Anafilaksis, Reaksi Alergi Akut yang Berakibat Fatal

Image: verywellhealth.com

Tubuh punya sistem pertahanan diri (antibodi) saat ada zat asing masuk dalam tubuh. Sebenarnya sistem tersebut baik untuk melawan bakteri dan virus. Hanya saja, antibodi pada beberapa orang sering bertindak berlebihan. Sehingga, orang tersebut pun mengidap alergi tertentu. Sebagian besar gejala alergi tidak berbahaya walaupun sedikit mengganggu. Namun, ada  juga reaksi alergi yang sangat fatal disebut dengan anafilaksis.

Pengertian Anafilaksis

Anafilaksis pada dasarnya adalah reaksi alergi, namun sangat berbahaya. Reaksi tersebut terjadi secara sistemik pada sebagian atau bahkan seluruh tubuh sehingga terjadi shock. Gejala anafilaksis bisa langsung muncul atau beberapa saat setelah terpapar penyebab alergi (alergen). Anafilaksis tidak dapat diprediksi dan ditebak tingkat keparahannya. Sebab, bisa jadi penyebabnya sama namun efeknya berbeda. Tingkat yang paling parah adalah yang bersifat mengancam nyawa seperti sesak nafas dan detak jantung tidak beraturan.

Proses Terjadinya Anafilaksis

Terjadinya anafilaksis seperti pada alergi biasa, hanya saja reaksinya teramat berlebihan. Saat zat asing (alergen) termakan, terhirup, atau tersentuh maka antibodi akan bereaksi sebagai bentuk perlawanan. Antibodi membentuk protein IgE untuk menangkap alergen di tubuh. Antibodi juga melepaskan zat “histamin” dan senyawa kimia lainnya di pembuluh darah. Ini lah yang menyebabkan tubuh shock hingga terjadi anafilaksis.

Baca Juga: Mengenal Alergi: Pengertian, Penyebab, Gejala & Penanganan

Penyebab Anafilaksis

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa anafilaksis terjadi karena paparan alergen. Jenis alergennya sendiri bisa berbeda setiap orang. Diantaranya adalah:

  • Makanan (kacang, susu, telur, seafood, gandum)
  • Racun serangga
  • Debu
  • Jenis kain tertentu (karet, lateks, kulit binatang)
  • Obat
  • Olahraga (terutama olahraga aerobik seperti jogging)

Namun pada beberapa kasus, ditemukan idiopathic anaphylaxis alias penyebab anafilaksis tidak diketahui. Sedangkan, untuk mengetahui alergi anda bisa melakukan tes laboratorium.

Gejala Umum

Tanda dan gejala anafilaksis tidak dapat disamakan. Ada yang mempengaruhi kulit seperti gatal dan kemerahan, ada pula yang tidak. Secara umum, gejala orang yang terserang shock anafilaksis adalah:

  • Lemas
  • Sulit bernapas
  • Tekanan darah menurun drastis
  • Detak jantung lemah dan sulit dideteksi
  • Pusing hingga pingsan
  • Mual dan muntah
  • Nyeri dada
  • Batuk
  • Bagian tubuh bengkak
  • Kulit pucat

Gejala tersebut bisa langsung terjadi setelah terpapar alergen. Namun tidak menutup kemungkinan setelah 2 jam, gejala anafilaksis baru muncul. Maka dari itu ada baiknya penderita alergi (dan riwayat anafilaksis) selalu siap sedia obat darurat.

Penanganan Darurat

Anafilaksis adalah keadaan darurat yang harus segera ditangani. Penanganan yang lambat atau salah tingkatkan resiko kematian penderita. Penanganan darurat yang bisa dilakukan adalah:

  • Gunakan Epinephrine Injector

Biasanya digunakan sebagai tindakan medis darurat akibat reaksi alergi yang membahayakan nyawa, misalnya anafilaksis. Epinephrine bekerja dengan merilekskan otot pernapasan dan mengencangkan saluran pembuluh darah. Namun, jangan biarkan begitu saja setelah gejala reda. Harus tetap bawa ke UGD untuk pemeriksaan mendalam. Penggunaan epinephrine juga harus dengan dosis yang tepat, terutama orang tua dan orang dengan penyakit jantung

  • Jauhkan dari segala kemungkinan alergen
  • Tidurkan mendatar

Kecuali jika orang tersebut hamil, sulit bernapas, dan pingsan

  • Berikan epinephrine injector kembali

Saat gejala tidak kunjung reda setelah 5-15 menit injeksi pertama, berikan lah injeksi kedua sesuai dosis. Berdasarkan pemaparan diatas, sangat penting untuk hindari alergen sejak awal. Memakai masker, tidak mengonsumsi makanan alergen, dan selalu membawa obat darurat. Sebab, anafilaksis bisa jadi fatal dan sangat merugikan. Salam sehat!  

Sumber :

Overview: Anaphylaxis. 2016. www.nhs.uk

Understanding Anaphylaxis – Symptoms. 2017. www.webmd.com

Anaphylaxis. 2018. www.mayoclinic.org

All About Anaphylaxis: Understanding the Risks, Symptoms & Treatment. 2018. www.foodallergy.org