11 Rekomendasi Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Jantung Bengkak

11 Rekomendasi Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Jantung Bengkak

Penulis: Dea | Editor: Handa

Jantung bengkak merupakan kondisi saat ukuran jantung lebih besar dari ukuran normalnya. Hal tersebut terjadi akibat otot jantung bekerja terlalu keras sehingga membuat jantung menebal, atau bilik jantung melebar. Terkadang penyakit ini muncul tanpa disertai dengan gejala.

Apabila muncul disertai dengan gejala, gejalanya meliputi sesak napas, aritmia, penumpukan cairan yang menyebabkan pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki (edema), kelelahan, dan pusing. Jantung Anda bisa membengkak karena kondisi bawaan dari lahir, atau masalah pada jantung yang berkembang seiring waktu.

Masalah jantung yang paling umum menyebabkan jantung bengkak adalah iskemia jantung dan tekanan  darah tinggi. Jantung bengkak dapat ditangani dengan mengonsumsi obat-obatan dan menerapkan gaya hidup sehat, seperti berolahraga, berhenti merokok, memiliki pola makan sehat, serta membatasi konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat. Beberapa jenis makanan yang baik dikonsumsi untuk penderita penyakit jantung bengkak, yaitu:

1. Ikan dengan Kandungan Asam Lemak Omega-3 yang Tinggi

Ikan merupakan sumber utama asam lemak omega-3 dan protein, tetapi memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah. Orang-orang yang menderita penyakit jantung atau yang berisiko mengembangkannya sering disarankan banyak mengonsumsi ikan dengan kandungan asam lemak omega-3 tinggi.

Asam lemak omega-3 sendiri berfungsi untuk menurunkan risiko detak jantung yang tidak normal, dan memperlambat pertumbuhan plak di arteri. Beberapa jenis ikan yang kaya akan asam lemak omega-3, yaitu salmon, tuna, mackerel, dan tiram.

2. Apel

Apel mengandung beberapa senyawa yang bermanfaat meningkatkan kesehatan jantung, seperti fitokimia bernama Quercetin yang berperan sebagai agen anti-inflamasi alami dan membantu mencegah pembekuan darah. Selain itu, Apel juga mengandung serat larut yang dapat menurunkan kolesterol jahat.

Kandungan penting lainnya adalah Polifenol yang terkenal dengan efek antioksidan. Salah satu jenis Polifenol yaitu Flavonoid Epicatechin yang membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Jenis Flavonoid lainnya bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit stroke.

3. Raspberry

Raspberry mengandung serat dan vitamin C. Kedua nutrisi tersebut bermanfaat untuk menurunkan risiko stroke. Selain itu, raspberry juga kaya akan polifenol yang berperan sebagai antioksidan, sehingga mampu membersihkan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. Alternatif buah beri lainnya yang bagus untuk Anda, yaitu stroberi, blueberry, dan blackberry.

Baca Juga : Makanan Sehat untuk Penderita Ambeien dan Pantangannya

4. Chia Seed dan Flax Seed

Kedua jenis biji-bijian ini kaya akan kandungan asam lemak omega-3 nabati, seperti asam alfa-linolenat. Asam lemak omega-3 memiliki berbagai manfaat penting bagi jantung Anda, seperti mengurangi tekanan darah dan meminimalisir pertumbuhan plak di arteri.

Asam lemak omega-3 juga bisa menurunkan risiko beberapa gangguan yang memicu serangan jantung, seperti aritmia dan trombosis. Keduanya bisa Anda konsumsi secara dan mengkombinasikannya dengan menu diet Anda.

5. Kacang Kedelai

Kedelai merupakan sumber protein nabati yang baik untuk dijadikan alternatif daging yang berperan penting dalam kesehatan jantung Anda. Pasalnya,  kacang kedelai ini mampu menurunkan tekanan darah dan mengurangi kolesterol.

6. Oatmeal

Oatmeal memiliki kandungan serat yang bernama beta-glucan. Serat ini bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL Anda. Apabila Anda tidak menyukai oatmeal yang dimasak, Anda bisa menggunakan oatmeal sebagai topping pada yoghurt atau salad.

7. Sayuran Hijau

Beberapa jenis sayuran hijau, seperti bayam, dan brokoli dipenuhi dengan berbagai senyawa penting yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan sistem pembuluh darah Anda. Selain itu, kandungan serat yang tinggi juga bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan mengurangi risiko penyakit jantung.

8, Kacang Sehat

Almond, pistachio, hazelnut, pecan, danwalnut adalah beberapa jenis kacang sehat yang berfungsi untuk menjaga kesehatan jantung Anda. Kacang-kacang tersebut mengandung protein, serat, mineral, vitamin, dan antioksidan. Bagi Anda yang suka ngemil, jangan lupa untuk menjadikan kacang-kacang tersebut sebagai menu camilan Anda.

Baca Juga : 5 Makanan Kaya Serat Ampuh Atasi Sembelit Tanpa Obat

9. Tomat

Tomat mengandung berbagai nutrisi yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung, seperti serat, kalium, vitamin C, folat, kolin, dan likopen. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika Anda mulai menambahkan tomat pada salad atau sandwich Anda.

10.  Cokelat Hitam

Kakao merupakan tanaman penghasil cokelat yang kaya akan flavanol, yaitu senyawa yang berperan sebagai antioksidan yang dapat menyingkirkan kolesterol jahat dari arteri Anda. Fungsi lainnya adalah membantu menurunkan tekanan darah, dan mencegah penggumpalan darah. Untuk mendapatkan kandungan flavanol lebih banyak, Anda bisa memilih cokelat hitam dengan kandungan 70 persen kakao rendah gula.

11. Alpukat

Alpukat kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal, seperti minyak zaitun, ditambah lagi dengan vitamin dan fitokimia yang berperan sebagai antioksidan yang berperan penting dalam melindungi jantung Anda. Asam oleat yang merupakan jenis asam lemak tak jenuh tunggal ini berada di dalam alpukat, dengan fungsinya untuk mengurangi peradangan di seluruh tubuh Anda, termasuk jantung.

Baca Juga : 9 Manfaat Alpukat untuk Ibu Hamil dan Janin

Sumber

Healthline. (2018). What Causes an Enlarged Heart (Cardiomegaly) and How’s It Treated?. www.healthline.com
Medical News Today. (2018). What Are The Best Foods For Heart Health?. www.medicalnewstoday.com
Verywell Health. (2020). 10 Foods That Are Good for Your Health. www.verywellhealth.com
Web MD. (2015). Top 11 Heart-Healthy Foods. www.webmd.com
Cleveland Clinic. (2019). 12 Heart-Healthy Foods to Work into Your Diet. www.health.clevelandclinic.org
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Manfaat Magnesium Buat Kesehatan. www.padk.kemkes.go.id