Ketahui Penyebab Melasma dan Pengobatannya

Ketahui Penyebab Melasma dan Pengobatannya

Penulis: Lely | Editor: Ratna

Melasma adalah masalah kulit yang umum. Melasma terjadi karena kelebihan produksi sel-sel yang membuat warna kulit Anda. Kondisi ini menyebabkan bercak kegelapan dan berubah warna pada kulit Anda dan umumnya tidak berbahaya dan beberapa perawatan dapat membantu meredakannya. Dan melasma biasanya dapat memudar dengan sendirinya setelah beberapa bulan.

Kulit Anda terdiri dari tiga lapisan, lapisan terluar kulit Anda disebut dengan lapisan epidermis, bagian tengah adalah lapisan dermis, dan lapisan terdalam adalah subkutis. Kulit merupakan organ-organ terbesar yang terbentuk di seluruh tubuh Anda, dan melindungi tulang, otot, dan segala sesuatu lainnya dari dingin, kuman, sinar matahari, kelembaban, zat beracun, cedera, dan banyak lagi.

Baca Juga: Hiperpigmentasi Kulit: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Gejala

Melasma adalah perubahan warna kulit wajah berwarna kecoklatan atau biru keabu-abuan yang sangat umum, biasanya kondisi ini terlihat pada wanita di tahun-tahun reproduksi. Bercak berwarna kecoklatan biasanya muncul di area:

  • Pipi
  • Dahi
  • Jembatan hidung
  • Dagu

Bercak ini juga dapat muncul pada leher dan lengan bawah. Perubahan warna kulit ini tidak membahayakan fisik, tetapi Anda mungkin merasa tidak percaya diri dan nyaman tentang penampilan Anda.

Jika Anda memiliki gejala melasma ini, segera lakukan pemeriksaan dan mungkin Anda dirujuk ke dokter kulit, seorang profesional medis yang ber spesialis dalam mengobati gangguan kulit.

Penyebab Melasma

Penyebab pasti melasma masih belum dapat dipastikan, para peneliti percaya bahwa bercak hitam akibat melasma dapat dipicu oleh banyak faktor, termasuk kehamilan, penggunaan pil KB, terapi penggantian hormon seperti HRT dan progesteron. Adanya riwayat melasma dalam keluarga, dan penggunaan obat anti kejang.

Paparan langsung dari sinar matahari dianggap sebagai faktor terpenting dalam melasma, terutama pada Anda yang memiliki kecenderungan genetik untuk kondisi ini. Studi klinis telah menunjukkan bahwa beberapa orang dapat mengembangkan melasma di bulan-bulan musim panas. Pada musim dingin, pigmentasi pada melasma cenderung menurun.

Pemicu potensial untuk melasma meliputi:

1. Kehamilan

Masih tidak jelas mengapa melasma terjadi pada wanita hamil. Namun, para ahli berteori bahwa peningkatan kadar estrogen, progesteron, dan hormon perangsang melanosit selama trimester ketiga kehamilan berperan.

2. Perubahan hormon

Hormon seperti estrogen dan progesteron mungkin berperan pada beberapa orang. Jika Anda tidak hamil dan memiliki melasma, kemungkinan Anda mengalami peningkatan kadar reseptor estrogen yang ditemukan pada jaringan melasma Anda.

3. Obat anti kejang

Obat yang mencegah Anda mengalami kejang mungkin menjadi penyebab melasma. Contoh obat anti kejang terkait seperti clobazam.

4. Terapi kontrasepsi (kontrol kelahiran)

Pada penelitian yang telah dilakukan untuk kondisi melasma adalah penggunaan pil kontrasepsi oral yang mengandung estrogen dan progesteron juga dapat mempengaruhi kondisi melasma.

5. Kosmetik dan produk perawatan kulit

Beberapa kosmetik dapat menyebabkan apa yang disebut reaksi fototoksik. Reaksi fototoksik seringkali terjadi adalah akibat sengatan matahari atau sunburn pada area kulit terbuka. Produk-produk perawatan kulit lainnya, yang dapat mengiritasi kulit Anda dan kemungkinan akan memperburuk melasma Anda.

6. Genetika

Sekitar 33% hingga 50% orang yang menderita melasma, telah melaporkan bahwa anggota lain dalam keluarga dapat mengembangkannya. Mayoritas kembar identik sama-sama dapat memiliki melasma.

7. Terapi estrogen atau diethylstilbestrol

Diethylstilbestrol adalah bentuk sintetis atau biasa disebut buatan manusia dari hormon estrogen. Ini sering digunakan dalam perawatan untuk kanker prostat. Ada kemungkinan bahwa pola antara peningkatan estrogen dan melasma tersebut saling berkaitan.

Perawatan

Umumnya pengobatan tidak selalu diperlukan untuk melasma. Jika perubahan hormonal seperti sering terjadi selama kehamilan atau saat penggunaan pil KB dapat menyebabkan melasma. Namun, melasma akan hilang dengan sendirinya setelah Anda melahirkan atau setelah Anda berhenti minum pil KB.

Bagi orang lain, melasma dapat berlangsung selama bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup. Jika melasma tidak memudar seiring waktu, Anda dapat mencari pengobatan untuk membantu menghilangkan atau memudarkan kondisi tersebut.

Pilihan pengobatan dan perawatan untuk melasma meliputi:

  • Hydroquinone: Obat ini merupakan pengobatan pertama yang umum untuk melasma. Obat ini dapat diterapkan pada kulit yang berfungsi untuk meratakan warna kulit Anda. Hydroquinone tidak lagi tersedia tanpa  dari resep dokter. Jika hydroquinone cocok untuk Anda, dokter kulit Anda dapat meresepkannya.
  • Tretinoin dan kortikosteroid: Untuk meningkatkan pencerah kulit, dokter kulit Anda mungkin akan meresepkan salah obat tersebut atau salah satunya. Terkadang, obat-obatan yang mengandung tiga obat seperti hydroquinone, tretinoin, dan kortikosteroid dalam satu krim.
  • Obat-obatan topikal: Dokter kulit mungkin meresepkan obat jenis topikal seperti, asam azelaic atau asam kojic untuk mengurangi kondisi melasma.
  • Prosedur: Jika penggunaan obat-obatan yang dioleskan ke kulit Anda tidak membuahkan hasil, mungkin dapat menggunakan prosedur lainnya. Prosedur tersebut termasuk bantuan dengan pengelupasan kimia, perawatan laser, atau prosedur berbasis cahaya.

Baca Juga: Vitaquin: Fungsi, Cara Pakai, dan Efek Samping

Sumber

American Academy of Dermatology Association. (2021). MELASMA: OVERVIEW. www.aad.org

Healthline. (2019). Melasma. www.healthline.com

Verywell Health. (2021). How Melasma Is Treated. www.verywellhealth.com

MedicineNet. (2020). Melasma Signs, Causes, Treatment, and Cure. www.medicinenet.com

Medical News Today. (2018). What is melasma?. www.medicalnewstoday.com

Cleveland Clinic. (2020). Melasma. my.clevelandclinic.org