpa kalori yang terbuat dari ekstrak daun stevia.

Rasa manis stevia dihasilkan dari stevioside dan rebaudioside yang lebih manis berkali lipat dibanding gula biasa.

Selain rendah kalori, penelitian buktikan stevia juga punya banyak manfaat untuk tubuh, seperti:

  • Turunkan kadar tekanan darah sebesar 6-14% pada orang dengan hipertensi.
  • Turunkan kadar gula darah pasien diabetes.

Dibalik kelebihannya, rasa stevia kurang digemari sebagian orang. Hanya saja soal rasa bersifat objektif, barangkali anda bisa menerima rasa gula alternatif yang satu ini.

Dibandingkan gula biasa, gula alkohol, maupun gula buatan, stevia termasuk pilihan yang sangat baik untuk dicoba.

Buah

Buah adalah pilihan terbaik pengganti gula. Selain rendah kalori, buah juga sumber vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh.

Mulai ganti pemanis dessert anda dengan buah, misalnya pilih topping stroberi atau pisang dibandingkan sirup pada kue. Anda juga bisa tambahkan buah pada roti atau oat saat sarapan.

Jika terasa sulit, mulai dari hal yang sederhana dengan minum jus buah tanpa tambahan gula maupun kental manis. Biarkan rasa manis alami yang mengisi dahaga anda. Dengan begini, anda dapat penuhi kebutuhan vitamin harian sekaligus batasi asupan gula.

Gula Alkohol

Ada beberapa jenis gula alkohol yaitu xylitol, erythritol, sorbitol, mannitol, dan maltitol. Namun hanya beberapa diantaranya yang sering dijadikan pengganti gula

Erythritol sangat manis dan bercita rasa seperti gula biasa, namun rendah kalori (hanya 6% dari kalori gula). Gula alkohol jenis ini aman dikonsumsi, meski dalam jumlah besar dapat sebabkan masalah pencernaan. Karena sifatnya yang rendah kalori, erythritol biasa digunakan pada makanan khusus diabetes.

Gula alkohol populer lainnya adalah xylitol. Gula ini hanya mengandung 2.4 kalori per gram. Jumlah ini setara dengan 40% dari kalori gula biasa. Meskipun masih kalah jika dibandingkan dengan erythritol yang lebih sedikit kalorinya.

Penelitian dengan tikus tunjukan xylitol dapat tingkatkan kepadatan tulang dan turunkan resiko osteoporosis.

Baca Juga: Benarkah Susu Kental Manis (SKM) Bukan Termasuk Susu?

Sukralosa

Sukralosa adalah pemanis buatan turunan dari sukrosa. Rasa manisnya 650 kali lipat dibanding gula biasa. Karena terlalu manis, biasanya dicampur dengan dengan pemanis lainnya seperti dekstrosa atau maltodekstrin untuk kurangi kadar kemanisannya.

Campuran ini juga yang buat sukralosa tidak bisa 100% bebas kalori. Kalori tersebut dikandung oleh bahan campuran yang digunakan.

Sukralosa sudah dinyatakan aman dikonsumsi oleh manusia. Sukralosa tidak sebabkan kanker, kemandulan, dan aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Selain itu, sukralosa pun tidak berbahaya terhadap sistem imun serta tidak timbulkan efek terhadap kadar gula darah.

Jika biasanya gula berdampak pada masalah gigi, lain halnya dengan sukralosa. Sebab, gula yang satu ini tidak berdampak pada masalah gigi. Justru sering digunakan pada produk kesehatan mulut, seperti permen karet rendah kalori.

Kini sukralosa sudah banyak digunakan pada minuman rasa buah, buah kaleng, dan sirup.

Namun dibandingkan minuman manis, air mineral tetap lebih baik dari segi kalori. Hal ini dikarenakan air mineral 100% bebas kalori. Pilihan pun kembali pada anda, apa yang dicari dan dibutuhkan. Cerdas memilih, ya!

 

 

Sumber:
5 Best and Worst Sweeteners. 2016. https://health.clevelandclinic.org/
How Safe is Sucralose? 2016. https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/how-safe-is-sucralose/
Sehat Berawal dari Piring Makanku. 2017. www.depkes.go.id
10 Artificial Sweeteners and Sugar Substitutes. 2017. https://www.health.com/health/gallery
8 Natural Substitutes for Sugar. 2017. https://www.healthline.com/nutrition
Artificial Sweeteners and Other Sugar Substitutes. 2018. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle