Ketahui Pentingnya Terapi Pasca Stroke dan Metodenya

Ketahui Pentingnya Terapi Pasca Stroke dan Metodenya

Penulis: Justina | Editor: Ratna

Terapi pasca stroke adalah hal yang penting dari proses pemulihan usai terkena stroke. Tujuan dari terapi pasca stroke ini adalah untuk membantu penderita stroke untuk mempelajari kembali keterampilan sehari-hari yang sudah hilang saat otak terpengaruh kondisi stroke. Terapi pasca stroke juga dapat membantu penderita stroke untuk lebih mandiri dan meningkatkan kualitas hidup.

Hal ini karena saat stroke, terjadi gangguan yang signifikan dalam kemampuan berbahasa, kognitif, motorik, dan keterampilan sensorik. Oleh karena itu, stroke dianggap sebagai penyebab utama kecacatan jangka panjang yang serius.

Proses terapi juga membutuhkan tindakan dalam jangka panjang, kerja keras, dan komitmen. Terapi pasca stroke dapat dilakukan setelah dokter menstabilkan kondisi penderita stroke. Jadi, terapi pasca stroke dapat dimulai saat penderita stroke masih berada di rumah sakit. Hal ini karena pemulihan yang dimulai lebih dini dapat meningkatkan peluang untuk mengembalikan fungsi otak dan tubuh yang terpengaruh dari kondisi stroke.

Baca Juga: Gejala Stroke dan Stroke Ringan

Metode Terapi Pasca Stroke

Metode terapi pasca stroke yang penderita stroke dapatkan akan tergantung pada jenis masalah yang  dialami dan tempat yang dapat dicover oleh asuransi yang dimiliki. Penderita stroke bisa mendapatkan terapi pasca stroke di unit rehabilitasi seperti yang ada di rumah sakit dan klinik, panti jompo, dan di rumah sendiri dengan mengundang tenaga ahli untuk membantu penderita stroke segera pulih.

Biasanya, sebelum penderita stroke keluar dari rumah sakit, seorang pekerja sosial dari rumah sakit akan menemui keluarga penderita stroke untuk memberikan rekomendasi jenis program rehabilitasi atau metode terapi pasca stroke dan menjelaskan mengenai situasi hidup yang diperlukan penderita stroke selama proses pemulihan.

Berikut beberapa metode dan jenis terapi yang bisa dilakukan untuk memulihkan kondisi tubuh setelah terkena stroke.

1. Terapi Bicara

Jika penderita stroke mengalami afasia, atau suatu kondisi yang menyebabkan kesulitan berbicara, menemukan suatu kata-kata, atau memahami apa yang sedang dibicarakan oleh orang lain, maka metode terapi pasca stroke yang dapat dilakukan adalah dengan dibantu seorang ahli patologi wicara bahasa. Ahli patologi wicara bahasa akan membantu penderita stroke dengan kondisi afasia untuk mempelajari kembali cara menggunakan bahasa dan berkomunikasi. Terapi yang dilakukan dapat mencakup pengulangan kata-kata yang digunakan serta latihan untuk membaca dan menulis. Tak hanya itu, terapis bicara dan bahasa juga akan membantu penderita stroke untuk memastikan bahwa rumah mereka dalam lingkungan yang aman.

2. Terapi Fisik

Stroke dapat menimbulkan masalah pada kemampuan untuk menggerakkan tubuh. Oleh karena itu, penderita stroke biasanya mengalami kelumpuhan, hilangnya fungsi otot, namun biasanya terjadi di satu sisi tubuh. Oleh karena itu, metode terapi fisik ini dapat berfungsi untuk membantu penderita stroke agar bisa mendapatkan kembali kekuatan, kemampuan koordinasi, keseimbangan, dan kontrol gerakan yang dilakukan.

3. Terapi Okupasi

Metode ini bermanfaat untuk membantu penderita stroke untuk mempelajari kembali beberapa jenis keterampilan yang mereka perlukan untuk bisa beraktivitas sehari-hari setelah terkena stroke, salah satunya adalah aktivitas merawat diri. Oleh karena itu, petugas rehabilitasi akan membantu penderita stroke untuk melatih perawatan pribadi mereka seperti mandi dan mencuci. Terapis juga akan membantu proses terapi penderita stroke untuk kembali bisa mengontrol kandung kemih dan proses buang air besar setelah stroke. Terapis okupasi juga akan membantu melatih penderita stroke untuk belajar kembali cara melakukan aktivitas sehari-hari seperti menyiapkan makanan, mengemudi, dan membersihkan rumah.

4. Konseling Psikologis

Kondisi stroke dapat menimbulkan terjadinya perubahan kimia di otak, sehingga cara berpikir dan berperilaku seseorang jadi terpengaruh dan berubah. Pada saat yang sama, terapi pasca stroke juga dapat menjadi proses yang panjang dan sulit.

Bahkan, usai terapi selesai dilakukan, sebagian besar dari penderita stroke masih akan hidup dengan beberapa cacat ringan hingga sedang. Selain itu, banyak penderita stroke yang telah mulai pulih tetap memerlukan bantuan konseling kesehatan mental dan pengobatan untuk membantu mengatasi beberapa masalah kejiwaan seperti kecemasan, frustasi, depresi, dan kemarahan.

Dengan adanya hal tersebut, maka pada awal proses terapi pasca stroke penting untuk dilakukan identifikasi dan pengobatan masalah kesehatan mental seperti depresi pada penderita stroke. Hal ini karena penderita stroke yang telah mengalami depresi biasanya cenderung tidak akan mengikuti proses rehabilitasi dan rencana perawatan stroke.

Baca Juga: 10 Tips Menyediakan Makanan Untuk Penderita Stroke

Sumber

Everyday Health. (2018). Tips for Stroke Treatment and Rehabilitation. www.everydayhealth.com

Healthline. (2018). Stroke Recovery: What to Expect. www.healthline.com

Hopkins Medicine. Stroke Recovery Timeline. Hopkinsmedicine.org

Mayo Clinic. (2019). Stroke rehabilitation: What to expect as you recover. www.mayoclinic.org

NHS. Recovery Stroke. www.nhs.uk