Apakah Bisa Hamil Jika Berhubungan Seks Sehari Sebelum Menstruasi

Apakah Bisa Hamil Jika Berhubungan Seks Sehari Sebelum Menstruasi

Penulis: Silvia | Editor: Alhasbi

Kehamilan bisa terjadi kapan saja, akan tetapi ada peluang kehamilan tinggi yaitu pada saat Anda sedang dalam masa subur. Lalu, apakah bisa hamil jika berhubungan seks sehari sebelum menstruasi?

Banyak orang percaya bahwa kehamilan biasanya terjadi pada waktu-waktu tertentu selama siklus bulanan. Tepatnya ketika Anda sedang dalam waktu ovulasi, di mana sel telur siap untuk dibuahi oleh sperma.

Meski demikian, Anda tetap bisa hamil kapan saja saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Bahkan ketika menggunakan pengaman atau alat kontrasepsi pencegah kehamilan seperti kondom.

Apakah Bisa Hamil Berhubungan Seks Sehari Sebelum Menstruasi

Lantas, apakah bisa hamil berhubungan seks sehari sebelum menstruasi? Tentu saja tetap bisa apalagi jika Anda dan pasangan tidak mengenakan kondom atau alat kontrasepsi lain untuk mencegah kehamilan.

Hal ini karena waktu ovulasi Anda bisa terjadi kapan saja, mundur atau maju sehingga tidak tepat waktu dan peluang kehamilan pun akan tetap ada.

Umumnya, ovulasi atau masa paling subur untuk terjadinya kehamilan berlangsung sekitar dua minggu sebelum menstruasi.

Meskipun Anda memiliki siklus menstruasi yang teratur, akan tetapi waktu ovulasi juga bisa terjadi lebih awal atau lebih lambat sehingga menggeser masa subur.

Jadi, cukup sulit untuk menentukan waktu yang benar-benar menjamin Anda akan atau tidak akan hamil.

Nah, ketika Anda dan pasangan berhubungan seks sehari sebelum menstruasi serta tidak merasa yakin dengan kapan waktu ovulasinya, peluang terjadinya kehamilan akan tetap ada sampai benar-benar terjadi pendarahan menstruasi sebagai tanda pembuahan yang gagal.

Sel telur biasanya akan mati dalam kurun waktu 12-24 jam. Apabila tidak dibuahi, sel telur akan luruh dari rahim dan terjadilah menstruasi.

Walau begitu, sperma bisa hidup di dalam rahim wanita sampai dengan 5 hari setelah membuahi sel telur melalui hubungan seks.

Selain itu, masa ovulasi juga bisa dipengaruhi oleh banyak hal lain seperti gaya hidup, pola makan, kondisi mental seperti stres dan juga kondisi medis.

Misalnya ketika Anda mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan amenore yang membuat siklus menstruasi tidak teratur sehingga masa ovulasi tidak selalu terjadi tepat waktu.

Tanda Ovulasi saat Peluang Kehamilan Tinggi

Ovulasi merupakan masa subur dengan tingkat peluang kehamilan tinggi sehingga Anda perlu mengetahui kapan waktu tersebut terjadi.

Beberapa wanita bisa mengetahui waktu ovulasinya, akan tetapi sebagian wanita lain mungkin tidak merasa tanda-tanda ovulasi.

Apabila Anda sedang mencari tahu kapan waktu ovulasi, sebaiknya memahami tanda-tandanya. Biasanya, terjadinya ovulasi dapat dikenali dengan beberapa gejala berikut.

Baca Juga : Kenali 5 Perbedaan Flek Darah Tanda Kehamilan dan Menstruasi

1. Lendir Serviks yang Subur

Salah satu tanda Anda mengalami ovulasi ialah adanya perubahan pada lendir serviks yang menjadi lebih subur daripada biasanya.

Saat mendekati ovulasi, sekreksi di dekat serviks atau lendir diproduksi menjadi lebih banyak, lengket, dan memiliki tekstur seperti putih telur yang masih mentah.

Lendir serviks yang subur ini akan membantu sperma berenang menuju sel telur dan memudahkan Anda melakukan hubungan seksual.

2. Meningkatnya Hasrat Seksual

Wanita yang mendekati masa ovulasi biasanya juga ditandai dengan peningkatan hasrat seksual.

Selain meningkatnya keinginan untuk melakukan aktivitas seksual, seorang wanita juga akan terlihat lebih seksi mendekati masa ovulasi.

Meski begitu, ovulasi bukan satu-satunya faktor yang dapat meningkatkan libido. Ada banyak hal lain yang dapat memengaruhi tingkat hasrat seksual pada seseorang.

3. Peningkatan Suhu Tubuh Basal

Meningkatnya suhu tubuh basal merupakan tanda-tanda ovulasi lainnya yang dapat Anda kenali.

Bagi Anda yang belum tahu, suhu tubuh basal ialah suhu Anda pada saat pertama kali bangun tidur di pagi hari, sebelum bangun, dan bergerak.

Ketika suhu tubuh basal Anda meningkat, kadar hormon progesterone juga mengalami peningkatan.

Dengan melakukan pengecekan suhu tubuh basal secara rutin, Anda bisa memprediksi masa ovulasi dan menentukan kapan waktu yang paling tepat untuk berhubungan seks agar kehamilan dapat terjadi.

4. Nyeri pada Bagian Perut

Tanda ovulasi lainnya ialah rasa nyeri pada perut bagian bawah. Ketidaknyamanan sebelum ovulasi ini biasanya terjadi karena pecahnya folikel dan pelepasan sejumlah kecil darah atau cairan.

Ada banyak wanita yang mengalami perasaan nyeri seperti ini sebelum masa ovulasi mereka tiba sehingga cukup wajar terjadi.

Namun, rasa sakit selama masa ovulasi juga dapat disebabkan oleh kondisi medis, jadi sebaiknya hubungi dokter untuk memastikannya.

5. Nyeri Payudara

Tidak hanya perut bagian bawah, payudara Anda juga mungkin saja mengalami nyeri sebelum masa ovulasi tiba.

Nyeri payudara atau puting yang sakit sekitar waktu ovulasi biasanya disebabkan oleh hormon.

Beberapa wanita mengalami hal ini selama mendekati waktu ovulasi sehingga wajar jika Anda merasakannya juga.

Dengan mengetahui masa subur, Anda pun bisa merencanakan kehamilan di waktu yang tepat.

Jika pun tidak memiliki rencana untuk hamil, Anda bisa menggunakan kondom dan alat kontrasepsi lainnya sebagai bentuk pencegahan.

Baca Juga : Gejala Menstruasi dan Awal Kehamilan, Apa Bedanya?

[Expand title=Sumber]

Healthline. (2019). Can You Get Pregnant Right Before Your Period? And 10 Other Things to Know. healthline.com

Healthline. (2022). What Are the Signs or Symptoms of Ovulation?. healthline.com

Verywell Family. (2022). 8 Signs of Ovulation That Help Detect Your Most Fertile Time. verywellfamily.com

[/expand]