Apa Bedanya? Wheat Free Vs Gluten Free Vs Sugar Free Vs Dairy Free Vs Lactose Free

Image: healthimpactnews.com

Sering kali kita lihat iklan maupun tulisan tentang produk yang bebas gula, bebas gluten atau bebas laktosa. Label tersebut tentunya bermanfaat sekali untuk orang yang alergi zat tersebut.

Maka dari itu kita harus paham apa artinya.

1. Bebas Gula (Sugar-Free)

Menurut  BPOM, produk berlabel bebas gula boleh mengandung maksimal 0.5 g per 100 g berat produk. Jadi, bukan berarti tidak mengandung gula sama sekali ya. Bagi orang yang sedang membatasi kalori, label ini sangat bermanfaat.

Produk yang mencantumkan label ini biasanya permen, sirup, minuman bersoda, atau permen karet.

2. Bebas Gluten (Gluten Free)

Berdasarkan aturan BPOM, produk bebas gluten  boleh mengandung gluten maksimal 20 mg/kg. Gluten adalah sejenis protein bersifat perekat yang ada dalam beberapa serealia.

Tidak hanya gandum, gluten juga ada pada rye, barley dan oat. Jadi, produk bebas gluten otomatis juga bebas gandum. Bagi orang dengan gluten intolerance, alergi gandum, dan autisme, label ini sangat membantu.

Label bebas gluten biasanya ada pada produk mie, sereal, biskuit, tepung, dan pasta.

3. Bebas Gandum (Wheat Free)

Memang jarang melihat produk yang berlabel bebas gandum di Indonesia. Tapi, di Amerika ada aturan untuk memberi label kemasan pada produk yang memicu alergi, termasuk gandum.

Produk yang berlabel bebas gandum aman dikonsumsi oleh penderita alergi gandum. Tapi, belum tentu aman bagi penderita alergi gluten. Sebab, bisa jadi produk tersebut masih mengandung gluten dari barley atau oat.

Label bebas gandum  sering terlihat pada kemasan  biskuit, sereal, atau snack bar.

4. Dairy Free

Dairy free berarti produk yang tidak mengandung susu maupun hasil olahannya seperti keju, yoghurt, atau butter. Susu yang dimaksud adalah segala jenis susu, baik susu sapi maupun susu hewan lainnya. Biasanya para vegan juga menggunakan produk yang berlabel dairy free.

Tidak hanya vegan, produk “dairy free”aman bagi penderita alergi susu dan laktosa. Produk tersebut tidak mengandung jenis protein susu apapun termasuk laktosa, whey dan casein. Biasanya label ini tercantum pada biskuit, keju sintesis, atau susu nabati.

5. Bebas Laktosa (Lactose Free)

Laktosa adalah sejenis karbohidrat yang terkandung dalam susu. BPOM memperbolehkan produk berlabel bebas laktosa mengandung maksimal 10 mg laktosa per 100 kkal. Label ini bermanfaat bagi orang yang alergi laktosa atau disebut “lactose intolerance”.

Perlu diingat, produk berlabel bebas laktosa bukan berarti bebas susu. Bisa saja produsen membuang laktosa, tapi masih menyisakan protein susu lain seperti casein atau whey. Label  bebas laktosa sering terlihat pada roti, sereal, susu, atau biskuit.

Sebenarnya, aturan tentang label produk berguna bagi perusahaan maupun konsumen. Asal anda bisa jeli dan paham akan labelnya ya!

 

Sumber:
http://healthyeating.sfgate.com/dairy-vs-lactose-9585.html
https://www.cookinglight.com/eating-smart/smart-choices/which-type-of-sugar-is-best