Makanan Penyebab Alergi & Gejala yang Timbul

Image: news-medical.net

Alergi bisa jadi karena banyak hal, salah satunya karena makanan. Tingkat keparahan alergi makanan pun berbeda-beda. Kalau alergi pada tahap shock anaphylaxis, sudah sangat berbahaya!

Penyebab Terjadinya Alergi Makanan

Tubuh punya sistem pertahanan yang disebut antibodi. Antibodi tersebut mengkondisikan tubuh dalam mode tertentu saat mendeteksi adanya zat asing berbahaya yang masuk.

Nah, alergi makanan terjadi saat sistem pertahanan tubuh (antibodi) bereaksi terhadap makanan spesifik yang sebenarnya tidak berbahaya. Antibodi mengira protein dalam makanan tersebut perlu dilawan, sehingga dilepaskan lah berbagai senyawa kimia.

Akhirnya, muncul gejala-gejala alergi sesaat atau beberapa lama setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Baca Juga: Mengenal Alergi: Pengertian, Sebab, Gejala & Penanganan yang Tepat

Makanan yang Memicu Alergi

Segala jenis pemicu alergi disebut juga alergen. Hampir setiap makanan bisa menjadi alergen, sebab sistem antibodi atau imun seseorang berbeda-beda.

Berikut adalah makanan yang sering timbulkan alergi:

  • Kacang
  • Susu
  • Telur
  • Seafood
  • Kedelai
  • Gandum
  • Ikan

Kadang kala, untuk makanan yang berbeda namun sejenis, alergi juga bisa timbul. Misalnya jika anda alergi udang, kemungkinan besar juga alergi cumi-cumi.

Selain itu, ada juga orang yang punya alergi makanan langka. Seperti alergi biji-bijian dan gula.

Gejala Alergi Makanan

Biasanya gejala timbul 2 jam setelah makan, tapi ada juga yang langsung timbul dalam hitungan menit bahkan baru muncul setelah 6 jam. Hal tersebut tergantung pada antibodi anda.

Gejala yang terjadi bisa bermacam-macam dan tidak selalu terulang. Tanda-tanda umunya adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Kulit gatal yang tidak jelas
  • Sakit perut
  • Batuk berulang kali
  • Bibir bengkak
  • Mulut kesat dan pahit
  • Lemas
  • Tersedak/sulit bernapas

Terkadang gejala yang timbul bisa jadi sangat berlebihan dan fatal. Reaksi fatal dari alergi disebut juga anafilaksis (anaphylaxis) yang ditandai dengan sesak napas, lemas, detak jantung lemah, serta gejala lainnya. Segera tangani reaksi alergi, jangan tunggu reda dengan sendirinya

Baca juga: Anafilaksis, Reaksi Alergi Akut yang Berakibat Fatal

Pentingnya Memilih Makanan

Cara paling ampuh agar alergi tidak kambuh adalah dengan tidak mengonsumsi makanan alergen. Meskipun terkadang beberapa kemasan produk tidak menyertakan peringatan alergen. Maka dari itu, konsumen yang harus cerdas dalam pilih makanan.

Tips memilih makanan untuk penderita alergi adalah:

  • Baca komposisi makanan pada label

Cermati komposisi makanan yang terdapat dalam kemasan. Daftar komposisi biasanya ada di halaman belakang kemasan

  • Ketahui nama, jenis, atau produk turunan dari makanan alergen

Misalnya: orang yang alergi susu harus menghindari makanan berbahan lactose, whey, casein, yoghurt, keju, termasuk krim

  • Batasi konsumsi makanan pabrik

Memilih makanan pabrik yang tidak mengandung alergen memang cukup sulit. Apalagi bila tidak ada label peringatan. Maka dari itu, akan lebih mudah jika masak sendiri. Anda bisa atur komposisi bahan yang tidak mengandung alergen.

  • Ganti makanan alergen dengan jenis lain

Misalnya: jika anda alergi dengan telur, maka otomatis tidak mendapatkan asupan protein dan lemak dari telur. Asupan protein dan lemak tersebut bisa digantikan dengan daging, ikan, atau susu.

Alergi makanan memang sulit disembuhkan. Tapi bisa ditangani dengan baik. Konsultasikan diri jika anda merasa alergi terhadap suatu makanan. Jangan menyimpulkan sendiri, ya. Salam sehat!

 

 

Sumber :
Food Allergy. 2015. www.acaai.org
Milk Allergy. 2015. www.kidswithfoodallergies.org
Living with Food Allergy. 2015. www.kidswithfoodallergies.org
How to Read Label Allergy. 2015. www.kidswithfoodallergies.org
Food Allergy. 2018. www.medlineplus.gov