Sakau Narkoba: Gejala, Penanganan dan Pengobatannya

Sakau Narkoba: Gejala, Penanganan dan Pengobatannya

Penulis: Heldania | Editor: Opie

Sakau merupakan kondisi putus obat yang menyebabkan berbagai gejala pada tubuh. Penggunaan narkoba yang dihentikan secara mendadak atau pengurangan dosis secara drastis dapat menyebabkan sakau narkoba.

Seseorang yang telah menggunakan zat dengan potensi ketergantungan yang tinggi, seperti narkoba, dapat mengalami berbagai gejala sakau jika berhenti tiba-tiba atau mengurangi penggunaan secara drastis.

Baca Juga: Kokain: Bahaya, Cara Kerja dan Cara Menangani Kecanduan

Fakta Singkat Mengenai Sakau

  • Intensitas dan durasi gejala sakau dapat sangat bervariasi, tergantung pada jenis obat dan kondisi tubuh.
  • Sakau dapat membuat tubuh tidak nyaman dan dalam beberapa kasus berpotensi berbahaya.
  • Diperlukan konsultasi dengan dokter sebelum menghentikan atau mengurangi penggunaan suatu zat, seperti narkoba.

Gejala Sakau Narkoba

Gejala sakau narkoba adalah reaksi tubuh terhadap tidak adanya zat tertentu secara tiba-tiba. Seseorang pengguna narkoba untuk waktu yang lama mengembangkan toleransi serta ketergantungan.

Tubuh belajar berfungsi di bawah pengaruh dan akhirnya membutuhkan zat untuk eksis. Saat berhenti menggunakan narkoba, tubuh Anda akan memberontak. Beberapa gejala sakau narkoba termasuk:

1. Fisik 

Reaksi fisik mengacu pada gejala tubuh yang dihasilkan dari tiba-tiba berhenti menggunakan narkoba. Gejala fisik sakau narkoba termasuk:

  • Kelelahan dan kelesuan
  • Berkeringat
  • Gemetar
  • Kulit lembap
  • Kesemutan
  • Rasa dingin atau menggigil
  • Nyeri otot
  • Kejang

2. Perilaku 

Gejala perilaku adalah gejala yang berkaitan dengan cara seseorang berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

Orang yang berhenti menggunakan narkoba biasanya bersikap sulit dan menjengkelkan sehingga menyebabkan:

  • Agitasi, yakni perasaan gelisah, jengkel, dan marah, umumnya membuat seseorang selalu mondar-mandir atau tanpa henti meremas-remas tangan
  • Lekas marah
  • Frustrasi

3. Gastrointestinal 

Gejala gastrointestinal disebabkan oleh cara sistem pencernaan merespon kekurangan zat. Kondisi ini meliputi:

  • Hilangnya nafsu makan
  • Kesulitan untuk makan karena ketidakseimbangan sistem internal yang tiba-tiba
  • Mual, kram perut, dan muntah

4. Psikologis

Gejala psikologis adalah dampak sakau narkoba terhadap suasana hati, kesejahteraan, dan kesehatan mental.

Sama seperti agitasi dan frustasi sebagai respons umum terhadap kekurangan zat, secara psikologis seseorang yang sakau juga merasa cemas dan gugup.

Berikut adalah beberapa gejala psikologis dari sakau:

  • Halusinasi. Ini berarti melihat, mendengar, atau merasakan hal-hal yang tidak ada
  • Paranoia atau paranoid. Kondisi psikologis berupa rasa curiga dan takut berlebihan
  • Delirium. Merupakan kondisi bingung parah dan turunnya kesadaran tentang lingkungan sekitar

Baca Juga: Dikenal Punya Banyak Manfaat, Inilah Efek Samping dan Risiko Kratom

5. Masalah Tidur 

Masalah tidur adalah gejala sakau narkoba yang sangat umum. Tidur adalah bagian dari sistem internal yang berusaha diatur tubuh selama penggunaan obat aktif.

Menghentikan obat-obatan membuang keseimbangan tidur dan menghasilkan gejala seperti:

  • Insomnia
  • Sulit tidur
  • Tidur terganggu
  • Mimpi buruk

6. Gejala Kognisi 

Gejala kognisi mengacu pada kemampuan seseorang untuk berpikir dan memroses informasi selama periode sakau.

Kecanduan narkoba melemahkan fungsi kognisi, namun berhenti menggunakan narkoba tidak langsung membuat seseorang mendapatkan kembali kemampuan kognitif seperti semula.

Diperlukan waktu untuk mendapatkan kembali kemampuan kognitif yang normal.

Selama masa sakau, gejala kognisi akan membuat seseorang mengalami:

  • Kebingungan dan disorientasi
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Proses berpikir yang lambat

Sakau Berdasarkan Jenis Narkoba

Gejala sakau spesifik yang Anda alami tergantung pada jenis obat yang Anda pakai. Ada beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan sakau, termasuk:

  • Antidepresan
  • Ganja
  • Depresan
  • Halusinogen
  • Inhalansia
  • Opioid
  • Stimulan

Berikut beberapa jenis zat yang sering disalahgunakan dan gejala sakau yang menyertai:

  • Heroin. Menghentikan heroin dapat menyebabkan perasaan gelisah, nyeri pada otot, nyeri tulang, sulit tidur, diare, mual dan muntah, atau rasa panas dan dingin disertai menggigil.
  • Alkohol. Menarik diri dari alkohol dapat menyebabkan kecemasan atau perasaan gugup, depresi, kabut otak, insomnia, mual dan muntah, detak jantung cepat, kehilangan nafsu makan, pupil melebar, kulit lembap, tremor, agitasi, halusinasi, kebingungan parah, atau kejang.
  • Kokain. Penghentian kokain dapat menyebabkan depresi, kelelahan, nafsu makan meningkat, pemikiran atau gerakan menjadi lambat, atau perasaan gelisah.
  • Ganja. Menghentikan pemakaian ganja dapat menyebabkan iritabilitas, sulit tidur, nafsu makan berkurang, dan kecemasan.

Menangani Gejala Sakau

Ketakutan akan gejala sakau membuat banyak orang khawatir untuk berhenti menggunakan narkoba, namun ada cara untuk mencari dukungan selama periode ini.

Penanganan untuk sakau termasuk:

  • Dukungan dari pihak lain, termasuk orang-orang terdekat
  • Perawatan
  • Obat-obatan yang dapat meredakan gejala dan mencegah kemungkinan komplikasi

Untuk beberapa zat, seseorang dapat menghentikan penggunaan secara tiba-tiba dan mengelola gejala sakau secara mandiri. Misalnya, seseorang mungkin dapat berhenti konsumsi kafein tanpa bantuan dan mengatasi gejala yang tidak menyenangkan sendiri sampai berhenti.

Tapi, tiba-tiba menghentikan konsumsi kokain atau ganja bisa berpotensi berbahaya, jadi selalu konsultasikan dengan dokter untuk membuat rencana detoks. Sakau dengan bantuan medis dapat memastikan Anda aman dan meminimalkan gejala yang tidak menyenangkan.

Obat-obatan untuk Sakau Narkoba

Obat-obatan yang mungkin diresepkan dokter untuk membantu meringankan gejala akan bervariasi tergantung pada jenis zat yang Anda pakai.

Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati berbagai gejala sakau meliputi:

  • Catapres (clonidine)
  • Librium (chlordiazepoxide)
  • Buprenex (buprenorfin)
  • Valium (diazepam)
  • Ativan (lorazepam)
  • Metadon

Obat lain yang juga dapat digunakan untuk mengelola gejala sakau, yakni:

  • Obat anti-kecemasan, antikonvulsan, atau antipsikotik
  • Obat lain yang dirancang untuk mengobati mual atau masalah tidur

Baca Juga: Narkotika dan Psikotropika: Ketahui Perbedaan serta Efek

Sumber

Verywellmind. (2020). What Is Withdrawal?. www.verywellmind.com

American Addiction Centers. (2021). Drug Withdrawal Symptoms, Timelines, and Treatment. americanaddictioncenters.org

America’s Rehab Campuses. (2021). What Happens to Your Body During Drug Withdrawal?. www.americasrehabcampuses.com

Alcohol and Drug Foundation. (2021). Withdrawal. adf.org.au