Amankah Mengonsumsi MSG? Ini Mitos dan Faktanya

Amankah Mengonsumsi MSG? Ini Mitos dan Faktanya

Penulis: Dita | Editor: Atsa

MSG atau penyedap rasa adalah salah satu bahan makanan yang hampir tidak terpisahkan dari keseharian kita. Meski begitu, MSG lebih sering dihubungkan dengan berbagai efek buruk terhadap kesehatan.

Apa sebenarnya MSG ini dan apakah benar mengonsumsinya bisa membahayakan kesehatan?

MSG atau Monosodium glutamate merupakan garam natrium dari asam glutamat yang merupakan asam amino non-esensial. MSG tidak selalu identik dengan penyedap rasa kemasan karena kandungannya secara alami juga ditemukan dalam berbagai sumber makanan.

Beberapa jenis makanan yang mengandung MSG alami antara lain adalah rumput laut, tomat dan keju parmesan. Rasa unik yang dihasilkan dari MSG dikenal dengan nama ‘umami’ yang sekarang diterima secara umum sebagai rasa kelima.

Ada banyak sekali mitos dan fakta yang beredar mengenai MSG. Mari kita simak dan ungkap kebenarannya dalam ulasan berikut.

1. Konsumsi MSG Dapat Merusak Otak

Asam glutamat berfungsi sebagai neotransmitter yang bisa merangsang sel saraf untuk menyampaikan sinyal. Beberapa orang mengklaim bahwa mengonsumsi MSG akan menyebabkan konsentrasi glutamat yang berlebihan di otak. Akibatkan, stimulasi sel saraf juga jadi berlebihan. Karena alasan inilah muncul anggapan bahwa MSG bisa merusak otak. Ini tidak sepenuhnya benar.

Peningkatan aktivitas glutamat di otak memang bisa menyebabkan kerusakan dan konsumsi MSG dalam jumlah besar bisa meningkatkan kadar glutamat dalam darah sampai 556%. Namun glutamat yang ada dalam diet biasanya hanya sedikit dan tidak akan memberikan efek terhadap otak. Secara keseluruhan, jika dikonsumsi dalam batas normal, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa MSG bisa merusak otak.

2. MSG Bisa Menyebabkan Chinese Restaurant Syndrome

Chinese Restaurant Syndrome merupakan salah satu gejala yang sudah lama dipercaya sebagai akibat dari konsumsi MSG. Gejala-gejala tersebut meliputi sakit kepala, berkeringat, nyeri dada, mual, detak jantung berdebar-debar hingga mati rasa atau sensasi terbakar di wajah dan lain sebagainya.

Namun, para peneliti tidak menemukan bukti pasti mengenai hubungan antara konsumsi MSG dengan gejala-gejala di atas. Meski ada sebagian orang yang mungkin mengalami reaksi jangka pendek terhadap MSG, gejalanya biasanya ringan dan tidak memerlukan pengobatan. Satu-satunya cara untuk mencegah reaksi ini adalah menghindari makanan yang mengandung MSG.

3. Konsumsi MSG Bisa Menyebabkan Asupan Garam Berlebih

Bagi sebagian orang, terutama mereka yang memiliki masalah hipertensi, garam adalah bahan makanan yang harus dihindari. Ada mitos yang menyebut bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung MSG akan menyebabkan asupan garam ke dalam tubuh menjadi lebih tinggi. Dampaknya, tekanan darah bisa naik dan bisa menyebabkan seseorang mengalami stroke.

Ini adalah mitos. Faktanya, Monosodium glutamate bisa menggantikan bahan makanan lain yang tinggi akan sodium. MSG hanya mengandung sepertiga dari total kandungan sodium dari garam dapur. Memasak dengan tambahan MSG bisa mengurangi penggunaan garam meja hingga 40% tanpa mengubah rasa masakan.

4. MSG Adalah Bahan Makanan yang Berbahaya

Di antara sekian banyak stereotipe tentang MSG, penyedap masakan ini secara umum dilabeli sebagai bahan makanan yang berbahaya. Padahal sudah ada ratusan studi yang dilakukan untuk membuktikan tingkat keamanannya, termasuk yang dilakukan oleh Yayasan Dewan Informasi Pangan Internasional (Food Information Council Foundation/IFICF).

Selain itu, beberapa otoritas pemerintahan menganggap MSG aman dijadikan sebagai bahan tambahan atau bahan aditif makanan. Otoritas itu mencakup Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, Komite Ilmiah Komunitas Eropa untuk Makanan dan Asosiasi Medis Amerika Serikat. Di Indonesia sendiri, aturan mengenai penggunaan MSG dibuat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Lantas berapa batas aman konsumsi MSG per harinya? Badan Kesehatan Dunia WHO menetapkan batasan maksimal konsumsi MSG sebanyak 6 gram per hari. Sementara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan konsumsi MSG sebanyak 5 gram saja per harinya.

Berdasarkan data, orang Indonesia rata-rata hanya mengonsumsi sebanyak 0,65 gram MSG dalam satu hari. Artinya ini masih termasuk sedikit dan tentu saja tidak membahayakan kesehatan.

Baca Juga: Mitos dan Fakta Corona Virus Menurut WHO

Sumber

Lifestyle Okezone (2017). Catat! Ini Bukti MSG Aman Dikonsumsi dengan Takaran Secukupnya. www.lifestyle.okezone.com

Lifestyle Kompas (2020). Fakta Seputar MSG yang Perlu Kamu Tahu. www.lifestyle.kompas.com

Medical News Today (2017). MSG: More than Just a Food Additive. www.medicalnewstoday.com

Mayo Clinic (2020). What is MSG? Is It Bad for You? www.mayoclinic.org

Live Strong (2021). Monosodium Glutamate Benefits. www.livestrong.com

Healthline (2018). MSG (Monosidium Glutamate): Good or Bad? www.healthline.com