Peran Dokter Anestesi dalam Prosedur Operasi yang Perlu Anda Ketahui

Peran Dokter Anestesi dalam Prosedur Operasi yang Perlu Anda Ketahui

Penulis: Anita | Editor: Ratna

Saat sedang menjalani prosedur operasi, dokter yang hadir tidak hanya dokter bedah saja tapi terdapat dokter anestesi yang bertugas dalam mengatur proses pembiusan atau penghilangan rasa sakit.

Meskipun jarang dibicarakan, peran dokter anestesi dalam prosedur operasi tak kalah penting dengan dokter bedah! Tapi, apa sebenarnya peran dokter anestesi dalam prosedur operasi dan seberapa penting tugas dari dokter anestesi? Ketahui jawabannya dari artikel ini!

Peran Dokter Anestesi dalam Prosedur Operasi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dokter anestesi bertugas untuk memberikan obat-obatan yang dapat menghilangkan rasa sakit pada pasien yang sedang menjalani prosedur operasi.

Uniknya, peran dokter anestesi tidak hanya berlangsung saat prosedur operasi tapi juga sebelum dan sesudahnya. Berikut adalah beberapa peran dokter anestesi saat prosedur operasi:

Sebelum Operasi

Dokter anestesi akan memeriksa kondisi pasien terlebih dahulu agar bisa menyesuaikan prosedur operasi sesuai dengan keadaan pasien. Dokter anestesi harus memastikan kalau pasien sudah siap untuk menjalani operasi.

Setelahnya, dokter anestesi akan berdiskusi dengan dokter bedah dan pasien mengenai strategi dan jenis obat yang paling sesuai untuk pasien. Nantinya, dokter atau asisten anestesi yang akan memberikan obat pada pasien.

Biasanya, yang mempersiapkan dan memasukkan obat penghilang rasa sakit adalah asisten anestesi dan dokter anestesi hanya mengawasi prosesnya. Pemberian obat bisa dapat melalui infus ataupun gas.

Saat Operasi

Ketika operasi berlangsung, dokter bedah akan mulai melakukan pembedahan sementara dokter anestesi bertanggung jawab untuk mengawasi kondisi pasien dengan memperhatikan keadaan tubuhnya.

Dokter bedah harus memantau pernapasan, keseimbangan cairan, detak dan ritme jantung, tekanan darah, kadar oksigen dan karbon dioksida, serta suhu tubuh pasien. Hal ini penting untuk diawasi untuk memastikan kalau kondisi pasien tetap stabil selama operasi berlangsung.

Jika sewaktu-waktu pasien tidak bisa bernapas atau kondisinya tidak stabil, dokter anestesi bertugas untuk menanganinya.

Setelah Operasi

Peran dokter anestesi tetap diperlukan setelah prosedur operasi. Dokter harus mengecek kondisi pasien dan memastikan kalau efek dari obat-obatan yang diberikan sudah menghilang. Dokter anestesi akan memastikan kenyamanan pasien pasca operasi dengan bantuan tenaga kesehatan lain, seperti perawat.

Selain prosedur operasi, ternyata dokter bedah juga bertugas mengawasi dan memeriksa kondisi pasien di unit gawat darurat dan pasien yang mengalami trauma. Dokter bisa memberikan bantuan berupa obat-obatan agar pasien tetap bisa bernapas serta melancarkan peredaran darahnya

Selain itu, dokter bedah juga harus mencegah kemunculan infeksi, mengurangi rasa nyeri yang diderita, dan membuat diagnosis pasien.

Jenis-Jenis Anestesi

Terdapat berbagai jenis obat anestesi yang bisa dokter anestesi gunakan untuk menghilangkan rasa sakit pasien, seperti:

1. Anestesi Lokal

Obat disuntikkan pada daerah tubuh yang akan dibedah. Pasien tetap tersadar tapi tidak akan mengalami rasa sakit saat operasi berlangsung karena rasa sakit tidak akan dideteksi oleh saraf.

2. Anestesi Regional

Serupa dengan anestesi lokal hanya saja daerah tubuh yang akan dibedah lebih besar daripada anestesi lokal. Pasien bisa tetap tersadar ataupun dibius untuk menghilangkan kesadaran.

3. Pembiusan

Pasien akan menjadi lebih tenang dan kesadarannya akan berkurang. Berbeda dengan anestesi total, pasien bisa dibangunkan dengan lebih mudah. Meskipun tidak sepenuhnya tak sadarkan diri, pasien kemungkinan tidak akan mengingat apa yang terjadi selama operasi berlangsung.

4. Anestesi Total

Pasien tidak akan sadar sama sekali dan seperti sedang tertidur selama operasi berlangsung.

Baca Juga: Macam-Macam Anestesi dan Efek Sampingnya

Spesialisasi Dokter Anestesi

Semua dokter bedah bisa mengambil bagian dalam proses operasi, tapi layaknya perkuliahan, dokter anestesi juga memiliki spesialisasinya masing-masing, misalnya spesialisasi anestesi operasi jantung atau anestesi pada anak-anak. Secara umum ada tiga spesialisasi dokter anestesi, yaitu:

1. Kebidanan

Dokter anestesi yang spesialisasinya di kebidanaan akan lebih condong melayani pasien yang sedang melahirkan. Tugas dokter anestesi adalah mengurangi rasa sakit saat persalinan dan membantu mengatasi komplikasi.

Umumnya, dokter anestesi akan memberikan obat epidural melalui infus ke bagian punggung bawah pasien untuk mengurangi rasa nyeri karena kontraksi saat persalinan. Obat yang lebih keras akan diberikan jika pasien menjalani operasi sesar.

Ketika terjadi komplikasi, dokter anestesi akan memberikan obat-obatan untuk anestesi total, seperti fentanil dan morfin.

2. Obat-obatan anti sakit

Dokter anestesi yang spesialisasinya di obat anti sakit akan membantu mengatasi keluhan rasa nyeri di bagian tubuh pasien, seperti sakit kepala, sakit perut, dan nyeri dada. Dokter anestesi akan memberikan penanganan dan obat yang sesuai dengan kondisi pasien serta berdiskusi dengan pasien dan keluarganya.

3. Perawatan Intensif

Peran dokter anestesi yang spesialisasinya di perawatan intensif adalah memberikan diagnosis dan menangani masalah yang terjadi pada tubuh pasien. Biasanya, dokter anestesi akan bekerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya untuk merawat pasien.

Konsultasikan dengan Dokter

Jika Anda akan menjalani operasi, jangan khawatir. Bicarakan prosedur operasi serta obat-obatan yang akan digunakan secara jelas dan terbuka bersama dokter bedah dan dokter anestesi yang akan menangani Anda.

Baca Juga: Mengenal Peran Dokter Bedah Umum

Sumber

Cleveland Clinic. (2020). Anesthesia. www.my.clevelanclinic.org

Medical News Today. (2017). What do anesthesiologists do?. www.medicalnewstoday.com

NHS. Anesthesia. www.healtcareers.nhs.uk

Oxford University Hospitals. What is an Anaesthetist?. www.ouh.nhs.uk

RCOA. What do anesthetists do?. www.rcoa.ac.uk