Cara Mengatasi Batuk pada Bayi yang Perlu Diketahui

Cara Mengatasi Batuk pada Bayi yang Perlu Diketahui

Penulis: Opie | Editor: Handa

Bayi baru lahir rentan terhadap infeksi virus, seperti batuk dan pilek karena sistem kekebalan tubuhnya belum cukup berkembang untuk melawan virus. Batuk yang terus-menerus pada bayi dapat menyebabkan sakit tenggorokan disertai rasa sakit dan menggigil.

Tentu hal ini membuat Anda khawatir, bukan? Untuk membantu menghilangkan gejala-gejala tersebut, sebaiknya Anda tidak langsung memberikan si kecil obat-obatan. Berikut adalah cara mengatasi batuk pada bayi yang perlu Anda ketahui:

1. Berikan Air Susu Ibu (ASI)

Tidak ada obat yang lebih manjur untuk bayi yang baru lahir selain ASI. Hal ini karena ASI mengandung zat pembentuk kekebalan tubuh yang dapat memperkuat daya tahan tubuh bayi dalam melawan infeksi.

Tidak hanya itu, ASI juga baik untuk membantu mengencerkan dahak dan melegakan tenggorokan si kecil. Oleh sebab itu, jika si kecil batuk, Anda dianjurkan untuk memberi ASI lebih banyak.

2. Meningkatkan Cairan Tubuh

Cairan tambahan dapat memudahkan bayi untuk batuk dan bisa mengurangi lendir di hidung. Untuk meningkatkan cairan tubuh si kecil, Anda bisa memberinya air putih, susu, atau jus. Selain itu, Anda juga bisa memberinya sup hangat untuk meringankan sakit tenggorokannya.

Pastikan Anda memberikannya dalam keadaan hangat, bukan panas. Namun, hal ini hanya bisa diberikan pada bayi yang telah berusia enam bulan. Sedangkan, untuk bayi di bawah enam bulan, pemberian ASI ekstra sangat dianjurkan, karena ASI dapat meningkatkan imunitas bayi.

3. Teteskan Cairan Saline

Cairan saline merupakan obat tetes hidung yang terbuat dari larutan garam steril yang bisa Anda temukan di apotek. Obat tetes ini berfungsi untuk mencairkan lendir di hidung dan tenggorokan bayi.

Cara menggunakannya cukup mudah. Anda bisa menggunakan pipet untuk meneteskannya ke hidung bayi yang tersumbat. Pastikan posisi kepala bayi menengadah, kemudian berikan 2-3 tetes larutan. Diamkan selama 30 detik, lalu bersihkan hidung si kecil dengan cotton bud.

Baca Juga : Mencermati Penyebab Batuk Pada Bayi

 4. Berikan Sedikit Madu

Madu memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Hal ini keran madu mengandung antioksidan, antibakteri yang baik untuk kesehatan. Selain itu, madu juga mengandung vitamin C yang baik untuk sistem kekebalan tubuh. Sehingga memberikan sedikit madu dapat meringankan batuk pada bayi.

Berikan setengah sendok teh madu sebelum si kecil tidur. Namun, pengobatan ini hanya dapat dilakukan untuk bayi di atas satu tahun. Pengobatan ini tidak bisa diberikan pada bayi yang belum berusia satu tahun karena hanya akan membuatnya sakit.

5. Angkat Kepala Bayi

Ketika Anda merasa sulit bernapas atau hidung tersumbat, cobalah tidur dengan sedikit kepala dinaikan ke atas. Cara ini dapat membantu memudahkan Anda bernapas.

Hal ini juga bisa dicoba pada bayi Anda. Letakkan bantal yang tidak terlalu tebal atau handuk yang telah dilipat di atas matras, di mana kepala bayi Anda dibaringkan. Cara ini memudahkan si kecil untuk bernapas.

6. Gunakan Pelembab Ruangan (Humidifier)

Humidifier atau pelembab ruangan dapat Anda gunakan hanya jika udara di sekitar sedang sangat kering. Letakkan pelembab ruangan di kamar bayi Anda untuk melegakan dada dan hidung tersumbat yang dialami si kecil.

Pasalnya, udara yang lembab dapat membuat dahak menjadi encer. Anda dapat memasang humidifier sebelum maupun saat bayi tertidur. Dengan begitu, ketika bayi terbangun, dahaknya sudah encer dan tidak menghambat saluran pernapasannya.

Baca Juga : Cara Mengatasi Batuk pada Anak dengan Obat Alami

7. Gunakan Minyak Esensial

Minyak esensial, seperti kayu putih efektif untuk meredakan batuk atau nyeri otot bila dioleskan pada kulit. Namun, sebelum Anda menggunakan minyak esensial pada si kecil, konsultasikan dengan dokter anak. Pasalnya, tidak semua minyak aman untuk bayi.

8. Sajikan Makanan yang Mudah Ditelan

Bayi yang sedang batuk biasanya mengalami ketidaknyamanan di area tenggorokan. Jika bayi Anda yang sudah diperbolehkan mengonsumsi makanan padat,  cobalah beri makanan yang lembut dan halus, seperti jelly, puding, yogurt, atau saus apel.

Namun, jika si kecil lebih suka mengonsumsi makanan hangat, cobalah kaldu ayam atau puding yang baru dibuat. Bayi berusia enam bulan ke bawah harus tetap menggunakan ASI atau susu formula.

9. Pastikan Waktu Istirahat yang Cukup

Ketika bayi Anda mengalami flu atau batuk, pastikan si kecil mendapat istirahat yang cukup. Pasalnya, ketika tubuh istirahat, virus penyebab flu maupun batuk mereda.

Sehingga, bayi bisa segera pulih dari segala risiko sakit yang ada. Tidak hanya istirahat di malam hari saja, istirahat siang juga sangat penting dimiliki oleh bayi.

Baca Juga : 6 Tips Agar Tidak Tertular Batuk dan Flu

 

Sumber


First Cry Parenting.2019.Home Remedies for Cold and Cough in Babies.www.parenting.firstcry.com 
Healthline.How to Treat a Cough in Toddlers at Home.www.healthline.com 
Little Remedies.2015.5 Natural Ways to Calm Your Baby’s Cough.www.littleremedies.com 
WebMD.Cough Remedies for Babies and Toddlers.www.webmd.com