Penyakit Kuning pada Bayi, Apakah Kondisi Ini Berbahaya?

Penyakit Kuning pada Bayi, Apakah Kondisi Ini Berbahaya?

Penulis: Devita | Editor: Handa

Bayi kuning kerap terjadi pada bayi yang baru lahir dan umumnya tidak berbahaya. Meski begitu, ada pula bayi kuning yang disebabkan oleh kondisi yang serius dan harus segera ditangani oleh dokter. Penyakit kuning secara umum ditandai dengan kondisi kulit dan bagian mata bayi berwarna kuning yang terjadi setelah kelahiran.

Dalam keadaan normal, kondisi bayi kuning bisa berkurang dalam kurun waktu 2 minggu dengan cara dijemur di bawah sinar matahari pagi dan diberi banyak Air Susu Ibu (ASI). Lantas, bagaimana jika kondisi tersebut berlangsung hingga usia bayi 1 bulan? Simak ulasan di bawah ini bagaimana menangani bayi kuning.

Penyebab Bayi Kuning

Berikut ini beberapa kondisi yang menyebabkan bayi kuning, di antaranya:

  • Bayi yang lahir pada usia kehamilan di bawah 37 minggu (bayi prematur)
  • Bayi yang tidak mendapatkan ASI atau susu formula dengan cukup, baik karena mereka kesulitan menyusu atau karena ASI tidak memadai
  • Bayi yang golongan darahnya tidak sesuai dengan golongan darah ibunya. Hal ini memicu penumpukan antibodi yang dapat menghancurkan sel darah merah dan menyebabkan peningkatan kadar bilirubin secara tiba-tiba
  • Atresia bilier, yaitu suatu kondisi di mana saluran empedu bayi tersumbat atau terluka
  • Infeksi bakteri dan virus
  • Memar saat lahir atau perdarahan internal
  • Infeksi
  • Kekurangan enzim
  • Kelainan sel darah merah pada bayi

Gejala Bayi Kuning

Gejala awal penyakit kuning adalah menguningnya kulit dan mata bayi. Kondisi ini dimulai dalam 2 sampai 4 hari setelah lahir dan diawali di wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh. Kadar bilirubin biasanya mencapai puncak antara 3 hingga 7 hari setelah lahir. Beberapa gejala lainnya, yaitu:

  • Ketika Anda menekan kulit bayi, area kulit tersebut menjadi kuning
  • Bayi akan sulit bangun dan popoknya jarang basah
  • Mata bayi juga akan bergerak dengan aneh

Baca Juga : Cara Mengatasi Batuk pada Bayi yang Perlu Diketahui

Cara Menangani Bayi Kuning

Perawatan untuk penyakit kuning pada bayi baru lahir tergantung pada seberapa buruk penyakit tersebut dan penyebabnya. Bayi yang mengalami penyakit kuning beberapa hari setelah lahir biasanya hanya membutuhkan pemantauan sehingga tidak harus dirawat di rumah sakit.

Namun, jika kadar bilirubin bayi Anda tinggi, ia mungkin membutuhkan perawatan fototerapi selama beberapa hari. Perawatan ini menggunakan cahaya biru khusus yang membantu memecah kelebihan bilirubin. Bayi Anda akan berada dalam inkubator di bawah lampu fototerapi selama 2-3 hari.

Perlu diketahui bahwa fototerapi memiliki sedikit efek samping, yaitu mengalami ruam ringan dan kotoran berair selama beberapa hari. Beberapa bayi mengalami sedikit kehilangan cairan selama fototerapi, sehingga bayi mungkin membutuhkan makanan tambahan.

Jika bayi Anda menderita penyakit kuning yang disebabkan oleh atresia bilier, kemungkinan bayi memerlukan operasi untuk membantu aliran empedu. Bayi yang mengidap penyakit kuning akibat ASI, bukan berarti harus berhenti diberi ASI. Penyakit kuning jenis ini biasanya ringan dan akan sembuh dengan sendirinya seiring waktu.

Cara Mencegah Bayi Kuning

Tidak ada cara pasti untuk mencegah penyakit kuning pada bayi baru lahir. Jika bayi Anda memang mengidap penyakit kuning, ada beberapa cara untuk mencegahnya agar tidak bertambah parah. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan, meliputi:

  • Pastikan bayi Anda mendapatkan nutrisi yang cukup melalui ASI. Sebaiknya Anda menyusui si kecil 8 hingga 12 kali sehari selama beberapa hari pertama. Hal ini untuk memastikan bayi Anda tidak dehidrasi sehingga membantu bilirubin dapat diproses dengan cepat.
  • Jika Anda memberikan bayi Anda susu formula, pastikan bayi Anda meminum 1 sampai 2 ons susu formula setiap 2 sampai 3 jam untuk minggu pertama.

Kapan Sebaiknya Menghubungi Dokter?

Sebagian besar kasus penyakit kuning pada bayi baru lahir adalah normal, tetapi  penyakit kuning dapat menunjukkan kondisi medis tertentu. Penyakit kuning yang parah juga meningkatkan risiko bilirubin masuk ke otak, sehingga menyebabkan kerusakan otak permanen.

Segera hubungi dokter, jika muncul gejala, seperti:

  • Penyakit kuning menyebar atau menjadi lebih intens
  • Bayi Anda mengalami demam lebih dari 100 ° F (38 ° C)
  • Warna kuning bayi Anda semakin pekat
  • Bayi Anda kesulitan menyusu, tampak lesu, dan menangis dengan nada tinggi.

Baca Juga : Bayi Susah BAB: Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

 

Sumber

Healthline (2017). Understanding Newborn Jaundice. www.healthline.com
Mayo Clinic (2020). Infant Jaundice. www.mayoclinic.com
Raising Children, the Australian Parenting Website. Jaundice for Newborn. www.raisingchildren.net.au
WebMd. Newborn Jaundice. www.webmd.com