Waspada Beser: Ketahui Gejala dan Penyebabnya

Waspada Beser: Ketahui Gejala dan Penyebabnya

Penulis: Mustika | Editor: Handa

Mungkin sebagian dari Anda pernah mengalami beser atau sering buang air kecil. Ada dua kemungkinan yang menyebabkan seseorang mengalami sering buang air kecil, yaitu terlalu banyak minum atau memiliki kondisi kesehatan tertentu. Normalnya, seseorang akan buang air kecil sebanyak 4-8 kali setiap hari.

Namun, sebagian orang bisa buang air kecil melebihi frekuensi padahal hanya minum sedikit. Bahkan, tidak jarang pula sampai mengganggu waktu tidurnya karena harus bangun untuk buang air kecil. Jika mengalami kondisi ini, maka Anda perlu mewaspadainya.

Apa itu Kandung Kemih Overaktif (Overactive Bladder)?

Kandung kemih overaktif (overaktif bledder / OAB) atau umumnya disebut beser, merupakan masalah pada fungsi penyimpanan kandung kemih, sehingga menyebabkan seseorang buang air kecil secara terus-menerus.OAB seringkali sulit ditahan, bahkan menyebabkan keluarnya urine secara tidak sengaja.

Perlu Anda ketahui bahwa sistem kemih melibatkan beberapa organ, seperti ginjal, ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (saluran yang membawa urin dari kandung kemih keluar dari tubuh). Jika terjadi masalah kesehatan pada ginjal, kandung kemih, atau sistem kemih lainnya, hal ini membuat kandung kemih overaktif.

Gejala Kandung Kemih Overaktif (Overactive Bledder)

Berikut ini beberapa gejala dari kandung kemih overaktif yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Keharusan untuk buang air kecil. Kondisi ini ditandai dengan ketidakmampuan seseorang dalam menunda rasa ingin buang air kecil.
  • Frekuensi buang air kecil. Seseorang yang mengalami kandung kemih overaktif, akan sering buang air kecil setiap hari.
  • Inkontinensia urin. Kondisi ini terjadi karena seseorang sulit menahan buang air kecil, sehingga membuatnya ngompol. Inkontinensia urin, umumnya dialami oleh lansia.
  • Nokturia. Nokturia merupakan kondisi medis untuk buang air kecil berlebih, setidaknya dua kali pada setiap malam hari.

Gejala kandung kemih overaktif bisa berubah-ubah dan tidak sama. Ada kemungkinan beberapa dari penderita tidak merasakan gejala yang sama. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala yang tidak normal saat buang air kecil.

Baca Juga : 9 Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih

Penyebab Kandung Kemih Overaktif (Overactive Bladder)

Selain gejala, Anda juga harus mengetahui penyebab terjadinya kandung kemih overaktif atau overactive bladder. Pasalnya, buang air kecil melebihi frekuensi normal dalam waktu yang lama, dapat mengindikasikan kondisi kesehatan tertentu. Berikut ini merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang sering buang air kecil:

1. Kerusakan Saraf

Biasanya, saraf akan menekan kandung kemih yang telah terisi penuh oleh urin untuk mengeluarkannya. Akan tetapi, saraf yang rusak menekan kandung kemih meski urin di dalamnya masih sedikit. Akibatnya, seseorang akan sering buang air kecil.

Beberapa kondisi yang menyebabkan kerusakan saraf, seperti diabetes, stroke, parkinson, infeksi di otak atau sumsum tulang belakang, dan trauma pada tulang belakang, panggul, atau perut. Oleh sebab itu, jika frekuensi buang air kecil Anda berlebih, segera periksakan kondisi kesehatan Anda ke dokter.

2. Kehamilan

Adanya janin di dalam kandungan membuat tekanan pada kandung kemih. Tekanan tersebut membuat otot kandung kemih berkontraksi dan mendorong urin keluar. Kondisi inilah yang membuat ibu hamil sering buang air kecil, bahkan terkadang tidak bisa dikendalikan. Semakin besar usia kehamilan, maka frekuensi untuk buang air kecil semakin meningkat.

3. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

ISK adalah salah satu penyebab umum seringnya buang air kecil. Hal ini karena ISK meningkatkan aktivitas otot kandung kemih sehingga memicu rasa ingin buang air kecil terus-menerus. Seseorang yang mengidap ISK, biasanya akan mengalami gejala, seperti nyeri dan sensasi terbakar saat buang air kecil.

Baca Juga : Kolitis Ulseratif: Ketahui Gejala dan Penyebabnya

4. Sleep Apnea

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang berhenti sementara selama beberapa kali saat tidur. Sebanyak 50 persen dari penderita sleep apnea mengalami ingin buang air kecil pada malam hari.

Pasalnya, ketika penderita berupaya keras bernapas untuk melawan saluran pernapasan yang tertutup, otot jantung meregang, sehingga menghasilkan hormon atrial natriuretic peptide. Kondisi inilah yang membuat penderita ingin buang air kecil.

5. Mengonsumsi Alkohol dan Kafein

Minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh bersifat diuretik atau memicu buang air kecil. Sama halnya dengan minuman beralkohol yang menghambat pelepasan hormon vasopresin atau anti-deurotic hormone (ADH) sehingga meningkatkan fungsi ginjal.

Akibatnya, ginjal akan melepaskan banyak cairan yang membuat Anda ingin buang air kecil terus menerus. Oleh sebab itu, sebaiknya kurangilah mengonsumsi minuman tersebut, jika Anda merasa sering buang air kecil.

6. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat untuk tekanan darah tinggi dapat menyebabkan OAB. Pasalnya, obat-obatan tersebut mengandung diuretik yang dapat meningkatkan pembuangan cairan tubuh melalui ginjal sehingga menyebabkan sering buang air kecil.

7. Menopause

Wanita yang memasuki masa menopause juga akan mengalami OAB. Hal ini karena perubahan hormon estrogen yang menurun menyebabkan otot kandung kemih dan uretra melemah. Kondisi tersebut menyebabkan desakan ingin buang air kecil tanpa bisa dikendalikan.

8. Obesitas

Kelebihan berat badan menyebabkan tekanan yang ekstra pada kandung kemih Anda. Hal ini dapat memicu nokturia, yaitu peningkatan buang air kecil pada malam hari.

Baca Juga : 12 Cara Mencegah Buang Gas Berlebih

Sumber


Cleveland Clinic. 2019. Overactive Bladder. my.clevelandclinic.org
Healthline. 2019. Everything You Need to Know About Overactive Bladder. www.healthline.com
Urology Care Foundation. What is Overactive Bladder (OAB)? www.urologyhealth.or
Web MD. 2018. What Is Overactive Bladder? www.webmd.com
 



Add Your Comment