Anemia Pada Ibu Hamil

Anemia Pada Ibu Hamil

Penulis: Shania | Editor: Ratna

Pada saat kehamilan, tidak jarang ibu hamil mengalami perubahan-perubahan yang berpengaruh pada kesehatan tubuhnya. Salah satunya adalah kebutuhan akan jumlah darah yang meningkat pada tubuh. Kehidupan dua orang di tubuh Anda, membuat kebutuhan akan darah segar dua kali lebih banyak dari sebelumnya. Oleh karena itu, apabila sebelum hamil Anda memiliki tekanan darah rendah dan anemia maka keadaan ini akan menjadi lebih parah saat hamil. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi Anda yang memiliki tubuh yang sehat untuk mengalami anemia di masa kehamilan. Anemia pada ibu hamil tidak dapat disepelekan dan diabaikan karena ini akan membahayakan kesehatan ibu dan janin saat kehamilan atau proses melahirkan.

Baca Juga: Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Anemia Selama Kehamilan

Jenis Anemia pada Ibu Hamil

Secara umum, anemia merupakan kondisi yang dialami oleh seseorang saat sel darah merah dalam tubuhnya kurang atau bahkan tidak berfungsi. Namun, anemia memiliki beberapa jenis, dan berikut adalah anemia yang umum terjadi pada ibu hamil, antara lain:

1. Anemia defisiensi zat besi

Anemia yang paling umum pada ibu hamil  disebabkan oleh masalah kekurangan zat besi. Zat besi dibutuhkan guna membantu produksi sel darah merah merah segar yang kaya akan oksigen dan nutrisi dalam tubuh. Aliran darah, oksigen, dan nutrisi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta mempertahankan keadaan plasenta yang optimal. Penyebab utama kekurangan zat besi adalah kurangnya konsumsi protein hewani. Jika diperlukan Anda juga bisa menambahkan suplemen penambah zat besi sesuai rekomendasi dokter.

2. Defisiensi asam folat

Anemia defisiensi asam folat terjadi ketika tubuh kekurangan  asam folat (vitamin B9) dari makanan. Jenis anemia ini juga bisa terjadi karena malabsorbsi. Malabsorbsi merupakan kondisi yang terjadi saat tubuh tidak mampu menyerap asam folat secara efektif. Asam folat bekerja untuk membuat protein baru yang membuat sel darah merah di dalam tubuh  dan DNA di janin. Kebutuhan asam folat yang tepat dapat mengurangi risiko bayi lahir dengan cacat tabung saraf seperti spina bifida dan anencephaly.

3. Anemia defisiensi vitamin B12

Vitamin B12 dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu membuat sel darah merah. Pada saat kehamilan kekurang B12 dapat memperbesar kemungkinan untuk ibu hamil mengalami gejala anemia. Gangguan pencernaan seperti celiac dan Crohn dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam menyerap vitamin B12 dengan baik. Konsumsi alkohol pada masa kehamilan juga menjadi penyebab utama ibu hamil mengalami anemia akibat defisiensi vitamin B12.

Penyebab Anemia pada Ibu Hamil

Anemia adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah di bawah batas normal. Kondisi ini juga dapat terjadi jika sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin. Kurangnya hemoglobin akan menghambat pendistribusian oksigen ke tubuh Anda. Kekurangan sel darah merah dapat dengan cepat menyebabkan kelelahan dan kelemahan karena organ dalam  tidak menerima cukup oksigen dan nutrisi. Secara umum, anemia disebabkan oleh kekurangan gizi pada ibu hamil. Perubahan hormon tubuh juga dapat mengubah proses pembuatan sel darah. Berbagai kondisi kesehatan selain anemia, seperti pendarahan, penyakit ginjal, dan gangguan sistem kekebalan tubuh, juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah.

Tanda dan Gejala Anemia pada Ibu Hamil

Gejala anemia pada ibu hamil seringkali tidak dirasakan, namun saat kondisinya semakin memburuk maka dapat mempengaruhi kesehatan keseluruhan dari ibu hamil dan janin. Banyak kasus terjadi, ibu hamil baru mengetahui dirinya anemia saat melakukan konsultasi rutin dengan dokter. Apabila hal ini tidak diketahui lebih awal, hal ini menjadi berbahaya saat proses kelahiran. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala anemia yang mungkin dialami oleh ibu hamil, antara lain:

  • Lemah dan lelah
  • Pusing
  • Sulit bernafas
  • Detak jantung tidak teratur
  • Nyeri di bagian dada
  • Tangan dan kaki dingin
  • Sulit berkonsentrasi

Kondisi yang Diperlukan Untuk Ibu Hamil Transfusi Darah

Anemia dikatakan dalam stadium yang serius dan jika kadar Hb di bawah 7 g/dL, sebaiknya dibawa ke ruang gawat darurat. 4.444 ibu hamil dengan kadar Hb sekitar 610 g/dL juga disarankan untuk segera menerima transfusi darah jika memiliki riwayat perdarahan postpartum atau kelainan darah sebelumnya. Jika anemia secara drastis menurunkan kadar Hb pada ibu hamil  hingga kurang dari 6 g/dL dan  melahirkan dalam waktu 4 minggu, maka diperlukan transfusi darah.

Baca Juga: Jenis Anemia yang Umum Terjadi dan Gejalanya

Sumber

American Society of Hematology. (2021). Anemia and Pregnancy. www.hematology.org

Mayoclinic. Iron deficiency anemia during pregnancy. www.mayoclinic.org

WebMD. Anemia in Pregnancy. www.WebMD.com

Stanford Children Health. Anemia in Pregnancy. www.stanfordchildrens.org