Disebabkan oleh Kekurangan Vitamin A, Pahami tentang Xerophthalmia

Disebabkan oleh Kekurangan Vitamin A, Pahami tentang Xerophthalmia

Penulis: Ossy | Editor: Opie

Vitamin A memiliki peran penting bagi kesehatan mata. Tak heran, asupan vitamin A yang terlampau rendah dapat menyebabkan permasalahan pada mata Anda.

Hal ini karena kekurangan vitamin A dapat mengeringkan saluran air mata dan mata Anda.

Salah satu masalah mata akibat kekurangan vitamin A disebut dengan Xerophthalmia.

Baca Juga: Gejala Kekurangan Vitamin A yang Perlu Diwaspadai

Apa itu Xerophthalmia?

Xerophthalmia adalah penyakit mata yang terjadi karena kekurangan vitamin A yang sifatnya progresif.

Kondisi ini dapat berkembang menjadi rabun senja atau kerusakan yang lebih serius pada kornea Anda apabila tidak segera diobati.

Kerusakan ini dapat berupa bintik-bintik putih pada mata yang mengganggu penglihatan Anda.

Penyebab Xerophthalmia

Vitamin A atau retinol, adalah nutrisi penting yang berfungsi membantu menjaga kesehatan mata dan penglihatan Anda.

Vitamin A juga membantu menjaga organ vital seperti jantung, paru-paru, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Apa yang terjadi jika tubuh tidak cukup terpenuhi Vitamin A? Salah satunya akan menyebabkan mata Anda kering atau xerophthalmia.

Gejala Xerophthalmia

Xerophthalmia adalah penyakit progresif. Artinya jika kondisi ini tidak segera ditangani, maka semakin lama akan semakin memburuk.

Berikut adalah gejala khas dari xerophthalmia:

  • Mata mengering atau konjungtiva
  • Rabun senja
  • Ada bisul atau bekas luka di kornea Anda
  • Bintik-bintik putih pada konjungtiva Anda
  • Pelunakan kornea

Xerophthalmia adalah penyakit yang dapat dicegah dan diobati. Namun jika tak kunjung ditangani, maka dapat menyebabkan masalah mata lainnya, termasuk kebutaan permanen.

Faktor Risiko 

Xerophthalmia dapat terjadi karena kekurangan vitamin A.

Berikut adalah beberapa kondisi yang menimbulkan risiko terjadinya kekurangan vitamin A:

  • Bayi dan anak-anak – Kekurangan vitamin lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak.

Kondisi ini dapat terjadi pada anak-anak akibat penyakit seperti campak dan infeksi saluran pernapasan.

Jika anak-anak tidak mendapatkan vitamin A yang cukup, maka mereka dapat terserang xerophthalmia yang menghambat perkembangan penglihatan dan risiko kebutaan.

  • Kemiskinan – Mereka yang kesulitan memenuhi kebutuhan dan membeli makanan yang layak mungkin lebih berisiko terkena xerophthalmia.
  • Kurangnya wawasan akan gizi – Kurangnya wawasan akan gizi seringkali membuat orang tidak menyadari manfaat dari vitamin A.

Hal ini dapat menyebabkan seseorang tidak memikirkan gizi dari makanan yang ia makan.

  • Malnutrisi – Kurangnya nutrisi dapat menyebabkan kekurangan vitamin A.

Malnutrisi yang parah dapat menyebabkan mata kering dan menyebabkan rabun senja.

  • Masalah pada hati – Masalah pada hati seperti siroosis hati atau kelainan parah lain dapat mencegah vitamin A diserap ke dalam tubuh.

Hal ini pun dapat meningkatkan risiko xerophthalmia

  • Diare kronis – Orang yang mengalami diare terus menerus dapat mengalami kekurangan vitamin A dan menyebabkan xerophthalmia.
  • Alkoholisme – Minum alkohol berlebih juga dapat menurunkan kadar vitamin A dalam tubuh Anda.

Penanganan Xerophthalmia

  • Pemberian vitamin A – Dokter mungkin akan memberikan suplemen vitamin A, baik oral maupun suntikan.

Terapi pemberian vitamin A merupakan pengobatan utama bagi penderita xerophthalmia.

  • Pemberian antibiotik – Jika diperlukan, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik yang berguna untuk mencegah infeksi mata lebih lanjut.
  • Makan makanan kaya vitamin A – Dokter akan menyarankan Anda untuk lebih banyak mengonsumsi buah dan sayuran berwarna kuning yang kaya betakaroten.

Baca Juga: Berbagai Makanan yang Mengandung Vitamin A dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Kebutuhan Harian Vitamin A

Xerophthalmia dapat dicegah dengan memenuhi kebutuhan vitamin A.

Kebutuhan vitamin A tiap individu berbeda tergantung jenis kelamin dan usia Anda. Berikut adalah penjelasannya:

  • Kebutuhan vitamin A wanita

Berikut adalah kebutuhan vitamin A pada wanita berdasarkan usianya:

    • 0–6 bulan: 400 mcg
    • 7–12 bulan: 500 mcg
    • 1-3 tahun: 300 mcg
    • 4–8 tahun: 400 mcg
    • 9–13 tahun: 600 mcg
    • 14 tahun ke atas: 700 mcg
    • Ibu hamil usia 19-55 tahun:770 mcg
    • Ibu menyusui di usia 19-55 tahun: 1.300 mcg
  • Kebutuhan vitamin A  pria

Berikut adalah kebutuhan vitamin A pada pria berdasarkan usianya:

    • 0–6 bulan: 400 mcg
    • 7–12 bulan: 500 mcg
    • 1-3 tahun: 300 mcg
    • 4–8 tahun: 400 mcg
    • 9–13 tahun: 600 mcg
    • 14 tahun ke atas: 900 mcg

Sumber vitamin A

Vitamin A dapat diperoleh dari suplemen maupun makanan yang Anda konsumsi sehari-hari.

Selain itu, menambahkan makanan kaya beta karoten tidak hanya baik untuk mata, tetapi juga fungsi tubuh Anda.

Menambahkan makanan kaya vitamin A membantu Anda menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan.

Berikut adalah beberapa sumber vitamin A yang dapat Anda pertimbangkan untuk masuk dalam menu harian.

  • Sumber hewani: hati sapi, hati domba, minyak hati ikan kod, ikan makarel, ikan salmon, hati angsa, keju kambing, mentega, keju cheddar, telur rebus, susu dan olahan susu lainnya
  • Sumber buah dan sayur: wortel, ubi jalar, labu, kale, lobak hijau, paprika merah, mangga, blewah, semangka, pepaya, aprikot, markisa

Mencegah mata agar tidak kering lebih baik daripada mengobatinya.

Cukupi asupan vitamin A harian Anda dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin A dan suplemen vitamin A jika diperlukan.

Baca Juga: Vitamin A : Manfaat dan Sumber Alaminya

Sumber

WebMD. 2021. What Is Xerophthalmia?. www.webmd.com

Healthline. 2017. Everything You Should Know About Xerophthalmia. healthline.com

Healthline.2017. 20 Foods That Are High in Vitamin A. healthline.com