Perbedaan Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan

Image: healthline.com

Penulis: Dhiya | Editor: Niahappy

Reaksi tubuh terhadap apa yang dikonsumsi adalah hal yang umum, tetapi dua hal yang biasanya terjadi adalah alergi makanan dan intoleransi makanan. Alergi makanan dan intoleransi makanan menjadi hal yang membingungkan karena gejala keduanya terkadang mirip. Padahal keduanya merupakan hal yang berbeda.

Alergi makanan merupakan respon sistem kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap protein makanan dan tubuh memicu reaksi alergi. Sedangkan intoleransi makanan adalah reaksi buruk terhadap makanan yang tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh. Reaksi ini dapat langsung atau tertunda hingga 20 jam setelah makanan dimakan. Keduanya memiliki gejala dan penyebab yang berbeda. Berikut penjelasan selengkapnya:

Baca Juga : Perlukah Tes Alergi untuk Si Kecil?

Penyebab Alergi Makanan

Alergi makanan timbul karena sensitivitas terhadap protein dalam makanan bahkan karena senyawa yang ditemukan secara alami dalam makanan. Alergi makanan lebih umum terjadi pada orang yang memilki anggota keluarga yang juga memiliki alergi atau faktor genetik. Alergi makanan berkembang setelah Anda mengonsumsi protein makanan yang menurut tubuh Anda berbahaya. Pertama kali Anda makan makanan yang mengandung protein, sistem kekebalan tubuh Anda merespon dengan menciptakan antibodi penangkal penyakit tertentu. Alergi makanan disebabkan oleh jenis makanan tertentu seperti telur, susu sapi, ikan, peanut, treenut, gandum, kedelai, dan biji-bijian.

Penyebab Intoleransi Makanan

Intoleransi makanan bisa muncul karena banyak faktor. Dalam beberapa kasus, intoleransi makananya terjadi pada seseorang yang tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk mencerna protein tertentu. Selain itu juga karena intoleransi terhadap beberapa bahan kimia yang ditambahkan pada makanan untuk memberikan warna, meningkatkan rasa dan melindungi terhadap pertumbuhan bakteri. Bahan-bahan tersebut termasuk pewarna, MSG, dan penyedap rasa. makanan yang menyebabkan intoleransi makanan adalah produk olahan susu termasuk keju dan yogurt, cokelat, telur, penambah rasa makanan, stroberi, tomat, anggur merah, dan histamin dalam makanan.

Gejala Alergi Makanan

Gejala alergi makanan dapat berkisar mulai dari yang ringan hingga yang berat. Serta seberapa jumlah makanan yang diperlukan untuk memicu reaksi dapat bervariasi pada setiap orang. Gejalanya meliputi ruam atau gatal-gatal, diare, mual, sesak napas, nyeri di perut, dan sakit dada. Selain itu alergi makanan juga berpengaruh terhadap bagian tubuh tertentu seperti mata gatal dan berair, hidung tersumbat dan bersin, mulut gatal dan bengkak, tenggorokan bengkak, sistem pencernaan sakit, ruam kulit, kelelahan, batuk, dan asma.

Gejala Intoleransi Makanan

Terdapat beberapa gejala intoleransi makanan dan dapat mencakup kombinasi dari hal-hal seperti diare, mual, kembung, berkeringat, jantung berdebar, sesak di dada, sensasi terbakar pada kulit, kegugupan. Terkadang gejala dari intoleransi makanan bisa saja mirip dengan gejala medis lainnya. Oleh karena itu, penting untuk diperiksa oleh dokter untuk menghilangkan masalah lain terlebih dahulu.

Cara Mencegah Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi potensi mengembangkan alergi dan intoleransi. Dimulai dengan diet, Anda bisa mulai dari meningkatkan kesehatan pencernaan dengan satu sendok teh cuka apel yang dicampur dengan sedikit air hangat dan konsumsi sebelum makan. Selain itu Anda bisa membuat minuman dari campuran air hangat lemon dan jahe di pagi hari.

Hindari makanan yang bersifat inflamasi dan makanan yang dimodifikasi secara genetik. Karena makanan dengan mofikasi genetik dapat meningkatkan potensi protein aktif secara imunologis yang dapat meningkatkan reaksi alergi.

Konsumsi makanan organik sesering mungkin. Selain mencegah alergi dan intoleransi, Anda juga akan mendukung petani yang tidak menamam tanaman yang dimodifikasi secara genetik. Anda juga jadi terhindar dari makanan yang terpapar residu pestisida. Jika Anda mengonsumsi makanan organik, tubuh Anda menjadi lebih sedikit tekanan pada sistem kekebalan tubuh sehingga membuat Anda dapat menangkal alergi makanan.

Terakhir, Anda juga perlu memperhatikan hukum dan label pada makanan sebelum membelinya. Perhatikan kode standar makanan dengan label makanan tertentu dan kandungan zat tertentu dalam makanan.

Jika Anda memiliki reaksi setelah makan makanan tertentu, segera konsultasikan pada dokter Anda untuk menentukan apakah Anda memiliki intoleransi makanan atau alergi makanan. Jika Anda memiliki alergi makanan, Anda mungkin berisiko mengalami reaksi alergi yang mengancam jiwa (anafilaksis). Bahkan, jika reaksi yang pernah terjadi adalah ringan. Pelajari cara mengenali reaksi alergi parah dan tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi.

Jika Anda memiliki intoleransi makanan, dokter Anda dapat merekomendasikan langkah-langkah untuk membantu pencernaan makanan tertentu atau untuk mengobati kondisi yang menyebabkan reaksi Anda.

Sumber:
Mayo Clinic. Food Allergy vs. Food Intolerance: What’s the Difference?.www.mayoclinic.com
Allergy New Zealand. What is the Difference Between a Food Allergy and a Food Intolerance?. www.allergy.org.nz
Better Health Channel. Food Allergy and Food Intolerance. www.betterhealth.com
Cleveland Clinic. Food Problems: Is it an Allergy or Intolerance. my.clevelandclinic.org
Lifestyle Markets. (2019). 4 Ways to Prevent Food Intolerances and Allergies. Lifestylemarkets.com