Mencukur Bulu Kemaluan agar Tidak Gatal, dan Apakah Aman?

Mencukur Bulu Kemaluan agar Tidak Gatal, dan Apakah Aman?

Penulis: Emy | Editor: Atsa

Hanya karena bulu kemaluan adalah bagian alami dari tubuh manusia, bukan berarti itu wajib dijaga. Jika Anda ingin mencukur, wax, memangkas, atau membiarkannya sepenuhnya terserah Anda.

Jika mungkin Anda tertarik untuk mencukurnya sampai bersih, namun masih ragu apakah itu baik atau buruk untuk area organ intim, maka artikel ini harus Anda baca sampai akhir.

Amankah mencukur bulu kemaluan?

Menjaga atau menghilangkan rambut kemaluan adalah masalah preferensi individu. Beberapa orang tidak melakukan apa pun dengan rambut kemaluan mereka, membiarkannya tumbuh secara alami. Beberapa menghilangkan rambut ketika mereka akan mengenakan pakaian renang, dan beberapa menghilangkan rambut secara teratur sebagai bagian dari rutinitas kecantikan mereka.

Sebenarnya, tidak ada risiko kesehatan yang berbahaya terkait dengan menghilangkan rambut kemaluan, jadi pilihlah yang terasa tepat untuk Anda. Hanya saja, jika ingin mencukur bersih bulu kemaluan, Anda perlu mempelajari cara mencukur bulu kemaluan dan mengetahui efek yang mungkin terjadi jika tidak tepat dalam cara mencukur.

Ketahui risikonya

Mencukur melibatkan pisau cukur yang tajam melintasi kulit Anda. Jadi, jika Anda tidak sengaja menggores kulit Anda, ini dapat meningkatkan risiko iritasi, luka, rambut tumbuh ke dalam, dan infeksi. Untuk itu, Anda harus benar-benar memakai pisau cukur yang bagus, tajam dan masih baru sehingga steril. 

Pisau cukur yang tajam memungkinkan Anda mencukur dengan rapi tanpa terlalu menekan kulit Anda. Alih-alih mengkhawatirkan jumlah mata pisau, perhatikan apakah pisau cukur berbahan bagus dan didesain aman untuk kulit (termasuk area kewanitaan).

Pahami cara mencukur yang benar

Langkah pertama adalah basahi area tumbuhnya bulu yang ingin dicukur, gunakan busa sabun badan dan gunakan pisau cukur bersih. Anda juga bisa mengganti sabun dengan krim atau gel cukur, dan gunakan pelembab setelah selesai mencukur.

Menggunakan air hangat akan memungkinkan pencukuran yang lebih dekat dan halus. Jangan bercukur kering, karena itu dapat meningkatkan kemungkinan iritasi dan luka.

Bercukur dengan lembut, meskipun tergoda untuk mencukur bagian kulit yang sama hingga sangat halus, tahan keinginan untuk mencukur bagian yang sama terlalu sering. Selalu mencukur dengan arah yang sama dengan tumbuhnya rambut, jangan mencukur dengan arah yang berlawanan dengan pertumbuhan rambut. Ini dapat membantu Anda mencegah luka dan masalah seperti rambut yang tumbuh ke dalam.

Ganti pisau cukur sesering mungkin untuk menghindari goresan, yang terjadi saat pisau menjadi tumpul. Menggunakan sabun atau krim cukur juga dapat membantu melindungi kulit Anda dari luka dan mencegah risiko iritasi. Jika Anda gugup untuk memotong diri sendiri.

Bilas pisau cukur Anda setiap satu gerakan. Pisau cukur yang tersumbat oleh rambut dan krim cukur menyebabkan kerja pisau kurang efektif..

Terakhir, bilas dengan air dingin dan keringkan dengan handuk bersih. Jangan lupa untuk memakai pelembab seperti losion yang ringan atau krim.

Jangan terburu-buru dalam proses ini. Namun, tentu saja, jika Anda mengalami luka serius atau tanda-tanda infeksi, sebaiknya segera mencari bantuan dokter kulit dan kelamin jika diperlukan.

Baca Juga: Tips Menjaga Badan Tetap Fit Saat Menstruasi

 

Sumber

Self. (2020). How to Shave Your Pubic Hair, in Case You’re Curious. www.self.com

Teens Health. (2020). Is It Safe to Shave Pubic Hair?. www.kidshealth.org

Women’s Health. (2019). Exactly How To Shave Your Pubic Hair Safely. www.womenshealthmag.com