Ketahui Penyebab Fibroid Rahim

Ketahui Penyebab Fibroid Rahim

Penulis: Emy | Editor: Atsa

Fibroid rahim adalah tumor non-kanker yang sering muncul selama masa subur. Juga disebut leiomioma atau mioma. Fibroid rahim tidak terkait dengan peningkatan risiko kanker rahim, dan hampir tidak pernah berkembang menjadi kanker.

Ukuran fibroid bervariasi dari yang tidak terdeteksi oleh mata manusia, hingga besar yang dapat merusak dan memperbesar rahim. Dalam kasus yang ekstrim, beberapa fibroid dapat memperlebar rahim sehingga mencapai tulang rusuk dan dapat menambah berat badan.

Banyak wanita tidak menyadari jika mengidap fibroid rahim, karena seringkali tidak menimbulkan gejala. Dokter mungkin menemukan fibroid secara kebetulan selama pemeriksaan USG prenatal. Fibroid uterus biasanya muncul pada wanita usia subur – umumnya antara 30-40 tahun, tetapi bisa muncul pada usia berapa pun.

Baca Juga: 11 Cara Mencegah Kanker Rahim

Penyebab

Fibroid umumnya diklasifikasikan berdasarkan lokasinya. Intramural tumbuh di dalam otot dinding uterus. Submukosa menonjol ke dalam rongga rahim. Subserosal menonjol ke luar rahim.

Masih belum diketahui dengan persis mengapa seseorang terkena penyakit ini. Hormon dan genetika paling dipercaya kemungkinannya dalam berperan.

  • Hormon. Estrogen dan progesteron adalah hormon yang membuat lapisan rahim menebal setiap bulan selama menstruasi. Hormon tersebut juga tampaknya memengaruhi pertumbuhan fibroid. Ketika produksi hormon melambat selama menopause, fibroid biasanya menyusut. 
  • Genetika. Para peneliti telah menemukan perbedaan genetik antara fibroid dan sel normal di dalam rahim. Karena itu, genetika juga dipercaya berperan besar sebagai penyebab seseorang terkena fibroid.
  • Faktor pertumbuhan lainnya. Zat dalam tubuh Anda yang membantu pemeliharaan jaringan, seperti faktor pertumbuhan mirip insulin, dapat berperan dalam pertumbuhan fibroid. 
  • Matriks ekstraselular (ECM). Merupakan struktur kompleks yang mengelilingi sel-sel di semua jaringan tubuh yang berbatasan dengan membran plasma. Fibroid memiliki ECM lebih banyak daripada sel normal, sehingga menyebabkan sel berubah menjadi fibroid.

Gejala

Banyak wanita yang menderita fibroid tidak bergejala. Pada wanita yang memiliki gejala, tanda dan gejala fibroid rahim yang paling umum meliputi: 

  • Pendarahan menstruasi yang berat
  • Periode menstruasi berlangsung lebih dari seminggu
  • Nyeri panggul yang terasa ditekan
  • Sering buang air kecil
  • Sembelit
  • Sakit punggung
  • Kesulitan hamil
  • Nyeri akut juga sering terjadi saat suplai darah melebihi jumlah.

Diagnosa

Dokter mungkin mencurigai adanya fibroid dari pemeriksaan rahim. Jika perut bagian bawah terasa membesar dan tidak imbang dengan badan Andar, maka pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan, seperti:

  • USG. Dengan USG, dokter dapat melihat apakah Anda menderita fibroid, lokasi fibroid, serta seberapa besar fibroid tersebut. 
  • Tes laboratorium. Dokter juga mungkin merekomendasikan untuk melakukan tes darah untuk mencari tahu penyebab munculnya fibroid.
  • Hitung darah lengkap (CBC). Jika mengalami pendarahan menstruasi yang tidak normal, dokter mungkin akan merekomendasikan CBC untuk mengetahui apakah Anda mengidap anemia kronis.
  • MRI. Jika dokter memerlukan lebih banyak informasi setelah Anda menjalani USG, Anda mungkin juga direkomendasikan untuk menjalani MRI. MRI menampilkan gambar fibroid yang lebih detail dan dapat membantu dokter memutuskan pengobatan terbaik. Dokter mungkin juga menyarankan MRI jika Anda memiliki rahim yang besar atau mendekati menopause.
  • Histeroskopi. Dalam tes ini, dokter akan menempatkan sebuah tabung kecil yang berisi detektor cahaya melalui serviks untuk mengamati dengan lebih jelas. Ini membantu mereka melihat fibroid yang tumbuh dalam rahim Anda. Ini berguna jika Anda sedang mencoba untuk hamil atau mengalami menstruasi yang berat.

 

Sumber

Mayo Clinic. 2019. Uterine Fibroids. www.mayoclinic.org

WebMD. 2020. Uterine Fibroids. www.webmd.com

UCLA Health. What are Fibroids?. www.uclahealth.org

Medical News Today. 2017. Fibroids: Everything you need to know. www.medicalnewstoday.com