Tips Panduan Makan untuk Penderita Kolitis Ulseratif

Tips Panduan Makan untuk Penderita Kolitis Ulseratif

Penulis: Opie | Editor: Handa

Kolitis ulseratif adalah peradangan kronis yang terjadi pada usus besar dan seringkali membutuhkan obat untuk memastikan penderita lebih sehat. Penderita kolitis ulseratif menunjukkan gejala, seperti diare, tinja berdarah, sembelit, mudah lelah, kram perut, hingga berat badan menurun. Penyakit kambuhan ini mempengaruhi 11,2 juta orang di seluruh dunia.

Menurut jurnal Nutrients, tahun 2019, perubahan signifikan dalam pola asupan makanan selama dekade terakhir dikaitkan dengan peningkatan jumlah kasus kolitis ulseratif. Penderita kolitis ulseratif harus memperhatikan asupan nutrisi agar gejala tidak kambuh. Berikut adalah tips diet dan asupan nutrisi untuk pasien kolitis ulseratif yang sudah kami rangkum untuk Anda:

1. Makan dalam porsi kecil tapi sering

Jika sebelumnya Anda terbiasa makan dengan porsi besar sebanyak 2-3 kali dalam sehari, sekarang Anda perlu mengubahnya. Pasalnya penderita kolitis ulseratif ususnya tidak lagi dapat bekerja secara normal dan maksimal.

Makan dengan porsi besar justru dapat membuat usus yang sudah terluka bekerja lebih keras dan peradangan di usus bisa lebih parah. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda makan dengan porsi kecil tapi sering. Misalnya 4-6 kali dalam sehari dengan porsi lebih sedikit dibanding biasanya.

2. Hindari makanan yang mengandung serat

Meskipun makanan yang mengandung serat dapat membantu masalah pencernaan, banyak penderita kolitis ulseratif melaporkan bahwa makanan tinggi serat dapat memperparah gejalanya.

Beberapa makanan tinggi serat, seperti buah-buahan berkulit dan berbiji, sayuran hijau mentah, kacang utuh serta biji-bijian. Jika mengonsumsi buah atau sayur, Anda dapat mengakalinya dengan cara merebus, mengukus, atau mengolahnya menjadi jus agar mudah dicerna.

3. Hindari makanan yang mengandung laktosa

Laktosa merupakan jenis gula alami yang terkandung di dalam susu dan produk olahan susu. Biasanya, penderita radang usus besar memiliki intoleransi terhadap laktosa. Oleh sebab itu, hindari beberapa makanan produk olahan susu, seperti susu, keju, krim keju, dan produk susu lainnya.

4. Hindari gula yang tidak dapat diserap

Gula jenis ini biasanya ditemukan pada permen karet yang menggunakan pemanis buatan. Jika Anda mengidap penyakit kolitis ulseratif, sebaiknya hindari makanan yang mengandung pemanis buatan. Hal ini agar peradangan di dalam usus Anda tidak semakin parah.

Baca Juga : 7 Cara Mencegah dan Menghindari Kanker Usus Besar

5. Batasi makanan berlemak

Makanan yang mengandung banyak lemak, seperti: mentega, kelapa, margarin, krim, serta gorengan dapat memicu penyakit radang usus besar kambuh.

Pasalnya, makanan berlemak dapat memperburuk diare dan sakit perut. Oleh sebab itu, untuk menjaga kesehatan, sebaiknya Anda membatasi asupan makanan yang berlemak.

6. Hindari minuman beralkohol dan kafein

Minuman-minuman ini dapat mengiritasi lapisan usus. Pasalnya kombinasi kafein dan gula misalnya dapat menyebabkan diare dan perut kembung. Agar kondisi radang usus besar Anda tidak semakin parah, hindari minuman-minuman tersebut.

7. Mengembangkan diet sehat

Sebagai pasien kolitis ulseratif, Anda mungkin bingung karena banyak daftar makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi agar gejala tidak kambuh kembali. Berikut adalah daftar makanan yang aman dan baik untuk Anda konsumsi:

  • Buah rendah serat. Buah-buahan, seperti: pisang, blewah, melon, adalah jenis buah rendah serat. Buah jenis ini biasanya juga direkomendasikan pada pasien yang mengalami penyempitan atau pasien yang baru saja menjalani operasi.
  • Protein tanpa lemak. Anda dapat menemukannya pada ikan, telur, tempe dan tahu.
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh. Diare seringkali menyebabkan dehidrasi. Oleh sebab itu, penderita kolitis ulseratif harus memastikan kebutuhan cairan di dalam tubuh terpenuhi. Minumlah minimal 8 gelas air (2 liter) dalam sehari.

Baca Juga : Ketahui Penyebab Radang Usus dan Cara Mengobatinya

8. Mengonsumsi suplemen

Kolitis ulseratif adalah salah satu jenis penyakit dari inflammatory bowel disease (IBD) atau penyakit radang usus. Selain kolitis ulseratif, jenis IBD lainnya adalah penyakit Crohn.

Menurut Jurnal Clinical Nutrition, tahun 2017, IBD dikaitkan dengan keadaan kekurangan zat gizi mikro akibat diare yang dialami oleh pasien. Salah satu cara mengatasi hal ini adalah dengan mengonsumsi suplemen, yang direkomendasikan oleh dokter Anda. Suplemen-suplemen tersebut umumnya mengandung zat besi, zinc, vitamin D dan kandungan lainnya yang bermanfaat untuk tubuh Anda.

9. Buatlah Jurnal Makanan

Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap makanan dan minuman tertentu. Oleh sebab itu, Anda harus memiliki jurnal makanan pribadi yang berisi makanan dan minuman harian serta reaksinya.

Walaupun hal ini terlihat merepotkan, namun jurnal ini akan membantu mengurangi gejala serupa yang muncul di kemudian hari akibat salah mengonsumsi makanan. Untuk itu, tidak ada salahnya jika mulai saat ini Anda mencatat menu harian Anda.

Baca Juga : Gejala dan Pengobatan Divertikulitis (Radang Usus Besar)

Sumber

 



Add Your Comment